Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)

Sui Luo Shi Chu (air surut batu kan nampak)
episode 13


__ADS_3

“justru ini waktu yang tepat Hyo Mae. Kau tak tau kah?”



Hyo Mae hanya menggeleng pelan.



“saat tengah malam nanti kau akan tau nak” janji eomoni meyakinkan.



Kok..kok....kokk..kokkkk



Terdengar lengkingan ayam jantan saat tengah malam



Hyo Mae yang baru saja mengurai kepangan rambutnya tersadar bahwa suara itu berasal dari dapur gubuk ini.



Tap..tap.... langkah hati-hati Hyo Mae hanya menatap dalam diam. Eomoni, seorang ratu negeri ini yang dahulunya dihormati nampak tega menyembelih ayam.



“siapa disana..?” tanya eomoni mengagetkan


Hyo Mae pun tersungkur dengan wajah penuh keringat



“oh.. kau nak. Kemarilah” ucap eomoni melambai. Tangannya penuh dengan darah ayam.



Hyo Mae yang mendekat kini melihat jelas darah ayam segar itu sengaja dikumpulkan dalam baki hitam.



“ayam ini bisa buat sarapan nanti pagi. Sudah lama aku tidak makan daging. Buatlah sup nanti didihkan air.” Ucap eomoni menyerahkan ayam pada Hyo Mae dan membawa pergi baki darah menuju pekarangan.



“ye eomoni” jawab Hyo Mae yang masih tertegun.



Kejadian tadi tak menjadi hal yang harus dipertanyakan, pikir Hyo Mae.



3 hari kemudian...



Saat hyo Mae membersihkan kebun sayur diujung pekarangan nampak tali berwarna merah menyembul dari tanah. Dihampirinya dan digalinya tanah itu.



“jangan!!!” ucap eomoni meraih tangan Hyo Mae agar berhenti.



“eomoni..? ini untuk apa..?”

__ADS_1



Eomoni hanya tersenyum sembari meninggalkan Hyo Mae tanpa jawaban.



Lain hari Hyo Mae yang sedang menjahit pakaian dihampiri eomoni yang tiba-tiba terbangun “Hyo Mae sekarang bulan apa..?”



“ini pertengahan bulan musim gugur eomoni. Apa terlupakan sesuatu..?”



“tidak. Kau lekaslah tidur” perintah eomoni bangun dan pergi menuju kuil rumah.



Cring...cring.....



Terdengar suara lonceng beriringan mantera yang dilafalkan dengan khidmat.



Hyo Mae pun hanya mendengarkannya dari balik pintu ruangan, dalam pikirannya banyak sekali pertanyaan terlintas tapi dia tak sanggup mengawali pembicaraan dengan sang ratu.



Hampir 3 bulan kejadian demi kejadian janggal seakan kini menjadi sesuatu yang lumrah.



Hyo mae seakan sudah tidak mau berkutat dengan kecurigaan pada sang ratu. Baginya kini hanya ada sosok ibu yang harus dihormati dan tempat berbakti.




Walaupun keduanya usai pulang dari tempat kejadian tragis tuan Nian namun tidak ada lagi yang mengacau atau orang yang mengincar mereka. Mungkin ini berkat eomoni, batin Hyo Mae.


*************



Usai seminggu kemudian, awal tahun baru saat musim dingin... Hyo Mae yang baru kembali dari perkampungan sebelah terlambat pulang.



Karena salju yang lebat membuat dirinya harus memperlambat langkah mengambil jalan pintas melalui area kediaman tuan Nian. Akan tetapi, tepat dibawah pohon-pohon besar yang menghubungan gubuknya dengan jalan rahasia arah kediaman tuan Nian nampak seorang manusia terbaring hampir tertimbun salju yang turun.



Hyo Mae yang takut ingin segera kembali memutar arah, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara minta tolong...



“siapapun tolong... aku harus selamat. Tolonglah” suara yang lirih ditengah dinginnya salju yang turun lebat.



Hyo Mae mendekat memberanikan diri, dan melentangkan sosok itu yang ternyata seorang namja. Tangannya menggenggam stempel khas kerajaan



‘apa dia pencuri?’

__ADS_1



‘apa aku akan terlibat’



“aku tak boleh mencampuri urusan kerajaan” ucap Hyo Mae bangkit ingin kabur



“tunggu” ucap namja itu memegang kaki Hyo Mae



“aku akan berterima kasih. Tolonglah aku aku tidak boleh mati” ucap sang Namja bangun tertatih.



Sebelah pundaknya nampak luka yang lebar menganga



‘apa dia penyusup yang kabur’ batin Hyo Mae



“jika kau terluka ini akan memberi jejak pada kita” ucap Hyo Mae enggan meneruskan perjalanan dengan namja itu.



“bukankah itu sungai..?” tanya namja menunjuk lapisan es yang ternyata sungai yang hampir membeku



Dilepaskannya pakaian yang berlumur darah


“buanglah ini kedalam sungai” perintahnya



“ini hanya akan membuatmu sakit. Bagaimana kau bertelanjang dada ditengah salju ini..?” ucap Hyo Mae khawatir.



“lekaslah. Aku bisa menahannya” ucap sang namja.



15 menit berlalu...



Perjalanan yang terasa panjang walau sebenarnya gubuk yang dituju sudah hampir dekat.



Tubuh namja itu kebiruan, Hyo Mae yang tidak tega terpaksa merangkul sebelah tubuh namja yang terluka



“masuklah kita berbagi mantel” ucap Hyo Mae melepas mantel dari tubuhnya dan menjadikan mantel tudung berdua.



“siapapun kau. Kau wanita yang berbeda, hangat” ucap sang namja


__ADS_1


“aku sudah bersuami” jawab Hyo mae menguatkan batinnya, bagi Hyo Mae dirinya hanya milik wang seja yang jadi raja saat ini.


__ADS_2