System :Pengembara Dunia Lain

System :Pengembara Dunia Lain
Episode 17


__ADS_3

Setelah mendengar suara itu, ia pun menoleh tanpa sadar. Dan sumber suara adalah gadis kecil yang manis berumur sekitar 14 tahun.


Dengan tercengang, dengan wajah agak memerah dia memperhatikan gadis itu.


Dengan pakaian lusuh berwarna hijau kusam, tambalan sana sini, rambut coklat yang berantakan, tubuhnya mengeluarkan bau menyengat, wajah kotor namun itu semua tidak menutupi pesona loli ini.Meski memiliki tubuh kurus, namun dengan wajah manis dan terlihat lemah sehingga membuat dia ingin melindungi nya dengan segala yang ia bisa.


Udin pun bertanya...


"Gadis kecil... ada apa? siapa namamu? dimana keluargamu? "


Dengan pertanyaan terus menerus, membuat gadis gelandangan itu bingung mau menjawab yang mana.


"Eeehh.. nama ku Kayla, dan aku sudah tak punya keluarga karena bencana 3 tahun lalu, dan aku..... "


Dia gelisah, ragu apakah akan meminta bantuan dari pemuda di depannya. Bagaimanapun, dari penampilan orang ini, terlihat seperti orang kaya atau bahkan bangsawan.Biasanya orang-orang seperti itu tidak memiliki perasaan dan suka menggertak orang miskin.


Melihat gadis didepan nya ragu ragu, Udin pun mendesak nya untuk bicara.


"Katakan saja, tidak perlu ragu " Dengan senyum ramah udin berkata.


"Eehhh... tuan..... bisakah saya meminta sedikit uang? saya dan adik saya sudah berhari-hari belum makan" Dengan sedikit air mata yang mengalir di pipinya, dia meminta tolong sambil menundukkan kepala.


Senyum udin pun membeku, dengan ingatan masa lalu yang menyedihkan muncul kembali. Tanpa sadar matanya memerah dan ada ekspresi marah diwajah nya.

__ADS_1


"Sial... "


Udin marah karena begitu banyak orang dikota, tapi mereka jelas membiarkan gadis kecil dan adiknya kelaparan. Betapa acuhnya orang orang pada anak kecil, memikirkan dirinya di masa lalu yang sering kelaparan, namun beruntung nya dia bertemu paman Tomi dan nenek sehingga ia masih hidup hingga sekarang.


Sedangkan gadis ini tidak seberuntung itu, terlihat sekali tubuhnya yang cukup kurus membuat hatinya merasa pilu.


Karena jawaban tak kunjung datang,ia pun melihat atas,Tentu saja gadis kecil itu melihat ekspresi udin yang berubah menjadi marah.


'Heeehhh.... orang kaya selalu sama, mereka semua memiliki hati yang dingin dan enggan membantu orang kecil' tentu itu hanya pikiran anak itu, karena ia tidak berani bicara secara langsung.


Ia pun hendak meminta maaf lalu pergi, khawatir orang didepan nya tersinggung karena ia tak mampu menanggung hukuman dari orang-orang biadab itu.


"Saya.... "


Sebelum selesai bicara, sebuah tangan yang hangat mengelus kepala kecilnya dan itu entah bagaimana bisa membuatnya sedikit bahagia.


Setelah mendengar suara yang membuat hatinya tenang, gadis itu tertegun, lalu air mata mengalir sedikit lebih deras dari sebelumnya.


"Terimakasih..... terimakasih tuan, saya berhutang budi pada anda.... hiks.... hiks.... "


"Sudahlah, aku tidak menganggap ini hutang, tapi jika kau mau, kau bisa membayarnya kapan saja, bahkan jika kau tidak membayar juga tidak masalah, jadi cepatlah..... adikmu sedang menunggu makanan bukan? "


Dengan senyum ramah ia terus mengelus kepala gadis itu.

__ADS_1


Kayla pun menganggukkan kepala lalu memimpin jalan ke tempat adiknya.


Tak lama kemudian, mereka sampai ke pemukiman kumuh, meskipun disebut pemukiman, rumah yang ada hanya 3 saja dan itupun sangat tak layak huni.


Melihat semua ini, suasana hati udin semakin buruk, 'sepertinya tidak peduli dunia mana, jurang pemisah antara si kaya dan si miskin tak bisa dihilangkan' fikir Udin.


"Kayla, bisakah kau memanggil semua orang ke sini, kita bisa membawa mereka sekaligus"


Kayla pun terkejut, melihat ke arah kakak tampan yang baik hati.


"Benarkah? "


"Tentu saja, kenapa aku harus bercanda? "


Kayla pun berteriak senang dan tanpa sadar memeluk Udin.


"Terima kasih karena telah berbaik hati menolong kami"


"Tidak usah berterimakasih, cepatlah"


"hem, baiklah"


Kayla pun pergi dengan senyuman.

__ADS_1


Sedangkan udin yang wajahnya sedang memerah seperti buah tomat dan kepala mulai berkukus.


"Gadis ini.... "


__ADS_2