SUKSESNYA ANAK TUNANETRA

SUKSESNYA ANAK TUNANETRA
BAB 10


__ADS_3

 Enam bulan kemudian kini Nabila sudah bekerja di perusahaan ibu Rosita di bagian asisten manager pemasaran sambil berkuliah di bidang management dan bisnis,sementara Anisa yang sudah lulus tes untuk menjadi polwan kini juga telah di tempat tugaskan di kotanya sendiri sembari berkuliah di sela sela tugas menjadi polwan.


Untuk uang yang di berikan dari komandan Ardi kini sudah di gunakan untuk merenovasi rumahnya,serta membuat panti pijat yang lebih besar lagi yang tepat berada di samping rumah barunya.


Tujuan pembuatan panti pijat itu tak lain untuk membantu teman-teman orang tua agar bisa mendapatkan pekerjaan,dan juga di sediakan kamar tidur untuk menginap teman orang tuanya.


Di panti itu tidak semua biaya di tanggung oleh keluarga pak Danang dan ibu Sarah melainkan ada beberapa donatur yang ingin membantu dan menyisihkan uangnya untuk di salurkan ke disabilitas tunanetra.


Di panti itu juga ada semacam sekolah pijat khusus untuk tunanetra dan ada beberapa fasilitas lainnya.serta sudah mempunyai izin dari dinas sosial setempat.


Sementara di rumah pak Danang dan ibu Sarah juga ada pembantu yang bekerja di rumahnya,dan pak Danang juga masih ikut bekerja di panti pijatnya atau kini sudah bisa di katakan asrama untuk tunanetra.dan sesekali ibu Sarah juga ikut berkerja karena di asrama ada 20 kamar untuk pijat karyawan.


Sementara karyawan yang bekerja di panti itu 10 orang sisanya murid panti asrama berjumlah 25 orang,untuk makan dan minum juga sudah ada karyawan di bagian dapur,serta guru yang sudah profesional.


Di malam hari keluarga pak Danang kini sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam yang sudah di sediakan oleh pembantu rumah tangga,dan juga para pembantu ikut makan bersama di meja tersebut,itu atas perintah oleh Nabila dan Anisa bahawa di dalam rumah itu harus makan bersama tidak ada yang membedakan satu sama lainya.


pembantu yang bekerja di rumah pak Danang merasa senang karena majikannya tidak saling membedakan satu sama lainya.selesai makan kini Nabila dan Anisa juga tak segan membatu mencuci piring atau gelas bekas di gunakan untuk makan,awalnya sang pembantu menolak karena itu sudah menjadi tugasnya,namun dengan tekat Nabila dan Anisa tak ingin pembantunya merasa kecapekan maka Nabila dan Anisa membatu juga.Selesai mencuci piring Anisa dan Nabila kini tengah berada di kamar tidurnya masing-masing.


Di pagi hari Anisa yang hari ini libur tugas sebagai polwan dan juga ada jadwal kuliah sudah bersiap untuk pergi ke kampusnya, sementara Nabila juga sudah selasi bersiap untuk bekerja di perusahaan milik Bu Rosita sudah berada di meja makan.


Sementara pak Danang dan ibu Sarah juga sudah berada di meja makan,untuk pembantu,tukang kebon,sopir, serta satpam yang berjaga juga sudah berada di meja makan,hal seperti ini sudah di tanamkan sedari dulu waktu pak Danang keluarga menempati rumah ini.


Setelah semua selesai sarapan pagi,Nabila kini ingin berpamitan untuk berangkat kerja,dan Anisa juga berpamitan untuk pergi kekmapusnya.


"pak Bu Nabila berangkat kerja dulu ya" seru Nabila pada orangtuanya sambil bersalaman dan mencium tangan keduanya secara bergantian


" pak Bu Anisa juga mau berangkat ke kampus ya,nanti aku pulangnya agak sore soalnya ada tugas dari kampus buk" seru Anisa.


Selesai berpamitan Nabila dan Anisa kini pergi ke garasi untuk mengambil kendaraan,Nabila yang bekerja menggunakan mobil pemberian dari ibu Rosita, sementara Anisa juga menggunakan mobil yang di beli oleh kakaknya untuk pergi ke kampusnya.


Anisa kini sudah berada di dalam mobil dan ia menyetir sendiri tidak di antarkan oleh sopirnya.tak berapa lama Anisa sudah sampai di kampusnya tepat pukul 08:30,ia datang lebih awal dari jadwal kuliahnya,kini Anisa sedang memakirkan mobil nya di parkiran yang telah di sediakan pihak kampusnya.


Sementara Nabila yang sudah sampai di kantor ibu Rosita,ia langsung pergi ke ruangannya guna mengecek perkejaannya seperti biasanya ia lakukan selama ini.


Tepat pukul 12 siang di halaman kampus Anisa kuliah ada sebuah keributan antara mahasiswa dan preman di sekitar kampus itu.


