Suara Yang Ku Rindukan

Suara Yang Ku Rindukan
Eps 4


__ADS_3

Waktu pun menunjukkan pukul tiga pagi, Mesya pun terbangun karena merasa haus. Akhirnya dia memutuskan untuk ke dapur mengambil minum. “perasaan kayak ada ikutin aku dari tadi” kata Mesya “atau mungkin perasaanku saja” kata Mesya lagi. Mesya pun mengambil minum dan segera menghabiskannya, tak lama terdengar suara benda jatuh yang cukup keras menimbulkan bunyi benda pecah, membuat Mesya terlonjak kaget “apa itu” tanya Mesya. Dia pun segera menuju ruang tengah dan memperhatikan sekitarnya tapi tak ada benda maupun serpihan kaca yang berserakan.


“mungkin aku yang salah dengar” kata Mesya ingin kembali ke dalam kamar tapi secara tiba-tiba jendela di dekat Mesya terbuka dengan sendirinya “akh…. Bikin kaget aja, aku tau ini ulah kalian, kenapa sih buat aku kaget melulu kalau aku jantungan gimana” kata Mesya. Terdengar suara dari pojok ruangan itu, suara seorang pria “itu sih masa loh” kata roh Pria itu. sebelum menjawab Mesya pun menutup jendela tadi “dasar hantu gak ada akhlak” kata Mesya.

__ADS_1


“apa loh bilang, roh ganteng begini kamu bilang hantu” kata roh pria itu “terus apa dong namanya, sedang loh itu bisa nembus tembok” kata Mesya “kok loh bisa tau” kata roh pria itu “karena sedari kecil aku sudah bisa melihat semua hal yang tak bisa orang lain lihat seperti hantu, arwah, roh dan yang lainnya” kata Mesya “pantas saja kau terlihat santai saja” kata Roh pria itu “ya sudah aku mau ke kamar untuk istirahat” kata Mesya berjalan menuju ke kamarnya. “apa yang membuatmu untuk menempati rumah ini” kata Roh pria.


“nanti saja aku menceritakannya, aku masih ngantuk” kata Mesya sambil melanjutkan jalannya menuju kamar, tapi roh pria itu terus saja mengikuti Mesya sampai di dalam kamar Mesya. “apa yang kau lakukan kenapa terus saja mengikuti aku” kata Mesya “aku mau mendengar cerita alasan kau mau menempati rumah ini” kata Roh pria itu “hanya itu yang mau kau dengar sampai mengikuti ku sampai dalam kamarku, kan aku sudah bilang nanti aku ceritakan dan sekarang aku mau tidur” kata Mesya yang heran.

__ADS_1


Mesya mendudukkan dirinya dan menatap sinis roh pria itu “dasar dedemit pemaksa” kata Mesya “terserah kau mau bilang apa, yang penting cepat cerita sekarang” kata roh pria itu “iya iya akan ku ceritakan, tapi sebelum aku cerita perkenalkan dulu namamu” kata Mesya “namaku Vino Rasaska, bisa dipanggil Vino” kata roh pria itu.


“cepatlah ceritakan sekarang” kata Vino “iya bawel, namaku Mesya dan berusia 25 tahun” kata Mesya ternyata kita beda dua tahun” kata Vino “kedua orang tua ku telah meninggal dunia karena terkena kanker” kata Mesya “kenapa kamu tidak tinggal di rumah kedua orangtuamu” tanya Vino “itu bukan rumah kedua orang tuaku kami hanya mengontraknya” kata Mesya. “Mengapa kau tak membeli rumah saja” tanya Vino “rencananya sih aku mau beli rumah sekitar kontrakan itu tapi uang tabungan ku tak cukup, karena uangnya ku pakai untuk membayar kontrak selama setahun dan hari ini adalah tenggang waktu untuk membayarnya, dan aku mencari rumah yang dapat aku beli dengan sisa uang tabungan ku tersebut danaku mendapatkan rumah ini” kata Mesya.

__ADS_1


“Dari siapa kau membeli rumahku ini” tanya Vino “hah… rumahmu” kata Mesya “iya, ini adalah rumahku, tiga tahun yang lalu aku menitip rumah ini kepada pamanku bernama Danu, karena aku mempunyai tugas di kota D terpaksa membawa anakku kesana. Kami pun sampai disana, menjalani hidup disana. Sekitar satu tahun tiga bulan kami hidup dengan baik, sehingga bencana itu terjadi” kata Vino.


__ADS_2