
Emyr menyelingar, antara mimpi atau nyata dia berdiri. Hampir semua keluarga besarnya berkumpul, mengisi sesak ruang tamu dan ruang tengah rumahnya, bahkan dapur pun penuh dengan manusia.
Sofa dan meja dikeluarkan, rumah miliknya tidak begitu besar, maka untuk bisa mengumpulkan banyak orang, ia harus membentang permadani di seluruh sudutnya.
Berbagai macam jenis parsel telah siap, buket karangan bunga, set emas, cincin berlian, kain batik termahal, semuanya benar-benar tinggal bawa saja.
Beberapa Kiyai teman ayahnya juga hadir memeriahkannya. Emyr tertegun setelah tahu kebenarannya.
Abah Zainy bilang, malam ini juga Emyr akan segera mengkhitbah Shanshan. Emyr sempat terduduk, tak percaya dengan kejutan yang menyambut kedatangannya.
Ada Adeeva juga di sudut tempat, awalnya Emyr mengira; Abah-nya akan memaksanya rujuk. Ternyata tidak, Abah justru memberi tahu tentang lamarannya.
Lebih ternganga lagi ketika Abah mengatakan bahwa pihaknya ingin meminta agar acara akadnya diadakan satu Minggu sebelum ramadhan. Bukankah ini jackpot besar?
"Selamat ya Pak Lek." Anak gadis dari Ning Zivanna tersenyum manis seraya mencium punggung tangannya. "Akhirnya Pak Lek bisa nikah sama artis idola Aisha. Nanti, bolehkan kalo Ais minta tanda tangannya?"
Emyr tersenyum, mengusap lembut Khimar putih gadis itu. Tak ada yang mampu ia ucapkan, Emyr gagu, shock yang lebih tepat menggambarkan bagaimana kondisinya.
Sama seperti Emyr yang berbahagia dalam keheningannya, Khaira pun tak kalah senang dalam gegap gempitanya.
Gadis itu meneriaki kamarnya, melompat-lompat di atas kasurnya, memeluk foto Emyr lalu menciumnya.
Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa bersama lelaki pertama yang mampu mengambil seluruh dunianya. "Aku harus cantik malam ini," gumamnya.
Dari balik pintu kamar, Lilyana tersenyum, terlebih Axel yang sangat bahagia melihat kebahagiaan putrinya. "Kita persiapkan lagi sambutannya."
Lilyana mengangguk. "Terima kasih Pa, terima kasih sudah mau memberikan restu mu, aku tahu ini tidak mudah, tapi maaf mu, aku selalu mengagumi sifat baik mu."
Axel terkekeh seraya memeluk hangat istrinya. "Aku sudah biasa jadi superhero kalian, jadi jangan kaget begitu."
__ADS_1
Ada King yang selalu menggeleng kepala saat ayah dan ibunya seperti itu. "Melankolis sekali mereka," gumamnya.
...{[<<>>]}...
Tiba waktu yang ditunggu-tunggu. Di ruang tengah kediaman Miller, tempat di mana keluarga Emyr dan keluarga Khaira duduk saling berhadapan.
Acara yang digelar sederhana, karena biasanya apa pun pestanya keluarga Axel selalu menggunakan gedung miliknya.
Kali ini, rumah ini lah yang akan menjadi saksi bisu daripada pengikatan dua insan manusia yang saling mencinta. Haru, Khaira dan Emyr terharu, selangkah lagi mereka bersatu.
Jargon jodoh tak kemana, rupanya benar adanya. Mereka yang berjodoh akan bertemu meski ditutup tujuh gunung sekalipun.
Acara dimulai dengan salam, bismillah, dan penyematan tanda bahwa adanya hubungan yang sudah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak.
Cincin berlian yang sesuai permintaan Axel kepada Kiyai Zainy pun, sudah tersemat di jari manis Khaira. Dengan itu, maka semua setuju bahwa Emyr sudah mengkhitbah calon istrinya.
Bersamaan dengan kalimat syukur yang menggaung, Khaira melirik ke arah Adeeva yang tersenyum padanya. Rupanya, mantan istri dari calon suaminya ikut hadir.
