
Setelah gadis itu pergi, udin yang hanya tersenyum melihat orang lain berbahagia.
'Tapi ya..... aku telah cukup lama berada di dunia ini, namun kabar tentang ular itu masih belum muncul' fikir udin yang masih bingung bagaimana menyelesaikan misi utama didunia ini.
***************************
Di sebuah rawa dengan kabut tebal, dimana banyak binatang dan monster berbahaya tinggal, di sana ada dua orang misterius yang sedang berdiri memandang mayat yang telah terendam lumpur dan lendir.
Mayat itu memiliki rambut putih panjang, dengan tubuh indah, namun saat ini memiliki kondisi yang mengenaskan. Tubuhnya yang dilumuri oleh lendir beracun dan mulai membusuk secara perlahan.
Aroma menjijikkan memenuhi udara, kabur rawa mulai semakin tebal sehingga mengurangi jarak pandang.
"Aku tidak menyangka bisa menemukan vampir tingkat pseudo di sini, aku penasaran dia dari keluarga mana? "
Seseorang dengan jubah hijau tua dengan tudung menutupi setengah wajahnya hingga hanya terlihat bagian mulut dan hidung saja. Ada simbol pusaran berwarna hijau, dan ditengah pusaran ada gambar pisau kecil.
Dengan senyum mengerikan, melihat mayat telanjang gadis vampir yang ia bunuh belum lama ini. Gigi kuning yang berantakan, wajah yang tidak bisa dikenali karena tertutup tudung namun cahaya hijau bersinar terang dimatanya menambah kengerian dari penampilan nya saat ini.
Seorang penyihir tingkat satu, ahli racun dan wabah yang berbahaya, Olmund sang penyihir wabah.
Melirik ke kegelapan, dimana seseorang sedang berdiri melihat langit malam. Berbeda dari Olmund, pria ini memiliki penampilan cerah, dengan senyum ramah melihat langit sambil memikirkan sesuatu yang hanya dia tahu apa.
Dengan kaus lengan pendek berwarna putih, celana panjang hitam dengan sebuah kantung kulit tergantung di pinggang kirinya. Simbol dua kepala naga berwarna hitam yang membentuk lingkaran dipunggungnya. Rambut pendek hitam, wajah tampan dengan senyum yang menipu.Seorang penyihir misterius, dengan aura yang dalam dan lebih kuat dari Olmund.
Melirik ke Olmund, dia hanya tersenyum tak peduli.
" Ayo pergi ke kota berikut nya, vampir itu bilang ada orang kuat yang mungkin akan membunuh kita nanti, kekekekekek... "
Dengan tawa yang aneh, mereka pergi tidak terlalu memikirkan ancaman gadis vampir itu.
Sementara itu, belasan kilometer dari tempat pertarungan, Gadis vampir sedang bersembunyi.
"Sial, aku sampai harus melakukannya lagi"
Melihat tanda unik dipunggung tangan kirinya, 4 diantaranya telah kehilangan kilaunya menyisakan satu tanda ditengah yang masih bersinar redup.
"Lihat saja aku akan membalas kalian bertiga nanti. Heeehh.... sebaiknya aku memulihkan vitalitas ku dulu dan secepatnya pergi dari dunia ini"
Mengingat dua simbol keluarga penyihir dipunggung mereka membuatnya khawatir.
Dia pun berubah menjadi kelelawar kecil dan menghilang dalam kegelapan.
**********************
Kembali pada MC
__ADS_1
Tak lama menunggu Kayla kembali bersama 6 anak kecil. Yang paling kecil berumur sekitar 4 tahun sedangkan terbesar 11 tahun.
"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul, ayo beli pakaian dulu lalu kita bisa beli makan"
Melihat pakaian yang tidak layak mereka membuat Udin merasa kasian, dan mumpung dia memiliki cukup uang, ia tidak keberatan
menghabiskan sedikit uang untuk mereka.
Pergi ke toko baju sederhana, ia pun membiarkan mereka memilih pakaian. Melihat anak-anak tersenyum bahagia, timbul perasaan hangat dihati Udin.
"Tuan, saya masih belum tau nama anda...... Bisakah.... "
"Kau tidak perlu memanggil ku seperti itu, nama ku adalah.... "
[DING , host diharuskan menggunakan nama samaran saat didunia lain]
"Ehh... nama ku adalah.... Adams.... ya... kau bisa memanggilku seperti itu"
'ya... itu adalah nama yang mudah diingat, jadi gunakan saja itu"
Tanpa pikir panjang, udin memutuskan nama yang menurutnya bagus.
