Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)

Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)
Episode 5


__ADS_3

“cheona, itu ada alas, kasur bersulamkan poenix, kita bisa disana” ucapnya mendorongku


“cih. Berdebah dengan itu. Kau bukan orang yang patut aku taruh disana. Bersyukurlah tubuhku masih mau menyentuhmu.” Ucapku sebal. Melihat bahunya ada bekas gigitan merah. Ku buka paksa hanbok yang dikenakannya. Banyak bekas cumbuan di perut dan dadanya.


“cheona, mari kita bermesraan dulu. Kita bercengkrama memadu kasih” rayu dirinya berbisik di telingaku. Darahku seakan mendidih, aku ditipu sial. Bagaimana mungkin wadah penerusku bukan orang yang diteladani rakyat.


“cheona tolong... ah.. cheona jangan kasar padaku” teriak dirinya kesakitan. Suaranya membuatku semakin muak. Hanya erangan yang dibuat-buat. Dasar kau, akan ku buat perhitungan.


Dalam temaram cahaya lilin, lubang itu nampak basah. “hari ini dengan siapa saja ?” tanyaku berbisik ditelinganya.


Tubuhnya menegang tak mempedulikan ucapanku. Didekatkannya bibir yang penuh dengan pemerah buatan itu padaku. “anda tak berpengalaman cheona” ucapnya menggigit sudut bibirku. Terasa hampa bagiku.


“kalau tidak manis, kenapa masih berucap manis ratu. Kau hanya penuh tipu daya” ucapku mencengram bahunya.


Wanita didepanku membuatku hilang rasa, aku harus mengotori tubuhkah.


Ku pejamkan mata ‘sejanim jangan maafkan perbuatanku’ batinku dan ku tenggelamkan tubuhku pada bagian tubuh ratu.


Anganku hanya mengingat wajah senajim pilihanku. Ucapannya, tatapannya padaku, senyumnya dan ekspresinya saat bercengkrama denganku. Hanya itu yang membuatku berhasrat.


“tak suka tapi mau ya?” ucap seseorang di depanku. Sekejap angan saat ku menutup mata buyar. Hanya tersisa kebencian dan saat-saat perpisahanku dengan sejanimku. Ku tarik paksa diriku menjauhi tubuh wanita di depanku.

__ADS_1


“anda manusia atau iblis cheona ? tidak bisakah melihatku sebagai wanita?” ucap dirinya merintih.


Nafasku memburu. Cengramannya di dadaku terasa kuat “kau melukaiku itu penghianatan” ucapku menarik tangannya menjauh dari tubuhku.


Ku tarik paksa pakaiannya. Terkoyak. Tubuhnya penuh dengan cumbuan. “cih.. pakaian kehormatan tapi dalamnya hanya bekas gigitan orang lain. kau menipuku” ucapku marah.


“anda hanya raja yang dikendalikan ayahku. Hanya raja boneka untuk apa minta yang lebih.” Ucapnya mendorongku menjauh.


Ku lihat pisau buah yang tergeletak. “walau aku raja boneka, setidaknya bisa memberimu yang lebih sebagai pria” ucapku memanaskan pisau menuju tungku penghangat.


“kau akan seperti ini atau hanya ini terakhir kali” ucapku memberi penawaran, dia hanya terdiam.


“hari ini, cukup kau menipuku. Ku harap jika kau memintaku mencari hari penyatuan kamar ingatlah kenangan dariku” ucapku mengambil jubah dan pergi menjauh.


************


3 bulan kemudian..


“cheona...cheona... selamat cheona. Ratu hamil. Langit memberkati anda dan kerajaan ini” ucap tabib yang memeriksa kediaman ratu.


Pintar juga kau ratu. Hanya sekali saja bertemu denganku bisa membuatmu mengandung penerus tahta ini. Cih. Itu pasti bukan darah dagingku.

__ADS_1


“ya.. rawatlah dan bagikan manisan pada para pelayan istana” ucapku berpura senyum.


Dalam kamar raja


“sejanim apakah aku terlalu hina hingga kesucian wanitapun tak pantas aku dapatkan. Apa kau mengutukku sejanim.” Ucapku menatap surat pemberian sejanim yang mulai memudar.


apa aku salah jika menyetujui pernikahan ini Jung Jeong mama


apa aku salah jika ah ba ma ma kalah perang dan demi menyelamatkan rakyat aku menikahi putri pemberontak itu.


Rakyat yang aku bela mengutuki aku


Ratu yang mendampingiku bercumbu tanpa sepengetahuanku.


Hanya tubuh raja ini yang tersisa untukku.


Apa yang bisa ku rengkuh


Mulai saat ini ku tutup hatiku


***************

__ADS_1


__ADS_2