
 Nabila yang sudah berpamitan dengan kedua orang tuanya lalu ia berangkat kerja menggunakan mobilnya pemberian Bu rosita kala itu, sedangkan mobil yang di gunakan oleh Anisa sejatinya dulu untuk kepentingan keluarga aja,namun daripada tidak di gunakan apapun Nabila menyuruh Anisa menggunakan mobilnya itu dari pada harus beli mobil sayang uangnya lebih baik di gunakan untuk membangun panti pijat asrama.
Tak berselang lama akhirnya Nabila sudah sampai di kantor ia langsung menuju ke ruangannya di saat bersamaan manager pemasaran pak Wahyu yang juga baru datang terus memandang Nabila serta memperhatikan,Nabila yang merasa di perhatikan dia jadi risih sama manager pemasaran itu.
" kenapa pak apa ada yang salah Dengan penampilan saya pak,dari tadi bapak memandangi saya terus" seru Nabila
" tidak ada yang salah Bu,cuman hari ini terlihat cantik" seru pak Wahyu
" makasih pak,tapi jika bapak seperti itu terus sama saya bisa saja aku kasih sp satu atas perbuatan bapak ini, merasa saya di lecehkan pak" seru nnabila
" iya Bu saya minta maaf" seru pak Wahyu
" iya kali ini saya maafkan tetapi jika bapak ulangi lagi saya tidak segan-segan memecat bapak dan satu lagi jika bapak berbuat hal sama pada karyawan lain bapak bisa saya laporkan ke polisi" seru Nabila
" iya Bu saya tidak akan mengulangi lagi" seru pak Wahyu
" ya sudah saya duluan Bu" seru pak Wahyu keluar lift yang sudah terbuka
" iya silahkan" seru Nabila
" huh aku harus minta Angga untuk selalu mengawasi gerak gerik pak Wahyu nie, jika aku yang ngawasin tidak mungkin" seru Nabila
bunyin bel lift berbunyi Nabila pun segera keluar dari lift untuk masuk keruangannya.kini Nabila sudah berada di ruangan,sebelum mulai bekerja Nabila sholat duha terlebih dahulu lantas ia pergi ke toilet untuk berwudhu dan sholat duha di ruangannya itu.
kini Nabila sedang sholat duha saat Nabila kesedang sholat duha Amel datang lalu Amel duduk di sofa ruangan Nabila itu sembari menunggu Nabila yang sedang sholat duha.
" pantesan kamu di angkat jadi ceo Bu Rosita ia selalu rajin sholat sunahnya rajin,mungkin gagasan Bu Rosita" seru Amel
" hlo udah Dateng Mel" seru Nabila yang beru selesai sholat duha
"barusan kok nab" seru Nabila
__ADS_1
" oh,jadwal ku hari ini apa Mel" seru Nabila pada Amel
" hari ini menghadiri undangan peresmian pabrik dari klien kita nab,habis itu menghadiri meeting dengan klien PT diamon grub di perusahaannnya nab, udah cuman itu saja" seru Amel
" oh jam berapa peresmian pabriknya Mel,dan dengan pf diamon jam berapa" seru Nabila
" jam sepuluh dan jam satu siang nab" seru Amel
" ok, untuk pertemuan dengan diamon kamu udah siapin belum berkasnya" seru Nabila
" tinggal dikit lagi nab" seru Amel
" ok, nanti kalau udah selesai di kirim aja ke email gua" seru Nabila
" siap bos,ya udah kalau gitu gua balik dulu keruangan gua" seru Amel
" ok,nanti jam sembilan berangkat ya takut kena macet" seru Nabila
Kini Amel pun beranjak pergi dari ruangan Nabila dan kini hanya tinggal Nabila di ruangannya saat sedang memeriksa laporan pintu ruangannya ada yang mengetuk dan Nabila pun membuka pintunya dan ternyata yang mengetuk pintunya itu petugas OB yang ingin memberikan minum ke Nabila Nabila pun menerimanya lalu petugas OB itu kemabali lagi ke pantry
" kebetulan di buatin kopi hitam,tadi pagi belum sempat ngopi ya udah ngopi dulu" seru Nabila
Sambil memeriksa laporan dan tak jarang Nabila menyeruput kopinya yang tadi dibuatkan oleh petugas OB itu.