"Kalau begitu.... tuan Adams terimakasih karena berbaik hati pada kami, entah bagaimana saya harap bisa membalas kebaikan anda"
"....... "
Mereka pun memasuki sebuah tempat makan acak yang cukup sepi, Adams memilih meja ditempat dimana mereka bisa menggabungkan dua meja agar bisa menampung banyak orang.
"Kami ingin memesan..!! " teriak Adams
Lalu tak lama kemudian perempuan muda dengan pakaian sederhana, rambut coklat kuncir kuda mendatangi mereka dengan sesuatu seperti alat tulis.
"Baik, apa yang akan kalian pesan? saya bisa memberi saran kalau kalian tidak keberatan, kami memiliki makanan seperti...... "
Adams hanya mendengarkan dengan bosan, karena kebanyakan menu yang dia dengar sangat asing jadi ia hanya memesan masing-masing satu untuk tiap masakan.
"Bagaimana dengan minumannya tuan? kami memiliki... "
"Sudah cukup, kau terlalu banyak bicara bawakan saja minuman yang bisa diminum oleh anak-anak dengan jumlah mereka. Dan cepatlah kami sudah lapar dan mendengarkan ocehan mu hanya membuat ku semakin kesal" ucap Adams dengan sedikit kesal.
"Maaf kan saya tuan, kalau begitu saya akan memberi tau koki agar menyiapkan segera"
Perempuan itupun pergi, Adams hanya menutup mata dengan cemberut.
Kayla yang melihat ini ingin mengatakan sesuatu tapi ia memilih tutup mulut.
__ADS_1
Tak lama kemudian makanan pun datang, Anak-anak mulai makan dengan lahap seolah takut makanan itu hilang detik berikut nya.
"
"Tidak perlu terburu-buru, kalian bisa makan sepuasnya, tak ada yang akan merebut makanan kalian, Hati-hati nanti tersedak ya" Dengan senyum ramah Adams menasehati.
"Terimakasih kakak!!!" Anak-anak pun menjawab dengan senang sambil makan.
"Kau sudah dengar kabar baru-baru ini? Katanya penduduk dari beberapa desa dan kota kecil tiba-tiba menghilang!!! mereka bagaikan ditelan bumi, tidak ada tanda kedatangan bandit atau monster, tapi entah apa yang dilakukan orang-orang itu.
" Tentu saja aku tau, Saat ini desa dan kota itu benar benar seperti tempat angker pada malam hari, membuat orang-orang yang bertugas memeriksa jadi takut"
Banyak orang yang membahas topik yang sama membuat Adams jadi curiga bahwa semua itu adalah hasil tindakan gadis vampir waktu itu .
'Apakah ia masih bisa bertahan?Padahal aku sudah repot repot menggunakan serangan kuat itu'
Deng
Setelah setengah jam, semua makanan habis dan Anak-anak pun kenyang. Dengan senyum bahagia, mereka saling bercanda dan bahkan mengejek teman mereka yang makan sangat banyak.
Adams hanya menggelengkan kepala tanpa daya lalu pergi untuk membayar makanan mereka.
Lalu kembali ke meja dan mengajak mereka jalan-jalan serta membeli beberapa hal keperluan di pasar. Dengan semangat mereka keluar dari tempat makan.
Berjalan sambil bercanda dan tertawa, membuat suasana semakin nyaman meski malam cukup dingin.
Namun kebahagiaan selalu berumur pendek, Tiba-tiba....
BANG..... BANG.... BANG....
Dengan suara ledakan, merusak ketenangan malam. Banyak bangunan rubuh,orang-orang berlarian membuat Anak-anak takut bahkan ada yang menangis.
"Lari, ada monster ular raksasa, selamat diri kalian"
Banyak teriakan dan tangisan Anak-anak terdengat.
"Kayla, bawa anak-anak keluar dari tembok kota, Hati-hati pastikan tidak terpisah, berbahaya jika tetap berada di kota" Kata Adams.
"Bagaimana dengan kakak? Ayo pergi sama-sama" Pinta beberapa anak.
"Aku harus melakukan sesuatu, dan mungkin ada orang yang butuh bantuan jadi aku akan berkeliling mencari orang-orang yang kesulitan itu"
"Kalau begitu.... bisakah kami ikut? kami juga ingin membantu"kata salah satu anak.
" Kau sangat pemberani, tapi saat ini keberanian belum cukup, jadi kalian hanya bisa menyelamatkan diri saja dulu, dan untuk urusan membantu orang-orang, cukup serahkan padaku ya?!"
__ADS_1
Tanpa mendengarkan jawaban anak-anak, ia pergi menuju sumber suara ledakan.