
(20 tahun yang lalu...)
“jung jeong mama... aku boleh memanggil anda hanya sebutan mama..?”
“kenapa wang seja..?”
“aku tidak suka. Kitakan ibu dan anak kenapa harus formal”
“wang seja ku. Hwon Im, kau punya nama yang indah nak. Tapi kau lihat atap langit istana ini..?” ucap sang ibu menunjuk langit-langit bangunan
“banyak kayu yang menyangga mama”
“bukan hanya menyangga. Itu juga penyokong atau kepentingan bersama. Atap-atap yang ada diatasnya walau ada di atas tapi mereka rapuh tanpa sokongan dibawahnya”
“aku tidak mengerti ma..”
“suatu saat kau akan mengerti nak. Atap yang tidak sama dengan garis penyokongnya hanya akan tergelincir jatuh. Walau aku ibumu, dan kau darah dagingku. Ungkapan ibu dan anak tidak akan dimengerti oleh mereka. Sokongan banyak oranglah yang terpenting. Cukup memandang aku jung jeong mama dan kau wang seja, tanamkan nak. Cukup menjadi dan berjalan digaris itu” ucap sang ibu membelai anak dipangkuannya yang mulai terlelap.
Flashback end
_____________
Datanglah..datanglah...
Apakah kau datang jika aku meminta?
Pergilah...pergilah....
Apakah kau pergi saat ku minta?
__ADS_1
Kenapa kau datang saat ku pergi
Kenapa kau pergi saat ku baru datang
“kau bergumam apa Hyo Mae? Sepagian hanya duduk di depan kuil rumah” tepuk eomoni membawakan baki makanan.
“anio... eomoni hanya gumaman nyanyian”
“kalau begitu kau bisa sarapan sekarang dan ikut aku kan Hyo Mae?”
“ye”
30 menit berlalu......
“eomoni kenapa kembali ke kediaman ini..? lihatlah tanah ini tak terurus sudah banyak orang tidak lewat sini” ucap Hyo Mae tertegun melihat pekarangan rumah tuan Nian yang terbengkalai.
“eomoni...?” bisik Hyo Mae tak mengerti
Dikeluarkannya kotak hitam dan menyembunyikannya dibalik baju.
“cepat bereskan lagi Hyo Mae kita bicarakan ini dirumah” ucap eomoni buru-buru menutup kembali lubang tanah bekas galian.
Hoss....
Hoss.....
Fyuhhh...
__ADS_1
“ambilkan aku air Hyo Mae, aku lelah sekali” ucap eomoni merebahkan diri di dalam gubuk hutan kediaman mereka.
“eomoni jika anda tau kalau kediaman tuan Nian dekat kenapa jalan memutar?”
“kau harus menghilangkan jejak Hyo Mae. Orang-orang yang punya maksud pada kita tidak mudah melepas begitu saja”
“anda minumlah eomoni” ucap Hyo Mae menyerahkan kendi dan cawan minum
Ditatapnya perempuan yang menjadi sosok ibu baginya selama ini. kejadian hari ini bukan seperti seorang ibu yang hanya berlari bersama anaknya. Tapi seperti seorang tahanan yang dikejar waktu.
Bagaimana mungkin ratu negeri ini, ratu yang sangat disegani dan dipuji rakyatnya menjadi pribadi yang tak berdaya seperti ini.
Air yang diminum langsung dari mulut kendi seakan bukan seperti pribadi ratu yang penuh keanggunan seperti selama ini yang dikenalnya. Apakah status seseorang juga merubah kebiasaannya.
Peluh keringat yang bercucuran, nafas yang tersengal-sengal karena capek berlarian apakah seperti itu ratu yang tidak bisa menyembunyikan perasaan.
‘eomoni, bagaimanapun anda adalah ratu kenapa menjadi seperti ini’ batin Hyo Mae tertegun.
“kau menatapku seperti ingin mengusirku saja Hyo Mae”
“mana berani eomoni. Aku heran saja. Anda tiba-tiba seperti ini setelah lima tahun kebakaran itu”
“justru ini waktu yang tepat Hyo Mae. Kau tak tau kah?”
__ADS_1
Hyo Mae hanya menggeleng pelan.