
Di sebuah kota berukuran sedang yang dulunya memiliki penduduk lebih dari 400.000 orang, sekarang menjadi kota mati.
Suasana mencekam pada saat malam ini dimana tidak ada suara pun di seluruh kota yang cukup besar, jika seseorang mendengar berita ini tak akan mempercayai bahwa kota yang sibuk tiba-tiba sepi seolah semua warga mengungsi karena bencana atau sesuatu.
Namun kenyataannya bencana memang datang namun tak seoranpun yang berhasil mengungsi.
Di sebuah rumah termewah yang sebelumnya menjadi kediaman pemimpin kota, ada seorang gadis duduk di kursi utama yang terletak di aula pertemuan.
Mengenakan gaun merah, kulit putih pucat berkilau, bibir merah yang terlihat sensual, rambut hitam bercahaya, mata merah menyala dan memiliki wajah yang luar biasa cantik. Dengan tubuh langsing namun berisi membuat laki-laki manapun menelan ludah.
Semua keindahan itu akan menghilang menjadi kengerian saat kau melihat apa yang ada di tangannya.
Sebuah kepala yang terpotong dengan sedotan tertancap di lehernya. Sambil sesekali meminum darah dan jus otak kesukaannya membuat mata perempuan memejam dan menikmati setiap tetes di mulutnya.
"Sungguh sebuah berkah saat aku tak sengaja terhisap portal sialan itu yang membawa ku ke dunia yang penuh sumber daya ini.
__ADS_1
Seharusnya aku adalah penyihir pertama yang menemukan dunia ini, aku harus bersyukur karena awalnya kupikir ini akan menjadi kesialan namun siapa sangka akan memberiku banyak manfaat. "
Melihat sekeliling banyak mayat yang sekarang hanya tersisa tulang terselimuti oleh kulit, semuanya adalah korban kekejaman vampir yang berasal dari dunia lain.
Setelah minumannya habis dia berdiri dari kurainya dan mulai berjalan menuju pintu keluar.
Setelah membuka pintu dia berkata "Ini adalah kota pertama dan bukan terakhir, aku akan mulai meningkatkan kekuatan ku disini. Dengan dukungan sumber daya dan makanan aku yakin bisa memiliki kekuatan penyihir resmi sebelum kembali ke dunia penyihir"
Dia pun pergi kearah acak karena dia tidak tau dimana kota lain berada namun dia tak peduli selama ada didunia ini dia yakin bahwa mati kelaparan adalah mustahil.
Tiga hari kemudian dia sampai di pinggir hutan dan sekilas bisa terlihat gunung besar yang menjulang.
"Aku tersesat..... Apa ada manusia dihutan? haruskah aku melanjutkan kesana atau berbalik? "
Melihat hutan yang lebat membuat gadi sini ragu, namun dia hanya menggeleng kan kepala dan memasuki hutan dengan percaya diri.
__ADS_1
"Meski tak ada manusia harusnya ada beberapa tanaman berharga dihutan bukan? "
Berjalan ditengah hutan tanpa peduli akan bahaya yang akan membuat orang khawatir dan bertanya-tanya'kenapa seorang gadis yang begitu cantik berjalan jalan dihutan sendirian? '
Tak lama kemudian dia menemukan banyak tanaman berharga yang bertebaran dimana-mana.
"Waaah.... banyak sekali tanaman magis disini.... Yaah... tentu saja dunia ini memiliki kandungan sihir yang melimpah jadi tanaman pasti akan berevolusi dengan baik disini, namun anehnya semua manusia yang ku temui lemah dan parahnya tak ada yang bisa menggunakan sihir, apakah mereka masih belum menyadari sihir didunia ini? "
Sepanjang jalan sebelum datang ke hutan dia bertemu banyak bandit yang serakah akan tubuhnya namun naas sekali hidup mereka karena mengincar orang.... bukan, maksudnya vampir yang salah.
Dihutan dia sering melihat binatang buas namun mereka hanya berlari ketakutan saat melihat gadis ini, karena insting mereka mengatakan jika kau tak lari maka kau akan mati.
Dia mengumpulkan tanaman kedalam cincin dijari manis kirinya sambil tersenyum mengatakan....
"Keuntungan ku beberapa hari ini sudah melebihi apa yang ku dapat selama belasan tahun didunia itu... kekekekeke kek" tawa aneh namun menggoda menyebar keseluruh hutan.
__ADS_1