" gimana ya kabar penyelidikan kantor Bu Rosita ya" seru Nabila
" semoga ada titik terangnya dan pelaku segera di tangkap" seru Nabila
Tepat di jam sembilan Nabila yang sudah di telpon oleh Amel segera beranjak pergi meninggalkan ruangan itu untuk menuju ke loby kantor disana Amel sudah menunggunya
"" maaf lama Mel" seru Nabila
__ADS_1
" gak kok aku juga baru turun" seru Amel
" ya sudah kita berangkat sekarang apa mobil udah siap" seru Nabila pada Amel
" sudah tuh udah di tunggu sama pak Wawan" seru Amel sambil menunjuk pak Wawan yang sedang menunggu di samping mobilnya
" ya sudah berangkat sekarang" seru Nabila
" ok" seru Amel kini keduanya menuju ke pak Wawan dan pak Wawan yang melihat bosnya berjalan menghampiri nya langsung membuka kan pintu mobil
" silahkan bos" seru pak Wawan
" terima pak" seru Nabila dan Amel bersama lalu masuk ke jik belakang mobil setelah memastikan bos dan sekertarisnya masukk pak Wawan menutup pintu mobil lalu naik masuk ke mobil juga dan segera berangkat dan sebulum berangkat tadi pak Wawan sudah di beritahu oleh Amel ia dan bosnya akan menghadiri peresmian pabrik baru klien yang bekerja sama dengan perusahaannya itu
kini mobil melaju membelah jalanan kota dan Nabila dan Amel di dalam mobil berbincang-bincang membahas tentang perlakuan pak Wahyu tadi dan Amel akhir-akhir ini juga di perlakukan sama seperti Nabila kini keduanya akan bertindak tegas sama pak Wahyu
setelah menempuh perjalanan satu jam kini Nabila dan amal sudah sampai di pabrik dan di sana sudah ada beberapa tamu undangan yang datang. Setelah turun dari mobil Nabila dan Amel segera menacari tempat duduk yang telah di sediakan oleh pak Doni selaku pemilik pabrik.
Di sana Nabila bertemu dengan beberapa Rakan kerja yang bekerja sama dengan perusahaan yang di pimpinnya itu.
Setelah menunggu tamu yang hadir acara pun segera di mulai dan Nabila sebagai rekan kerja pak Doni Nabila di minta memberikan sambutan dan Nabila harus siap walaupun ia tidak ada persiapan harus mau.
setengah jam kemudian Nabila sudah selesai memberikan sambutan kini ia kembali ke tempat duduknya lagi bergabung dengan acara yang di tunggu tiba akhirnya pemotongan pita dan pak Doni sebagai pemilik pabrik.
pemotongan pita sudah selesai pemotongan pak Doni mengajak semua yang hadir berkeliling kesemua pabrik dan menjelaskan semua fungsinya serta di pandu oleh kontraktor yang membangun
Selesai mengelilingi pabrik pak Doni mengajak semua yang hadir untuk makan siang yang kebetulan sudah waktunya makan siang juga untuk Nabila yang nanti jam satu akan menghadiri meeting dengan PT diamon ia berpamitan dengan pak Doni untuk undur diri karena ada jadwal meeting di tempat lain.
dan pak Doni yang paham tentang kesibukan Nabila pak Doni dengan berat hati mau Nabila yang pulang Dalu tidak sampai selesai acara peresmian.
TERIMA KASIH BUAT PARA AUTHOR SEMUA YANG SUDAH MENDUKUNG NOVEL SAYA INI SEMOGA KALIAN DI BERI KESEHATAN DAN REZEKI YANG BERLIMPAH
__ADS_1