Suara Yang Ku Rindukan

Suara Yang Ku Rindukan
Eps 12


__ADS_3

pagi pun tiba Mesya, Raina, Edo, dan Nisa pun telah berkumpul di ruang kerja tak lama datanglah ketika pekerja baru. "sebelum kalian mulai bekerja saya akan memberitahu apa yang akan kalian kerjakan. untuk kedua laki-laki kalian bantu Edo untuk mengirim pesanan dan apabila banyak pesanan kita semua harus bekerja sama menyelesaikannya dan untuk perempuan membantu mempromosikan produk dan packing barang. Bagaimana kalian setuju atau ada yang ingin ditambahkan" kata Mesya "kami setuju bos" kata ketiganya dengan bersamaan.


"oke, tapi untuk nominal gaji, saya tidak bisa menggaji kalian dengan nominal yang besar" kata Mesya "tidak apa-apa bos yang penting kami dapat kerja dan mendapatkan gaji itu pun sudah lebih dari cukup" kata salah satu dari mereka dan dijawab anggukan oleh keduanya. "kalian akan mendapatkan gaji di akhir bulan senilai 2 juta dan apabila omset penjualan meningkat kalian akan mendapatkan bonus" kata Mesya "itu sudah lebih dari cukup buat kami bos" katanya lagi "apakah kalian sudah siap untuk bekerja" kata Mesya "siap bos" kata ketiga pekerja baru "satu hari lagi kalian jangan memanggil saya bos panggil saya seperti mereka, yaitu kakak oke" kata Mesya "baik kak" kata mereka.

__ADS_1


mereka pun mempacking semua pesanan pembeli "kak, sejak kapan memulai usaha kakak ini" tanya pegawai baru "sudah hampir 6 tahun kakak menjalankan usaha ini dan pada saat itu usia saya menginjak 20 tahun dan dana awalnya saya pinjam dari bank, itupun sudah saya lunasi 4 tahun yang lalu" kata Mesya "wah, kakak hebat banget" kata pegawai perempuan "apakah pernah usaha kakak hampir....." kata pegawai laki-laki itu terpotong "kau tak boleh bicara seperti itu" kata temannya.


"saya tahu apa maksud dari perkataanmu itu, dan jawabannya iya usaha ini hampir bangkrut pada saat kedua orang tua saya masuk rumah sakit dan divonis mengidap penyakit kanker. dalam waktu 3 bulan saya merawat kedua orang tua saya, sehingga saya memutuskan untuk meleburkan Raina dan Edo saat itu dan juga usaha ini saya hentikan untuk sementara, tapi takdir berkata lain kedua orang tua saya pun meninggal dunia. Sudah lama mereka terkena penyakit itu tapi saya baru mengetahuinya 6 bulan yang lalu. saya sering ingin membawa mereka ke rumah sakit tapi mereka terbiasanya beralasan cuma kecapean atau cuma sakit biasa tapi kenyataannya mereka meninggalkan saya karena penyakit kanker stadium akhir" kata Mesya dengan air mata yang berlinang.

__ADS_1


"maaf kak, gara-gara aku kakak teringat dengan luka kakak" kata pegawai itu dengan sesal. tanpa meja sadari Vino berada di belakangnya dengan dengar semua yang dikatakan oleh Mesya. (aku tak mengangkat ternyata Mesya seorang gadis yang mandiri. kamu adalah wanita yang Mesya) kata vino dalam hati. "sudah sudah daripada kita bersedih mending kita cepat selesaikan packingan ini, setelah itu diantar" kata Raina "betul kamu Ra, kalian antar pesanan orang yang ada di kota ini saja. kalau yang berada di luar kota kita kirim melalui j&t saja" kata Mesya dijawab anggukan oleh semua pegawai.


"Do, cepat bayar makanan kita, nanti pengantarnya marah lagi" kata Raina. Edo pun berjalan keluar dari rumah dan membayar makanan itu dan membawanya masuk "ini makanan kalian" kata Edo " makasih yah" kata Mesya "sama-sama kak" kata Edo, mereka semua pun makan bersama dengan hikmat.

__ADS_1


tanpa mereka sadari jangan pulang pun tiba "guys, semua barang pesanan telah selesai kita packing dan sekarang sudah jam pulang bagi kalian" kata Mesya "akhirnya semua pesanan orang telah selesai kita packing, legahnya" kata Raina "iya, besok kita mulai live untuk jualan lagi" kata Nisa "kalau begitu kita pulang dulu kak" kata Edo "iya, sudah hampir magrib kalian cepat pulang, nanti kalian kemalaman sampai di rumah" kata Mesya.


"kita pulang dulu ya kak" kata Nisa "iya kalian hati-hati ya" kata Mesya "iya kak" jawab semuanya. satu persatu dari mereka pun meninggalkan rumah Mesya, sedangkan Mesya bergegas menutup pintu rumahnya dan mengistirahatkan dirinya di sofa.

__ADS_1


__ADS_2