Suara Yang Ku Rindukan

Suara Yang Ku Rindukan
Eps 10


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu, minggu berganti minggu sudah satu bualan Mesya menempati rumah itu di temani oleh Eva, dedemit kecil Vero dan dedemit yang selalu membuat Mesya kesal siapa lagi kalau bukan Vino. Dan usaha jualan online Mesya pun berjalan dengan lancar, banyak orang memesan jualannya yang membuat Mesya, Nisa, Raina dan Edo kewalahan.


“kak, bagaimana kalau kita menambah pekerja saja kak” kata Raina “iya kak, kita kewalahan dengan pesan yang semakin hari semakin banyak kak” kata Edo “iya, kalian betul kita harus menambah pekerja minimal dua orang” kata Mesya “kak, bagaimana kalau kita buka lowongan online” kata Nisa “ide bagus tuh, kita tak perlu susah-susah membagikan brosur atau pun menempelnya” kata Edo “oke, kapan kita akan membuka lowong online itu” tanya Mesya “lebih cepat lebih baik kak” kata Raina.


“oke kalau begitu, kakak akan membuat informasi lowongan online dan link pendaftarannya, dan kalian nanti akan membantu kakak untuk menyeleksi orang yang ingin bergabung dengan kita “oke kak” jawab ketiga orang itu. Tak butuh waktu lama Mesya telah selesai membuat template lowongan kerja dan link alasan pendaftar untuk kerja serta berisi data diri “bagaimana kak, apakah sudah selesai” tanya Nisa “tinggal mengunggahnya di sosial media, dan kita tunggu saja Email yang masuk” kata Mesya.

__ADS_1


“bagaimana kalau kita menerima orang yang paling membutuhkan pekerjaan ini dengan alasan yang menurut kita itu sangat membutuhkan pekerjaan ini. Dengan begitu kita juga bisa membantu perekonomiannya, bagaimana kak” kata Nisa “iya betul banget apa yang di katakan oleh Nisa, aku setuju, tapi kita juga membutuhkan pekerja laki-laki untuk membantu Edo. Kalau pesanan banyak gini kasian Edo yang mengantar pesanan itu” kata Raina.


“oke, kalau gitu kita butuh tiga orang pekerja dua orang laki-laki dan satu perempuan, bagaimana dengan menurut kalian” kata Mesya “kita semua setuju aja” kata Raina. Mereka pun merapikan pesan pelanggan dan membungkusnya dengan rapi, mereka semua sibuk dengan kegiatan masing-masing dan suara notifikasi Email masuk membuat mereka terkejut.


Mesya pun menutup lowongan pekerjaan itu dan juga linknya, setelah itu Mesya pun kembali membungkus pesan orang. “setelah ini kita istirahat dulu sambil menyeleksi orang yang akan bergabung dengan kita, nanti kita lanjut lagi mengerjakannya” kata Mesya. Sikap Mesya yang tak memaksa pekerjanya dalam menyelesaikan pekerjaannya, tutur kata yang baik dan juga Mesya akan mentraktir pekerjanya apabila omset penjualannya meningkat serta memberikan bonus membuat Raina dan Edo betah untuk bekerja bersama dengan Mesya.

__ADS_1


Setelah selesai mengerjakan sebagian pesanan orang mereka pun istirahat sambil menyeleksi pendaftar “kak, coba lihat ini.


Nama Dodit, dia butuh kerja ini untuk menghidupi sang anak yang sedang sakit dan membutuhkan biaya untuk membayar uang perawatan anaknya di rumah sakit” kata Raina “ini juga kak atas nama Kausar umur 19 tahun, alasan untuk melamar kerja itu untuk membantu biaya perawatan ibu yang sedang sakit keras” kata Raina lagi. “kak Raina tunggu jangan scroll ke bawa dulu, caba kakak baca alasan dari Fira urutan 8” kata Nisa “Fira berusia 22, anak yatim piatu alasan mendaftar pekerjaan ini, untuk biaya pengobatan dirinya sendiri yang sedang mengidap penyakit kanker darah, bagaimana kak” kata Raina.


“oke, kita akan menerima mereka bertiga karena dari semua yang mendaftar mereka bertiga lah yang paling membutuhkan pekerjaan ini. Dan Raina kirimkan mereka bertiga panggilan kerja untuk besok dan jangan lup share lokasi kita” kata Mesya “Baik kak” kata Raina.

__ADS_1


__ADS_2