Setidaknya Khaira paham, keluarga Emyr tidak mungkin memutus tali silaturahmi yang sudah lama terjalin hanya karena gagalnya pernikahan Emyr dan Adeeva.
Tanpa mengurangi rasa hormat, Abah juga menyampaikan keinginannya, yang meminta akad nikah Emyr Khaira dilangsungkan satu Minggu sebelum ramadhan.
Untuk urusan resepsi, Abah percayakan pada keluarga dari mempelai wanita. Tapi jika diperbolehkan, Emyr akan menikahi Khaira sebelum bulan puasa tiba.
Awalnya Axel menolak, ia ingin akad nikah disatukan dengan resepsi, tapi kemudian Dhyrga sang Kakek menengahinya. Beliau setuju untuk menunaikan akad nikah satu Minggu sebelum ramadhan.
Selain itu bisa meminimalisir dosa zina, sedikitnya Dhyrga pun pernah merasakan menjadi bujangan matang yang ngebet menikahi kekasihnya; Queen Kirana Rain.
Selesai dengan persepakatan kedua belah pihak. Acara pun dilanjutkan dengan makan-makan bersama.
__ADS_1
Emyr masih dibarisan para bapak-bapak. Sementara Khaira, akhirnya bisa bertemu dengan mantan istri calon suaminya.
"Selamat ya Shan." Wanita berkhimar hitam itu memeluk tubuh Khaira lalu mengucapkan kata, 'maaf,' dengan getaran suaranya. "Aku yang tidak dewasa ini, pernah dengan sengaja dan terang-terangan menyakiti mu."
Khaira tersenyum, tepukan hangat ia berikan pada punggung Adeeva. "Tak selembar pun daun yang terjatuh ke bumi, tanpa izin dariNya ... Bukan begitu Adeeva?"
"Benar." Adeeva mengangguk. Ia lalu melerai pelukan, menatap senyum calon istri mantan suaminya. "Meski aku pernah membencimu, tapi aku juga tidak menyangkalnya, aku sangat kagum pada pribadimu, Shan."
Khaira melipat bibir. "Kamu juga wanita yang hebat. Aku tahu merelakan hal yang sudah kamu miliki, itu juga tidak mudah."
"Ekm Ekm..." Kedua wanita itu mengalihkan pandangan ke arah yang sama. Haikal hadir dengan cengiran gigi gingsulnya.
"Tidak perlu saling memuji, kalian tahu, selera Haikal tidak pernah salah." Sontak, Khaira membulat matanya, sementara Adeeva menunduk dengan rona merah di wajahnya.
"Kalian...." Khaira menatap Adeeva dan Haikal secara bergantian. Ada sesuatu yang tersirat, dari ucapan Haikal barusan.
"Aku sudah melamarnya," lanjut Haikal. "Dan mungkin, sebentar lagi akad nikahnya."
"Hah?" Khaira tercengang. "Aku bahkan belum satu kali pun, kalian sudah mau dua kali?"
Adeeva terkikik kecil. Tidak seinstan yang Khaira bayangkan tentu saja, karena sejatinya, sudah lama Haikal mendekatinya, hanya saja baru-baru ini Adeeva berani membuka hatinya.
"Kalau begitu selamat untuk mu Adeeva." Satu kali lagi Khaira memeluk mantan istri calon suaminya.
Di sudut tempat, Emyr tersenyum padanya; senyum manis yang membuat otaknya menerawang, bagaimana malam-malam panjang mereka setelah sah nantinya.
Ah Tuhan... Emyr mungkin sudah berpengalaman, tapi bagaimana dengan dirinya yang masih terlalu polos. Setidaknya, ia kagum pada dirinya sendiri, yang telah mau menerima Emyr beserta status dudanya.
Alhamdulillah... Akhirnya, mulai up kembali... Masih ada orang kah yang menunggu Emyr kooh? Oyaa... Tanggal 10 jangan lewatkan Ezra kooh juga yaaa... Sudah siap tempur loh akooh... wkwk...
__ADS_1