Surga Tak Terindu

Surga Tak Terindu
Dilema...


__ADS_3

Dari balkon kamarnya, Axel berdiri termenung menatap kedua anak yang lahir dari istri tercintanya. Khaira dan putranya yang bernama lengkap Ashraf King Miller, asyik mengobrol di sofa taman belakang rumahnya.


Kedua anaknya tersebut memang berbeda ayah, tapi wajah Khai dan King tak jauh berbeda. Jelas saja, Khaira putri biologis Alex yang memang masih saudara kembar Axel.


Axel tak pernah membeda-bedakan kedua anaknya. Meski King hadir sebagai pewaris tahta Millers-corpora group, Khaira tetap kesayangannya, putri satu-satunya.


Malam ini Axel dilema. Yah..., mungkin seperti itu kata yang bisa ia klaim untuk menggambar bagaimana suasana hatinya; kusut dan rancu.


Siang tadi, ia belum bisa menjawab maksud tujuan dari Kiyai Zainy Dahlan. Bingung, karena menolak pun terlalu sulit untuk ia lakukan.


Seandainya saja Khaira tak menunjukkan cinta dan kesetiaannya pada Emyr. Jelas Axel akan segera menolak niat Kiyai Zainy.


Masalahnya adalah, Khaira sendiri yang masih hidup dalam bayang masa lalu. Masih tak mau beralih dari cinta seorang Emyr.


"Khaira berhak bahagia dengan pilihannya sendiri Hubby." Dari belakang, Lily istrinya memeluk tubuh bidangnya.


Axel sedikit menoleh pada pemilik suara lembut itu, lalu keduanya beralih menatap ke arah yang sama; putra putrinya yaitu King dan Khaira di sofa taman sana.


"Bagaimana dengan Lexy?"

__ADS_1


Lily memutar tubuh suaminya, agar mereka saling berhadap-hadapan. "Aku tahu kamu mau yang terbaik, aku tahu Lexy juga bisa menjadi suami yang baik untuk Khaira, tapi Khaira tidak mencintainya," ujarnya.


"Lagi pula Abah Emyr sudah meminta putri kita secara baik-baik," tambahnya kemudian. Jujur saja, Lily lebih baik mengalah daripada menyiksa batin putrinya.


Axel menggeleng. "Tapi tidak berarti Khaira bebas menikahi Emyr," ketusnya.


"Why?"


"Emyr duda," pungkasnya, lalu berpaling.


Lily menghela napas dalam, rupanya Axel masih se-perfeksionis itu. Semuanya harus sesuai dengan keinginannya, termasuk jodoh putrinya.


"Lexy jelas berada di atas Emyr, dia putra pewaris satu-satunya di keluarganya, dia juga belum pernah pacaran apa lagi menikah, Lexy genius, di usianya yang masih sangat muda, dia sudah memimpin perusahaan sendiri."


Axel menatapnya Kembali. Sejatinya Ia sendiri pun tak menyangkal kalau Lily begitu skeptis pada Lexy yang tidak terlalu diharapkan oleh Khaira.


Bahagia tak melulu soal kenyamanan finansial saja. Dhiya Khaira wanita mandiri, sedari kecil Shanshan si artis cilik sudah banyak menghasilkan uang sendiri.


Mereka setuju, kalau Khai tak memerlukan pasangan yang seperti Lexy hanya untuk bahagia. Nyatanya, kenyamanan Khai terlihat saat bersama Gus Emyr.

__ADS_1


"Kalau status mempengaruhi kadar kenyamanan seseorang, lalu, kenapa kau menikahi ku dulu?"


Axel tercekik.


"Saat itu Lilyana Bachir hanya gadis panti asuhan yang sudah memiliki anak di luar pernikahan."


"Aku juga sudah pernah tidur dengan pria lain, bahkan, laki-laki brengsek itu saudara mu sendiri bukan?" Nada Lily naik satu oktaf.


"Jangan kerdil begitu pikiran mu, Hubby! Khaira sudah dewasa, dia perlu suami, sebagai seorang Ayah, tugas terakhir mu hanya menikahkannya."


"Lalu tanggung jawab mu sudah tinggal King saja. Daripada terus mengurusi Khaira yang menurut, putra badung mu itu, lebih butuh pengawasan mu!"


Lily menjadi geram mengingat satu lagi anaknya yang nakal tapi terkesan dibiarkan oleh suaminya.


King Miller yang akan menggantikan kursi Axel, justru sering balap motor liar, merokok di sekolah, dan masih banyak lagi prestasi kenakalannya.


Axel selalu bilang, anak bujang memang begitu harusnya, survive, supaya bisa jadi laki-laki yang tidak cengeng.


"Mau sampai kapan Papa acuh sama kenakalan King? Anak kita tidak cuma Khaira, King juga butuh perhatian mu!"

__ADS_1


Axel bergeming, kata-kata Lily memang selalu masuk di akal nalarnya. Namun..., egoisnya mengatakan, kenapa CEO yang setiap harinya menaungi jutaan karyawan harus mengalah pada seorang Kiyai arogan?


📌 maaf dikit, berikutnya mungkin lebih banyak lagi... Otw...


__ADS_2