Suara Yang Ku Rindukan

Suara Yang Ku Rindukan
Eps 5


__ADS_3

“Bencana maksudnya” tanya Mesya “dimana terjadi kecelakaan yang dimana mobil itu ada aku dan anakku, rem mobil ku blong dan menabrak pembatas jalan, dan disinilah aku berakhir” kata Vino “kalian meninggal maksudnya” tanya Mesya “tidak, tapi diantara itu” kata Vino “kalian koma” kata Mesya dan diangguki oleh Vino “terus anakmu sekarang usia berapa” tanya Mesya “usianya 2 tahun, dan nanti juga kamu akan bertemu dengannya karena dia juga ada di rumah ini” kata Vino.


“tapi ada yang membuatku bingung, kalian kan kecelakaannya di kota D terus rohnya berada di kota F gimana ceritanya tuh” kata Mesya sambil berpikir keras “ aku juga gak tau, mungkin itu sudah di takdirkan begitu” kata Vino. Cukup lama mereka bergulat dengan pikiran masing-masing akhirnya Vino berpamitan ke Mesya tapi keburu Mesya telah mengarungi alam mimpi membuat Vino pergi kamar sebelah tanpa pamit karena tak tega membangun kan Mesya yang telah tidur pulas.

__ADS_1


Pagi pun menyapa, Mesya pun terbangun “eh… Vino kemana yah, seingat ku dia ada di kamarku sambil bercerita tentang kehidupannya. Kemana dia nya” kata Mesya mencari Vino di sudut kamarnya tetapi tetap tak ada “mending sekarang aku membersihkan diri setelah itu membuat sarapan” kata Mesya berjalan menuju kamar mandi. Tiga puluh menit berlalu Mesya pun selesai dengan kegiatannya sekarang dia menuju dapur membuat sarapannya.


Di kamar sebelah Mesya, Vino pun terbangun dan melakukan rutinitasnya setelah itu turun ke lantai bawa “kemana anak nakal itu” kata Vino sambil mencari anaknya. Tak lama Vino pun mencium bau wangi makanan dari dapur “aroma masakan ini wangi sekali” kata Vino sambil melangkahkan kakinya ke dapur.

__ADS_1


“eh… terserah kau lah, apa yang ingin kau tanyakan padaku” kata Vino “selama kau cerita tentang kehidupan mu tak pernah aku mendengar kau menyebut nama istrimu, istri mu kemana” tanya Mesya “setelah melahirkan anak kami, dia lebih memilih pria yang lebih mapan dari pada aku dan anaknya dan selama ini dia tak sekali pun melihat anaknya. itu yang memuat ku kecewa terhadapnya” kata Vino “tega sekali dia meninggalkan darah dagingnya seperti, apakah kau pernah kesusahan mencarikan anakmu asi atau ibu asi gitu” tanya Mesya “untuknya anakku itu pintar dia tak memiliki alergi susu sapi jadi aku tak pusing mencarikannya asi” kata Vino sedangkan Mesya terus saja memakan sapan sambil mendengan cerita dari Vino.


“siapa nama anakmu itu” tanya Mesya “namanya Vero” kata “nama yang bagus, tapi selama aku disini, aku tak pernah melihat anakmu itu, atau mungkin dia di culik oleh dedemit lain” kata Mesya “itu tak mungkin karena sudah beberapa bulan kami disini tak ada yang mengganggu kami” kata Vino “bisa saja kan” kata Mesya enteng sambil membawa piring bekas nasi gorengnya ke wastafel.

__ADS_1


__ADS_2