
Namun siapa sangka bahwa Yang maha Kuasa belum meninggalkan nya dan masih membantunya lagi saat kritis.
Saat Udin bangun dia ada di sebuah bangunan yang ditinggalkan cukup lama, penuh debu dan berantakan.
Dan di pojok ruangan saat ini ada pria yang terlihat berumur sekitar awal 30-an, dan sedang memakan nasi bungkus.
Ketika ia mendengar suara, dia menoleh kearah udin. Menyadari bahwa Udin sudah bangun dia pun mendekati sambil membawa bungkusan nasi dan sebotol air.
Udin yang lemah belum bisa terlalu banyak bergerak dan akhirnya dia suapin oleh lelaki itu.
Dan setelah makan Udin terlelap, pria itupun menyelimuti udin dengan jaket miliknya.
Selang beberapa jam udin terbangun, pria itu langsung memberi air minum kemasan sisa makan tadi.
Mereka pun ngobrol dan udin akhirnya tau siapa malaikat yang telah menyelamatkan diri nya.
Bagi udin ia tidak akan berpikir bahwa orang yang telah menolong dan memberinya makan akan menjadi orang jahat.
Tomi, berumur 32 tahun pemilik sebuah toko sembako. Dia tak sengaja melihat udin yang pingsan lalu membawanya ke puskesmas.
Dan setelah diperiksa ternyata udin kelelahan dan kekurangan nutrisi, lalu udin diberi suntikan dan infus biar bisa sehat lagi. Setelah sekitar dua jam udin dibawa kerumah kosong ini karena Tomi tidak bisa membawanya ke rumah.
__ADS_1
Istrinya yang begitu cemburuan dan mudah salah sangka sehingga Tomi hanya bisa membawa Udin kesini.
Begitulah hampir 2 tahun Tomi merawat Udin tanpa pamrih atau mengeluh, dia menjaga Udin layaknya merawat anaknya sendiri.
Namun pada suatu hari, Tomi tak kunjung datang. Udin menunggu... terus menunggu.... hingga dua hari Tomi tidak menemuinya dan selama itu juga udin tak makan apapun.
Jadi Udin memutuskan untuk mencari Tomi, tapi seberapa mudah mencari seseorang disaat kau tak tau dimana rumahnya? dimana tempat kerja nya?
Jadi dia hanya berkeliling tanpa tujuan dengan tubuh lemas tak betenaga karena belum makan.
Tanpa sadar dia datang ke sebuah jalan didekat sebuah rumah makan besar, dan disampingnya ada tempat sampah.
Dan disana terlihat banyak sisa makanan yang terlihat baru saja dibuang, meski enggan dia terpaksa makan itu untuk bertahan hidup.
Dengan laki-laki berpakaian hitam dan celemek merah yang berumur sekitar 40an, melihat seorang anak kecil makan ditempat sampah dia mengernyitkan dahi. Lalu melihat sekeliling sepertinya tak ada orang lain.
"Adek makan disana tidak baik, kau bisa sakit jadi tunggu sebentar om akan mengambil kan makanan baru biar kau bisa makan ya... tunggu dulu jangan kemana-mana....".
Dia masuk lagi dan setelah sekitar 10 menit dia kembali dengan piring berisi makanan dan sebotol teh kemasan.
Lalu dia memberikan pada udin lalu dia sedikit menjauh dan menyalakan rokok yang dia bawa, sebenarnya dia keluar tadi ingin merokok tapi karena dia melihat udin dia memutuskan untuk menolong.
__ADS_1
"Apakah kau kesini hanya untuk makan? jika lain kali kau butuh makanan kau bisa mencari ku, tempat ini adalah milikku jadi kau tak perlu sungkan. Oh iya namaku adalah Tartagala kau bisa memanggilku paman Tarta"Kata paman itu sambil menghembuskan asap rokok.
" Nama saya Udin paman, sebenarnya saya sedang mencari seseorang jadi saya berkeliling daerah ini, namun karena saya tak tau kabarnya dan tak tau dimana rumahnya saya jadinya tersesat disini"
"Siapa yang kau cari? walau aku tak yakin bisa bantu tapi kau bisa menceritakan nya kalau kau mau" Kata paman Tarta sambil menghembuskan asap rokok lagi.
"Orang yang ku cari namanya Paman Tomi umurnya sekitar 30an katanya dia memiliki toko sembako namun aku tak tau ada di wilayah mana, dan ya omong omong ada tato ikan dipunggung tangan kanannya "
"Gehek....heuk... apa tadi siapa? " tiba-tiba Tarta tersedak asap saat mendengar perkataan Udin.
"Paman Tomi dia.... "
"Dia sudah meninggal".
Sebelum Udin selesai bicara, paman Tarta memotongnya dan mengatakan sesuatu yang tak terduga.
Udin hanya bengong saat mendengar kabar itu dan tanpa ia sadari sendok yang akan masuk mulutnya jatuh.
Ia melihat ke paman Tarta
" B... Bagaimana? kenapa... apa yang terjadi?"
__ADS_1
Saat ini dia sudah berumur 7 tahun jadi dia sudah mengerti apa itu kematian jadi dia sangat terkejut saat mendengar kabar kematian paman Tomi yang sangat dia hargai.
"Sebenarnya.... "