Surga Tak Terindu

Surga Tak Terindu
Kesibukan Emyr-Khai...


__ADS_3

Waktu akan cepat berlalu, ketika ada yang terkasih ikut mewarnai hari-hari. Seperti kehidupan bahagia Emyr dan Khaira, tak terasa ramadhan pun sudah memasuki pertengahan bulannya.


Selain sibuk dengan persiapan resepsi, Emyr dan Khaira juga masih disibukan dengan banyaknya pekerjaan. Emyr dengan kasus-kasus di kantornya, dan Khaira dengan pendidikan spesialisnya.


Di sela kegiatan itu semua, ada yang tidak bisa Emyr abaikan..., ialah Aisha keponakan dan Zivanna kakaknya, yang saat ini butuh perlindungan darinya.


Malam ini, Emyr memarkirkan mobil tepat di depan teras rumah mertuanya. Ia turun lalu memutari mobilnya membuka pintu milik Khaira dan milik Aisha.


"Kok kita ke sini sih Pak Lek?" Aisha turun sambil mendengus, ia tak suka berada di lingkungan rumah ini, jujur, ia tak menyukai adik dari Tante barunya; Asyraf King Miller.


"Aish perlu ketemu dulu sama King. Di sekolah baru Aisha nanti, King yang akan menjaga Aisha," jawab Emyr.


Aisha ternganga. "Menjaga? Anak badung begitu disuruh jagain Aisha? Yang ada Aisha yang dibully sama dia."


Khaira tertawa kecil, King adiknya memang tidak semudah itu dipercaya. Terlebih, oleh orang-orang yang belum mengenalnya.


"King memang jutek, tapi dia baik kok Aish. Percaya deh, nanti Aisha aman sama King," timpalnya. "Mau yah, kenalan baik-baik sama adik Tante Khai."


"Iya deh." Aisha mengangguk, lalu Emyr dan Khaira membawanya masuk ke dalam rumah besar keluarga Miller.

__ADS_1


Tak ayal, setelah enam bulan lalu suami Zivanna menceraikannya, kakak perempuan Emyr memilih menempati rumah lama Emyr dan mulai mengurus outlet baju keluarga sambil mengurus Aisha sebagai wanita single parent.


Enam bulan Zivanna tenteram di Jawa Tengah sana. Namun, untuk bulan-bulan ini kehidupannya kembali dilanda sang mantan.


Tiba-tiba saja, suaminya yang sudah menikah lagi, ingin kembali merujuknya, dan Emyr adalah satu-satunya pelarian terbaik bagi Zivanna, setelah Hilman tidak lagi bisa menjadi penengah baginya dan mantan suaminya yang notabennya masih sahabat Hilman sendiri.


Sekarang, Aisha menjadi bagian dari tanggung jawab Emyr, karena Zivanna janda yang belum bisa sepenuhnya mandiri.


Tak seperti Khaira yang memiliki pekerjaan, Zivanna Kakak Emyr terbiasa hidup dibawah naungan ayah dan suami.


Sekarang, Emyr tengah membelajari Zivanna berbisnis dan usaha, setidaknya Zivanna tak lagi bergantung pada ayahnya.


"Eh, King!" Cowok berbaju hitam, bernama lengkap Dewa Arian menyenggol siku King yang duduk bersidekap sambil bersandar dan memejamkan mata. "King! Dipanggil tuh!"


King membuka satu matanya, melirik sang kakak dan sang ipar yang melambai tangan padanya. "Ck..., apa lagi sih?" gerutunya.


Gladys satu-satunya perempuan di genk motor mereka menyeletuk. "Jangan durhaka Lu! Gih sonoh datengin dulu kakak, Lu!"


King berdecak. "Males Gue, lagi-lagi ngurusin cewek pengikut sekte pemakan mie instan dicampur nasi, itu lagi, itu lagi!"

__ADS_1


Dewa tergelak renyah, bahkan sampai sebesar itu, King masih rasis sekali pada sekte pemakan mie instan dicampur nasi.


"Tapi cantik King, emang siapa namanya?"


"Markonah!"


"Et dah..." Gladys menyahut. "Cantik-cantik namanya Markonah."


"King!" Lagi, Khaira memangilnya. Dilihat dari mukanya, Khaira mulai geram padanya.


"Huff..." King mendengus, lalu bangkit dan melangkahkan kakinya menuju kakak dan iparnya.





📌 Gaiss... Cerita ini masih panjang, sudikah kalian menemani kooh? hihi...

__ADS_1


__ADS_2