Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)

Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)
Episode 3


__ADS_3

“wang seja choha, anda makanlah agar lekas sembuh” ucap seorang dayang dan kasim diluar istana Timur. “bagaimana aku bisa makan, jika kuburan ayahku belum kering. Bagaimana aku bisa minum jika dua wanita dalam hidupku direnggut paksa” ucap wang seja hampa.


 


Mengikuti pandangan wang seja yang menatap langit. Abah mama apa anda tenang di alam surga? Kenapa tak


mengajak aku? Aku sebagai anak telah gagal. Jung jong mama anda dimana? Apa anda marah dan tak mau melihatku? Sejanimku.. sejanimku aku salah sudahn membunuhmu. Akh...!!!


*********


3 bulan kemudian......

__ADS_1


“wang seja... wang seja.. wang seja choha” terngiang panggilan seorang wanita, membuat seorang laki-laki terbangun di tengah malam, “hosh..hosh..hosh” kriek.... “anda baik-baik saja Choha” ucap seorang kasim mendatangi laki-laki yang terbangun itu. “anda nampak tidak baik, anda berkeringat dingin” ucap sang kasim menyeka keringat.


Laki-laki itu terbangun buru-buru “ho! Aku berkeringat karena disini pengap! Dasar tidak mengerti.” Ucap laki-laki itu marah. “terlebih lagi, berkeringat dingin hanyalah bagi orang yang lemah dan merasa bersalah. Apa kau menuduhku sebagai calon raja yang lemah kasim Chin” hardiknya kaku.


“saayaa undur diri dulu wang seja Choha” ucap kasim tidak berani menatapnya lagi.


Kini laki-laki itu sendirian, melihat bulan dari cela-cela jendela kayu. ‘benarkan sejanimku. Aku yang seperti ini benarkan.’ Tatapnya pada bulan mengandaikan seseorang yang jauh entah dimana.


***************


“hidup negeri Ju Ye”, “panjang umur raja, sejahtera bagi keluarga anda” banyak pujian-pujian bersaut-sautan pada dua sosok yang duduk di kursi pelaminan. Mereka diagung-agungkan layaknya utusan langit, sinar yang menghangatkan alam.

__ADS_1


Perayaan, pesta, berjalan sangat lancar dan meriah. Iring-iringan rombongan dan aneka hidangan hilir mudik ditengah kegembiraan para rakyat.


“terima kasih raja baru, cheona yang agung” ucap seorang laki-laki berpakaian mewah berdiri dihadapan dua mempelai. “bukan apa-apa, andalah yang meletakkan saya diposisi ini. Kedepannya jangan menyalahkan saya ayah mertua” ucap sang raja tanpa ekspresi.


“walau kau raja, aku adalah ratu jika kau berani bertindak lebih pada ayahku, jangan salahkan aku yang tak mau meneruskan keturunanmu dan kau telah bersumpah dihadapan kuil bahwa pernikahan ini tunggal tanpa ada selir di kehidupanmu. Jadi pertimbangkanlah raja baru” ucap sang ratu tertawa puas merasa dirinya menang


telak.


Digenggamnya tangan sang ratu oleh raja dan tertawa. Orang yang memandang mereka tentu dianggapnya kedua orang ini pasangan yang cocok. Hidup langgeng dan bahagia.


Malam hari...

__ADS_1


“kasim Chin suruh penasehat istana mencari tanggal terdekat malam penyatuan pernikahanku.”  Ucap raja dingin. “tentu Cheona. Anda akan segera memperoleh hasilnya besok pagi” ucap sang kasim yang ditinggal raja berlalu pergi.


Ah ba Mama apakah keputusanku salah ?, sejanim apakah kau belum bereinkarnasi ? aku hanya ingin menyandingmu. Kenapa harus tubuh wanita lain yang ku sentuh. “ahhhhhh!!!!!” teriak sang raja di kamar pribadi yang gelap gulita. Marah.


__ADS_2