System :Pengembara Dunia Lain

System :Pengembara Dunia Lain
Episode 4 Side story:Nana


__ADS_3

Saat ini aku , ayah dan paman kedua sedang pergi berburu di hutan dekat desa.


Hutan ini berada di lereng gunung Vrial, yang hanya beberapa binatang buas yang tidak terlalu berbahaya namun jika kau sial mungkin bertemu dengan monster berbahaya.


Karena desa tempat tinggal kami dekat hutan, berburu adalah pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh warga desa selain berdagang.


Selain untuk keperluan seperti makanan, kain, serta komersil, berburu juga merupakan cara warga untuk menjaga populasi binatang buas dihutan.


Karena sekitar 30 tahun lalu tiba-tiba terjadi bencana berupa serangan kumpulan binatang buas yang dipimpin oleh monster.


Banyak warga desa yang terbunuh, hingga akhirnya semua orang pun sepakat untuk berburu agar jumlah binatang buas dihutan bisa dikontrol.


Namun untuk monster yang kadang-kadang muncul, para warga tidak bisa melakukan apapun.


Monster pada dasarnya benar-benar berbahaya dan kerap disebut sebagai malapetaka hidup bagi manusia.


Saat ini kami bertiga pergi ke hutan, selain berburu binatang kecil, kami juga sedang mencari tanaman obat untuk ibu dan sepupu yang tidak lain adalah putra paman.


Karena sekitar seminggu ini, ada penyakit aneh yang menyebar didesa.


Dan tanaman ini saja yang diketahui bisa mengurangi efek dari penyakit itu.

__ADS_1


"Nana coba lihat ini, ini adalah jejak kreus yang jelas baru " ayah berkata.


Akupun mendekati nya dan melihat jejak kaki yang agak panjang dengan tiga jari.


Ada cakar sepanjang dua centimeter yang tajam. Dan dari ukuran jejak kaki, kreus ini jelas sudah dewasa.


Kreus adalah sejenis burung yang tidak bisa terbang dengan tubuh besar, bulu tubuh biru, sayap dan ekor merah serta leher yang panjang.


Kreus dewasa bisa tumbuh hingga tinggi lebih dari satu meter dengan berat 60 kilogram.


Satu ekor kreus dewasa bisa digunakan sebagai persediaan daging selama 3 hari untuk keluarga kecil dengan 3-4 orang.


Hewan ini tidak berbahaya namun sulit ditangkap tanpa jebakan atau senjata.


Namun setelah mengikuti jejak kaki nya cukup lama, masih belum ada tanda tanda hewan itu.


Setelah berjalan hati-hati cukup lama, kami akhirnya mendengar suara dan bau darah segar yang menyesakkan.


"Berhenti! seperti nya ada yang aneh! Hati hati! " Paman berkata.


Maju perlahan dan bau darah semakin menyengat, namun ini tidak seberapa karena aku sering membantu ayah membersihkan dan memotong hasil buruan hingga terbiasa dengan bau darah.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian paman tiba-tiba mengangkat tangan nya dan memberi isyarat agar berhenti.


Dan akhirnya pemandangan yang menakutkan pun terpampang jelas didepan kami.


Ada lebih dari selusin mayat kreus yang mati dengan tragis, namun bukan itu yang menakutkan.


Melainkan makhluk yang membunuh merekalah yang membuat kami bahkan tak berani mengambil nafas.


Seekor beruang raksasa dengan bulu coklat kemerahan, memiliki dua pasang tangan yang dan di dadanya ada pola silang berwarna merah menyala.


Kadang-kadang juga pola silang itu berkedip dengan sinar redup.


Tinggi sekitar enam meter, tubuh gemuk dan sangat mengintimidasi.


Makhluk ini adalah salah satu monster yang pada dasarnya sulit ditemukan dihutan ini.


Dikenal sebagai pembawa bencana yang mengerikan, selain fisik yang begitu kuat, ia juga memiliki nafas api yang sangat panas.


Nafas api ini berasal dari organ khusus ditubuhnya, tentu saja ada batasan saat menggunakan api itu.


Monster dalam legenda yang konon muncul terakhir kali 30 tahun yang lalu.

__ADS_1


Dia dipanggil dengan Guranta sang malapetaka api.


Dengan punggung penuh keringat dingin kami mulak mundur perlahan.


__ADS_2