
Tepat pukul sepuluh malam pak Danang,Bu Ratna,Anisa dan Nabila pun pergi ke kamarnya masing-masing untuk tidur karena besok bisa bangun pagi juga.semetara itu Andre dan susi sudah sedari tadi jam sembilan pamit untuk tidur duluan karena besok bersekolah.
Di pagi hari nya seperti biasanya Nabila dan Anisa bangun lebih pagi untuk memasak setelah selesai sholat subuh tadi.susi yang mendengar suara dari dapur tampak berisik Susi pun segera bangun untuk melihat dan membatu Nabila dan Anisa memasak.
" pagi kakak cantik" seru Susi
" pagi juga dek,kamu udah bangun dek" tanya Nabila
" sudah kak" jawab Susi
" apa sudah sholat subuh dek" tanya Anisa
" lagi halangan kak" jawab Susi
" ohh gitu" jawab Anisa
" mana kak yang bisa Susi bantu kak" tanya Susi
" kamu buatkan minum saja dek, tuh airnya sudah mau matang juga" seru Anisa
" siap kak, seperti bisa kan kak" tanya Susi
" iya dek,bapak sama Andre kopi, ibu, sama kita berdua teh,kamu mau minum apa buat sendiri sek" seru Anisa
" aku mau susu putih ada ngk kak" tanya Susi
" coba kamu cek di lemari situ dek,masih ada tidak dek" jawab Anisa
Kini Susi pun melihat isi lemari setelah itu ternyata masih ada susu,Susi pun langsung meracik susu,dan kopi serta teh.
selang berapa menit air untuk membuat minum sudah matang,Susi pun menuangkan air ke gelas yang sudah di isi dengan gula dan teh sama kopi.setelah itu Susi segera membawa minum itu ke rmeja makan.
Setelah semua selesai membuat sarapan pagi,Anisa Nabila dan Susi pun kembali ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju kerja serta sragam sekolah SMPnya
Satu jam kemudian semua sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi.
" dek sekolah yang rajin ya dek, insyaallah kalau kamu mau kuliah kita akan biayaiin dek" seru Nabila
" iya kak" jawab Andre dan susi
__ADS_1
". tapi kalau bisa kamu dapet beasiswa juga lebih bagus dek besok kalau lulus" seru Nabila
" iya kak aku akan usaha kan kak" jawab Susi dan Andre
Andre yang sedari duduk bangku SMP selalu ringking satu,sebelum pindah sekolah yang dekat dengan asrama panti,Susi pun sama seperti Kakanya juga selalu rangking satu di sekolahan.
Sebetulnya saat Susi dan Andre ingin mengajukan surat pindah,para guru sempat menolaknya karena Andre murid yang rajin,sama seperti Kakanya Susi juga sempat tidak di setujui oleh gurunya sampai kepala sekolah datang ke asrama panti.
Tetapi ibunya Andre dan susi bisa menyakinkan kepala sekolah akhirnya kepala sekolah dengan berat hati melepas murid yang selalu rangking satu di sekolahnya itu.
Setelah semua selesai sarapan pagi Andre dan susi berangkat ke sekolah dengan di antar Anisa sekalian berangkat kerja ke kantor polisi,nanti pulangnya naik angkot atau naik ojek online.
Untuk uang sakunya setiap Minggu Anisa dan Nabila memebirikan uang,serta Bu Ratna pak Danang serta ibunya juga jadi untuk masalah uang saku tidak kurang apapun.
Tepat jam delapan Nabila sudah sampai di kantornya kini ia telah berada di ruangan bersama melati yang diangkat jadi karyawan staf bersama Nabila.
Sementara di ruangan Bu rosita ada beberapa orang yang sedang berdiskusi tentang hasil penyelidikan keluarga Tiara.
" pak Dani bagaimana hasil penyelidikan anak buah kamu pak" tanya Bu Rosita
" ini Bos hasilnya" jawab pak Dani sambil menyerahkan berkas serta beberapa foto sebagai bukti
" jadwal hari ini jam 1 ada meeting dengan klien di cafe jalan Sadewa Bu, setelah itu kosong Bu" jawab pak Dani
" baik terimakasih, kamu bisa kembali ke ruanganmu lagi,nanti sehabis jam makan siang panggil saya ya pak" seru Bu Rosita pada pak Dani
" baik Bu,kalau begitu saya permisi dulu" seru pak Dani pada Bu Rosita
" iya silahkan pak" seru Bu Rosita
kini Bu rosita tengah membaca berkas yang di berikan oleh pak Dani tadi tentang kehidupan keluarga Tiara.
" Tiara Agustin anak tunggal dari almarhum bapak Junaidi dan ibu Septi pernah menempuh bangku kuliah di universitas harapan dengan predikat cumlaude,sekarang sedang mencari pekerjaan setelah kontrak kerja habis di sebuah mall" seru Bu rosita
Setelah semua selesai di baca Bu rosita pun memanggil bagian hrd untuk mencari solusi tentang penerimaan Tiara sebagai resepsionis yang baru guna menggantikan melati yang jadi staf.
Di ruangan Nabila,melati yang sedang mempelajari berkas-berkas yang di berikan oleh Nabila kini sedang bingung dan memutuskan bertanya kepada Nabila bagian yang belum dimengerti.
" Bu Nabila saya ingin bertanya tentang ini sama ini Bu,saya belum paham" seru melati
__ADS_1
" oh yang ini.....Nabila pun menerangkan secara rinci dan jelas kepada melati, sementara melati yang mendengarkan sudah sedikit lebih paham.
" giman Mel" sudah paham kan sekarang" seru Nabila
" sudikt Bu" seru melati
" ya sudah nanti di pelajari lagi,jika masih belum paham bisa tanyakan kembali Mel" seru Nabila
" baik Bu" jawab melati
" jangan pagil Bu lah Mel kalau sedang berdua kaya gini,saya merasa lebih tuaan, padahal nikah aja belum" seru Nabila
"hehe terus saya panggil apa Bu" tanya Nabila
" panggil kakak saja jika berduaan kaya gini,bila jika banyak karyawan bisa panggil Bu Mel" seru Nabila
" baik Bu eehhh kak" jawab melati
" haish kamu itu Mel" seru Nabila
Kini keduanya melanjutkam pekerjaannya lagi ,tak terasa waktunya jam makan siang melati pun bertanya ke Nabila
" kakak sudah waktunya makan siang,kakak tidak pergi ke kantin kak" tanya melati
" tidak Mel,aku sudah bawa bekal dari rumah mel,kalau kamu ingin ke kantin ya silahkan saja Mel" seru Nabila
" ya sudah kak saya kekantin dulu,apa Kaka ingin nitip tidak " seru melati pada Nabila
" tidak usah Mel,aku bawa juga minum,lagian di ruangan ini kan ada dispenser juga kan" seru Nabila
" iya sudah kak kalau tidak mau nitip kak,saya kekantin dulu kak" seru melati
" iya Mel hati-hati Mel nanti banyak cowok yang perhatiin kamu, sekarang kan kamu udah jadi staf Mel" seru Nabila dengan nada bercanda
" haish aku mah Belum kepikiran cari cowok kak,masih ingin bahagiain orang tua dulu kak" seru melati
" nah itu libih bagus Mel" jawab Nabila
Kini melati pergi ke kantin, sementara Nabila yang membawa bekal makanan dari rumah segera mengambilnya dari tas,sebelum itu Nabila membuat minum terlebih dahulu di dispenser yang di sediakan.
__ADS_1