Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)

Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)
Episode 1


__ADS_3

Kota Onia...


"Jung Jong mama, kita telah sampai di kediaman sejanim mama" teriak seorang kepala pelayan di sebelah tandu. tak selang beberapa lama keluarlah seorang wanita dari dalam tandu yang megah. "Choi Sangguk, bawakan saya hadiah yang telah dititipkan wang seja, putraku", "nde mama..." ucap para pelayan mengiyakan.


kini terlihat iring-iringan rombongan besar yang tengah berjalan menuju kediaman seorang yanban, rombongan ratu yang akan meminta dan membawa seorang putri yang telah dipilih untuk kemakmuran rakyat dari keterpurukan sekian lama. putri yang akan mendampingi sang putra mahkota kelak di masa depan. harapan baru bagi rakyat yang kelelahan.

__ADS_1


"jung jong mama telah datang.." teriak seorang pelayan rumah memberitahukan kedatangan rombongan besar. dalam ruangan luas yang nampak elok, dengan hiasan ukiran bunga dan wewangian anggrek serta banyak buku-buku analek yang berjajar di rak mencerminkan bahwa keluarga ini berbudi luhur dan dapat diandalkan. "suatu kehormatan bagi kami mendapat kemurahan hati wang seja choha" ucap seorang laki-laki memuji sang putra mahkota yang jelas-jelas tidak ada saat itu.


laki-laki itu tak lain ialah ayah dari calon sejanim mama, Han Shi Ahn. "anio... menteri penasehat khusus, justru keluargaku yang beruntung mendapat putri dari langit, tentu masa depan negara kita akan cemerlang. putrimu telah meluluhkan hati wang sejaku yang beku dan pilih-pilih", "terima kasih Jung Jong mama atas kemurahan hati anda" ucap seorang gadis kecil yang nampak manis, kira-kira berusia 15 tahun. "sampai sekarang aku belum tahu namamu sejanim, kita akan segera menjadi keluarga" ucap sang ratu meraih tangan sejanim agar mendekat. "saya Han Hyo Mae jung jong mama" usap sejanim berbisik agar tidak ada yang tahu. "baiklah Hyo Mae, saya membawakan hadiah khusus dari wang seja untukmu. semoga engkau menyukainya". "terima kasih jung jong mama, semoga anda panjang umur dan sehat selalu" ucap sejanim bahagia menerima sepucuk surat yang dibungkus kain merah bersulam pita emas.


apakah putri saya, maaf maksud saya sejanim mama juga dibawa pergi hari ini, jung jong mama?" ucap Han Shi Ahn hati-hati, namapak di raut mukanya penuh kekhawatiran. "tidak menteri, saya tidak membawa sejanim hari ini. kalian gunakanlah waktu bersama saat ini. aku tidak sekejam itu memisahkan anak semanis dirinya". "terima kasih pengertian dan kemurahan hari anda, jung jong mama" ucap ayah dan anak itu bersamaan.

__ADS_1


Kota Hansia


"sejanim mama telah datang..." umum para kasim meneriaki kedatangan sejanim agar orang dalam tandu terdengar. nampak siluet seorang laki-laki muda yang gagah, walau masih terbilang remaja tapi aura yang dipancarkan membuat orang takut bersuara. "bukalah tandunya.. aku yang menyambut sejanimku" ucap wang seja dari dalam tandu. kulit bersih, dengan garis wajah tegas, bibir yang tersenyum lebar hingga mata menyipit, ya ekspresi itu hanya untuk satu orang, dia sejanim yang selalu merona dan tertunduk menyembunyikan senyumnya.


tangan kanan yang menengada itu bukan untuk meminta, ya tangan itu menengada hanya demi menyambut satu orang demi menyentuhnya. "silahkan sejanimku", "terima kasih wang seja choha" ucap sejanim memasuki tandu bersama dengan wang seja.

__ADS_1


mereka berdua nampak sedang berbahagia... senyum mengembang yang tak tahu apa rintangan yang menunggu di depan mereka.


__ADS_2