
Saat ini Udin dan Nama sedang menuju desa tanpa mengetahui bahwa seorang gadis cantik juga akan ke desa. Tapi bahkan jika mereka tahu siapa yang akan berkunjung mereka tidak akan bahagia.
"Lihat.... disanalah desa Fugo tempat kami ting... "
Sebelum Nana menyelesaikan kata-katanya tangan nya tangkap dan mulutnya ditutup oleh seseorang dan orang itu adalah orang yang menemani nya beberapa jam yang lalu.
Melihat ke arah Udin dengan bingung namun tidak melawan, dia pun menunggu penjelasan nya.
Tapi Udin tak menjawab melainkan memberi isyarat untuk diam, lalu ia mengendus udara seketika ekspresi nya berubah menjadi muram dan serius.
"Ada bau darah, kurasa ada yang tidak beres jadi kau tunggu disini aku akan kesana sendiri dulu"
Udin lalu berjalan ke desa sendiri dengan hati-hati, mewaspadai bahaya disekitar nya karena dia belum sampai didesa jadi itu berarti dia masih ada di wilayah hutan.
__ADS_1
Perlahan desa pun terlihat,namun apa yang udin lihat membuat pupil matanya membesar dan ekspresi terkejut muncul diwajah tampannya.
Desa yang sangat sunyi namun itu sebenarnya cukup wajar karena sekarang sudah waktunya bagi warga istirahat. Tapi yang membuat Udin tekejut selain sunyi yang mencekam namun ada juga bau darah samar.
Jika itu orang lain mungkin tidak akan terlalu curiga, selain bau yang terlalu samar darah juga mungkin dari binatang buruan terutama karena desa ini banyak pemburu.
Tapi dari pembicaraan dengan Nana banyak pemburu tak bisa pergi ke hutan lagi karena terlalu warga terkena penyakit sehingga membutuhkan banyak orang yang merawat, itulah kenapa hanya 3 orang yang mencari tanaman obat.
Dan alasan utama kenapa Udin merasa ada sesuatu yang tidak beres adalah karena bau darah samar ini sangat familiar untuknya.
Nana pernah memberi tahu nya bahwa warga yang terkena penyakit aneh itu dikumpulkan di bangunan terbesar di sana yaitu sebuah gudang yang digunakan untuk menyimpan makanan menjelang musim dingin bagi seluruh warga desa.
Udin berjalan menuju arah sumber bau darah itu, dan setelah beberapa tikungan ia melihat bangunan besar yang dinding nya terbuat dari batu bata berwarna abu-abu dan atap terbuat dari ubin merah.
__ADS_1
Bangunan tua dimalam hari yang sepi dan mencekam membuat orang biasa akan merinding ketakutan.
Mendekati gudang..... berjalan perlahan tanpa membuat suara, setelah sampai didepan pintu ia tidak langsung membuka pintu melainkan mulai fokus mendengarkan suara didalam.
"Tak ada suara.... sudah jelas ada yang salah" udin bergumam pelan.
Sebelum membuka pintu dia mengeluarkan 10 pisau perak melengkung yang terlihat indah, tidak terlihat seperti senjata melainkan hiasan atau koleksi terutama pisau itu tidak memiliki gagang atau penggangan.
Nama pisau ini adalah blade of segus, merupakan senjata yang ia beli dari toko sistem. Sebenarnya satu set memiliki jumlah 300 namun karena Udin hanya bisa mengendalikan pisau sebanyak 10 dengan kekuatan fikiran nya jadi ia hanya membeli 10.
Namun bukan itu alasan utama kenapa ia hanya membeli dalam jumlah sedikit. sebenarnya harga pisah itu sangat mahal sehingga ia bahkan tidak bisa membeli pisau cadangan untuk sekedar jaga jaga.
Ia hanya bisa menghela nafas, dan setelah mengendalikan pisau untuk mengelilingi nya agar mengurangi titik buta serta mempermudah untuk bereaksi saat musuh menyerang.
__ADS_1
Kreeeeekkkk...
Pintu terbuka dan pemandangan didalam gudang pun tersaji dihadapannya.