Anisa yang baru saja selesai mata kuliahnya kini masih berda di dalam kelasnya,kini ada beberapa mahasiswa yang sedang melawan para preman itu,dan Anisa yang mendengar keributan di area kampus langsung ikut turun untuk melihat,tapi sebelum itu Anisa sudah dapat kabar dari atasannya bahawa ia di suruh untuk melerai keributan di kampusnya sebelum polisi datang.


" ada apa kak" tanya Anisa pada sang senior kampus

__ADS_1


" itu dek ada seorang mahasiswa yang mencari masalah sama preman dan mengajak mahasiswa lainnya." jawab Kakak kelasnya


" apa sudah ada yang melapor ke dosen,atau ke polisi kak" tanya Anisa


" kalau dosen sudah kemungkinan kalau lapor kepolisian sudah di laporkan sama dosen juga dek" jawab Kaka kelasnya


,aku akan mencoba melerai keributan itukak "


" kamu yakin dek "


"insya Allah yakin kak"


Kini Anisa langsung maju kedepan diantara para preman dan mahasiswa yang sedang bekelahi.anisa yang notabene seorang polwan kini sedang membatu temannya.


Anisa yang melawan 3 orang preman dengan tenangnya berhasil menaklukkan preman denagan mudahnya,para mahasiswa yang tidak ikut pun langsung menangkap serta menali tubuh preman yang sudah dikalah oleh preman.


" setop " seru Anisa


" bang kalau memang ada masalah sebaiknya di selsaikan dengan baik-baik bang jangan pakai keributan seperti ini bang"


" heh cewek jangan sok jadi pahlawan loe,mending tidur temenin gua semalam" jawab ketua preman


" gini aja bang loe duel sama gua kalau loe Menang gua lepasi kalau loe kalah harus terima hukuman penjara bang,berani ngk" ucap Anisa yang menantang preman


" ok siap takut "


Kini preman ingin menyerang Anisa namun sebelum itu mengenai tubuh Anisa,Anisa pun bisa menghindari nya,saat preman itu lengah Anisa dengan segera mengunci bagian tangan dan di tarik ke belakang agar preman itu tidak bisa gerak.


" oi loe pada jangan diem saja, bantuin gua Napa" seru preman yang di tangkap sama Anisa,


Kini ada 3 orang yang ingin menyerang Anisa namun Anisa bisa menghindari dan langsung menjatuhkan ke tiga preman itu,


" jangan ada yang bergerak,gua petugas kepolisian" seru Anisa sambil memperlihatkan kartu identitasnya ke preman .


sementara teman yang tadi di ajak ngobrol sama Anisa terkejut saat melihat Anisa adalah seorang polwan.


" pantesan dia berani sama preman, ternyata dia polwan,dan mempunyai beladiri yang bagus juga" seru beberapa mahasiswa serta para dosen dan dekan yang ada di kampusnya.


Tak berselang lama kini komandan Ardi sudah datang di kampus Anisa, langsung menangkap para preman yang telah di kalahkan sama Anisa tadi.

__ADS_1


Setelah semua preman tersebut di angkat ke dalam mobil kepolisian kini komandan Ardi langsung menemui Anisa,Anisa yang melihat komandan Ardi ingin datang ke padanya langsung memberi hormat ke komandan,dan komandan menyambut hormat nya juga.


Semua mahasiswa dan yang lainya merasa lega ketika para preman itu sudah di amankan oleh kepolisian,kini Anisa sedang berbicara sama komandan Ardi.


" apa kamu tida kenapa Napa nak" tanya komandan Ardi pada Anisa


" tidak komandan" jawab Anisa


sementara dosen dan dekan yang melihat Anisa sedang berbicara dengan komandan Ardi kini mulai berjalan menuju ke koamdan Ardi dan Anisa.


" nak kamu tidak kenapa-kenapa kan" tanya dekan ke Anisa


" tidak kenapa-kenapa pak" jawab Anisa


" ya syukurlah "


" terimakasih nak Anisa telah membantu permasalahan ini" seru dekan


" iya pak sama-sama"


Kini dekan juga mengucapkan terimakasih ke pihak kepolisian yang datang tepat waktu sebelum adanya korban.


" mohon maaf komandan,apa komandan kenal dengan mahasiswa saya ini" tanya dekan


" saya sudah lama kenal sama Anisa ini pak,bahkan Anisa ini sudah saya anggap seperti anak saya sendiri pak" jawab komandan


" oh pantesan,berdua seperti sudah akrab" jawab dekan


" ya sudah pak saya pamit dulu pak,mau mengurus preman itu" seru komandan Ardi


" dan saya meminta agar mahasiswa yang terlibat keributan ini nanti saya bawa terlebih dahulu untuk di mintai keterangan di kantor polisi pak" seru komandan Ardi


" iya komandan siap" jawab dekan


" saya nitip anak saya anisaa ini pak" seru komandan


" emang saya barang apa komandan main nitip nitip segala" canda Anisa pada komandan dan membuat dekan dan rektor itu tertawa.


MOAHON DI BANTU PARA AUTHOR SEMUANYA LIKE KOMENTAR NYA.

__ADS_1


__ADS_2