Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)

Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)
episode 7


__ADS_3

“Eun Cha Nian, boleh aku membantumu ?” ucapku mengambil ranting-ranting yang berjatuhan.



Krasak... klek...



“awas, hati-hati” ucapnya segera melompat dari pohon meraih ranting yang hampir menimpa Hyo Mae.



“fyuh... untunglah” ucap Hyo Mae menghela nafas.



Tatapan mereka bertemu. Membuat keduanya canggung



“kau bergelatungan seperti ini atau mau makan siang dahulu?” ucap Hyo Mae menjitak dahi Eun Cha Nian dan berlari memasuki rumah.



“Hyo Mae awas kau ya..” geram Eun Cha Nian, hatinya sedikit berbunga seakan sari-sari bertaburan siap mekar di dadanya.



“ajumma.. biarkan aku membalas kelakuan Hyo Mae. Dia sudah kurang ajar padaku” ucap Eun Cha menghadap Jung Jeong Mama tempat Hyo Mae bersembunyi.



“tidak..tidak. aku tidak sengaja kan eomoni” keluh Hyo Mae manja.



“sudahlah. Kalian sudah dewasa tidak perlu seperti ini” tegas Jung Jeong Mama menengahi.



“tak ada makanan untuk kalian. Cepat berdiri” sambungnya menyuruh Eun Cha dan Hyo Mae berdiri dipojok meja makan.



Nasi, kuah kaldu, acar timun dan lobak, ikan asap dilahap sendiri oleh jung jeong mama



“ahhh, eomoni sisakan untukku.” Keluh Hyo Mae



“biar Eomoni biarkan dia kelaparan ha..ha..ha” ejek Eun Cha



“kau yang kelaparan Eun Cha pabo”



“kamu saja yang kelaparan, aku tidak akan belanja lagi bahan makanan untukmu, cerewet”



“kau yang kelaparan, jika aku tidak masak”



“aku bisa makan di kedai”



“aku bisa masak makanan aku sendiri”



Brak.. meja dipukul keras



“diam!!! Tidak ada makanan, tidak ada bahan untuk di masak. Tidak ada yang dimakan oleh kalian. Mengerti?!” bentak jung jeong mama jengkel.



“eomoniii ahh jangan begitu dong... aku kan anakmu, ku mohon ya? Sedikit saja” rayu Hyo Mae.


__ADS_1


“jika kalian setelah ini bisa mendapat ikan untuk makan malam mungkin aku bisa membantu kalian” tegas Jung Jeong mama.



“yeee, eomoni”



“ye ajumma”



Ucap keduanya beranjak pergi.



Di sungai perbatasan desa.



“haihh bagaimana ada ikan siang terik ini?”


“shhh, diamlah cerewet”



“ini gara-gara kau Eun Cha. Aku sudah lapar tau”


“itu ada banyak air sungai. Kau bisa meminumnya sampai kenyang, he..hee”



“hu!”



Byur....



“sana! Rasakan air sungai sampai kenyang Eun Cha pabo, wekkk”



Splashhh.. splash..




“itu belum cukup Hyo Mae! Lihatlah aku basah karenamu”



Woo...wooo..wooo..byur



Ditariknya kaki Hyo Mae hingga terpeleset ke sungai



“kau membuatku basah kuyup”



“kita impas!”



“tidak! Aku akan buat perhitungan”



“siapa takut” tantang Eun Cha tersenyum licik



“siapa yang bisa mendapat ikan pertama kali dia yang menang”



“sepakat!”



30 menit kemudian.......

__ADS_1


“itu ikannya!”



“tangkap Hyo Mae jangan bicara saja”



“aku..aku...aku menangkapnya”



Byur!



“ck..ck..ck... tidak hanya cerewet tapi ceroboh juga ya, kebodoanmu paket komplit ternyata”



“aku tidak bodo! Kau yang pabo”



“mana? Kalau kau pandai sekarang mana ikannya?”



dibukanya tangan yang menelangkup.. kosong


“ha...ha..ha.. penilaianku benarkan”



“chang gama.. ada yang bergerak dibalik chimaku.. uaaaa”



“tenang Hyo Mae, diamlah” ucap Eun Cha memasukkan tangannya ke dalam chima



Kcipak..kcipak... wushhhh



Ikan dengan ukuran besar


“woa... ikan brengsek! Bersembunyi di balik pakaian. Kau begitu besar dan akan jadi makanan lezat untuk kami”



“dasar mesum!”



“hei aku sudah membantumu. Kenapa kau berkata aku mesum?”



“iya..iya tapi kau tetap saja laki-laki! M.e.s.u.m!”



“aku mesum?” tantang Eun Cha meraih wajah Hyo Mae mendekat



Tuk...



“aww...” dibenturnya dahi Hyo Mae dengan kepala Eun Cha



“pikiranmu yang mesum Hyo Mae! Toh, kau memakai pakaian berlapis-lapis. Hanya chima yang ku masuki juga tak melihat apa-apa! Ha...ha...ha” ledek Eun Cha.



"setidaknya pikirkan perasaanku! lihatlah aku sebagai wanita. apa kau tak bisa menghargainya?" teriak Hyo Mae jengkel



melihat ke belakang ke arah Hyo Mae "aku Eun Cha Nian bisa kah kau memandangku sebagai laki-laki yang punya perasaan Hyo Mae-ssi?"


***************

__ADS_1



__ADS_2