System :Pengembara Dunia Lain

System :Pengembara Dunia Lain
Episode 2


__ADS_3

Ada 12 kotak dalam inventori dan 4 diantara nya telah terisi.


-Pedang Ignis : Pedang dengan kekuatan nyala api(level 1 / ???)


-Pedang Cryo: Pedang yang bisa menyalurkan suhu luar biasa dingin (level 1/???)


-Uang 3 juta rupiah


-Ramuan peningkatan fisik dasar:meningkatkan sedikit kekuatan fisik dapat dikonsumsi paling banyak 3 kali.


"Kenapa ada dua senjata? Senjata ini kah yang harusnya ku bawa saat menjelajahi dunia lain? "


[Tepat sekali, semua hadiah ini ditujukan agar host bisa bertahan pada misi yang akan datang dengan kata lain merupakan modal awal untuk bertahan hidup.]


"Begitu, memang benar bahwa didunia lain akan berbahaya jadi perlu senjata, gak mungkin aku bawa kait sampah yang biasa ku pakai buat mulung kan hehehe"


[Ting, misi pertama telah terdeteksi


Mengambil sampah pelastik seberat 2 kilogram]


[Hadiah: Uang 1 juta rupiah


apakah host akan menerima misi?]


"Misi pertama ku!! Terima! mana bisa nggak"

__ADS_1


[Ting, misi telah diterima harap selesai kan secepatnya]


"Tidak ada batas waktu? "


[Misi kali ini tidak ada batas waktu, untuk misi berikutnya masih belum diketahui]


"Baiklah, tapi bukankah ada misi harian? ku pikir sebelum nya kau ada memberi tahu itu?


[Sistem sedang malas bikin misi, jadi host cukup selesai kan misi yang ada dulu]


" Malas? bisa-bisanya sistem malas? sudah lah mending kerja aja dulu sekalian cari makan"


Udin pun pergi ke kota sebelah untuk mulung dan beli makanan karena seharian belum makan.


Setelah sampai dikota, Udin tidak langsung keliling untuk mulung tapi pergi ke warung makan dekat sekolah SMA yang saat ini sepi dikarenakan para siswa sudah pulang.


Udin lalu datang ke warung dan memesan nasi goreng paling murah karena takut dicurigai sebagai pencuri jika beli makanan mahal.


Tak terasa langit dah gelap, dan udah hampir jam sembilan malam.


"Waktunya pulang, nenek mungkin kesepian"


Setelah sekitar setengah jam lebih jalan kaki menuju desa, akhirnya gubuk tua milik nenek nya sudah terlihat.


"Heeh.. capek juga padahal mulung baru 2 jam lebih.Ya mau gimana lagi tempatnya juga jauh, kalo mulung didesa juga gak bisa soalnya sepi, boro boro sampah orang aja jarang hadeh"

__ADS_1


Saat sudah dekat gubuk udin merasa ada yang aneh karena terlalu gelap padahal walau di gubuk gak ada listrik, paling tidak ada obor yang bisa meneranginya.


Merasa khawatir jadi udin pun bergegas masuk dan melihat nenek masih terbaring di tempat tidur.


Tempat tidur nenek yang hanya tikar tipis namun hanya itu yang bisa digunakan oleh mereka.


Udin pun panik, tidak biasanya nenek tidur selama ini waktu sore, bahkan saat malam nenek hanya bisa tidur kurang dari 3 jam karena penyakitnya karena inilah tubuh nenek semakin memburuk tiap hari.


Udin langsung mendekati nenek perlahan dan memanggilnya pelan pelan, berharap bahwa dia hanya terlalu banyak berpikir.


Namun ternyata jejak kehidupan nenek telah melemah hingga hampir tak tersisa, namun udin tak bisa menyerah.


"Sistem, bisakah kau menolong nenek? bagaimana jika nenek meninggal? apa yang bisa ku lakukan sendiri? "


[Host bisa menyimpan esensi kehidupan nenek dulu, dan berusaha mendapatkan ramuan, item atau hadiah apapun yang memiliki efek kebangkitan.]


[Kemungkinan nya kecil tapi hanya itu yang bisa host lakukan, bahkan jika nenek sekarang dibawa ke rumah sakit tidak akan berguna.]


"Kalau begitu simpan dulu esensi kehidupan nenek sebelum menghilang"


[Ting


Proses penyimpanan selesai]


[Ting

__ADS_1


Misi dunia lain pertama telah terdeteksi]


__ADS_2