
Melihat robot itu pergi, Reynold hanya terdiam. Lalu mulai menggerakkan tubuh barunya. Sedikit nyeri akibat ikatan yang kuat tapi baginya itu masih tidak seberapa.
Setelah dengan mudah melepas tali dengan kasar. Ia berdiri dan melihat seisi ruangan, karena tidak ada hal berguna, Reynold pergi keluar mencari robot tadi. Mengingat kembali perasaan saat berpindah dunia, ia merasa ada sesuatu ditubuhnya yang sedikit unik.
Setelah keluar dari ruangan penuh darah tadi, ia melihat banyak mayat tergeletak di pasir, kebanyakan mati karena kepala putus dari badan.
Menutup matanya dan mulai merasakan keanehan tubuhnya, ia berusaha fokus dan akhirnya melihat sesuatu didalam jiwanya.
Dua buah bola bercahaya perak dan biru, saat ia berusaha 'menyentuh' bola perak, perasaan aneh muncul dan seketika beberapa informasi muncul di benaknya.
[Ultimate skill: Warlord (Costumize All Things) ]
[Kemampuan skill :Membuat dan mengubah item dengan kekuatan sihir sesuai imajinasi dan pengetahuan pengguna, item yang sudah dibuat bisa disimpan dalam penyimpanan jika tidak digunakan]
Melihat informasi itu, Reynold langsung bersemangat.
"Aku mendapatkan sebuah cheat? Ini seperti novel jadul abad 20.Oh iya, di kamarku banyak novel tua yang menumpuk, kalau tidak salah ingat maka ketika kau bereinkarnasi atau berpindah ke dunia lain, maka akan mendapat cheat berupa skill atau sistem. Dan ternyata aku mendapatkan sebuah skill yang sangat kuat.
Tapi kenapa aku tidak bertemu gadis cantik atau kakek tua saat mati? bukankah itu seolah melewati tahap penting? sudahlah mari kita lihat bola biru tadi.
Namun setelah mencoba 'menyentuh ' bola itu, Reynold merasa seperti terhalang sesuatu hingga ia tak bisa memeriksa benda itu.
"Sudahlah, masih ada kesempatan lain kali. Lebih baik aku bereksperimen dengan skill ultimate tadi"
Sebagai komandan perang galaksi yang gemar dan tertarik pada senjata, Reynold telah mempelajari secara mendalam mengenai senjata sejak sangat muda. Mulai persenjataan dingin abad 14 hingga senjata pemusnah massal abad 30,jadi ia tidak kekurangan pengetahuan dan imajinasi. Tapi mengingat kapasitas kekuatan sihir yang masih belum diketahui, ia harus menguji kemampuan nya.
********************
__ADS_1
Sementara itu, Adams terbang cepat menuju arah yang menurut nya benar.
"Sistem, kenapa kau tidak memiliki fitur peta seperti yang ada di novel? "
[Apa gunanya itu? Host bahkan tidak bisa membaca peta]
"Siapa bilang? aku adalah anak rajin dan sering membaca di perpustakaan kota. Aku yakin aku pintar membaca peta. Hanya saja kita sedang ada di gurun, tidak ada tanda yang membantu navigasi." kata Adams
Adams hanya bisa terbang dengan pasrah tanpa tujuan mengharapkan keajaiban sehingga bisa sampai tujuan dengan lancar.
Selang beberapa jam terbang, Adams melihat sebuah sumber air langka di gurun. Disana terlihat ada pemukiman, namun sepertinya baru saja diserang bandit. Di udara , Adams memperhatikan seseorang yang masih hidup disana. Orang itu terlihat sedang mengutak-atik sebuah koper yang seharusnya tidak ada didunia ini. (Didunia Helyer, biasanya orang-orang menggunakan kantong dari kulit binatang untuk membawa barang)
Seoalah menyadari keberadaan Adams, orang itu balas menatapnya. Saling tatap selama beberapa detik,tiba-tiba koper yang barusan di utak-atik berubah menjadi sebuah senjata yang aneh namun futuristik, terlihat seperti meriam di film sci-fi. Moncong meriam mengarah ke dirinya, tapi Adams tidak berniat menghindar walau senjata itu seperti nya sedang mengisi daya. Dan detik berikutnya, meriam itu menembakkan gelombang cahaya biru dengan suhu tinggi yang mencengangkan ke arahnya.
Booommm....
[Ding]
[Misi terdeteksi... ]
Melihat lawannya tidak terluka, pria itu melempat meriamnya, namun itu menghilang begitu saja sebelum menyentuh tanah. Lalu sebuah armor muncul dan langsung terpasang ditubuhnya. Dan ia langsung terbang menuju Adams dengan roket pendorong dikaki dan punggungnya.
Tak lama kemudian, dua pedang logam mengkilap muncul dari udara tipis. Dengan tebasan yang ganas, ia menyerang Adams dari berbagai sudut aneh dan tak terduga.
Sementara itu Adams menangkis dan sesekali menyerang dengan pukulannya yang kuat. Tiap benturan antara pedang dan kepalan tangannya, terdengar suara tabrakan logam yang keras.Dengan kecepatan yang sulit ditangkap oleh mata, mereka bertarung dan bertukar serangan hingga ratusan kali perdetik.
Pria itu menebas kearah leher Adams, namun berhasil ditangkis. Tak mau kalah, Adams membalas dengan pukulan ke perut lawan namun masih dapat dihindari. Dengan pertukaran serangan, masih tak ada tanda menang-kalah.Namun Adams terlihat semakin kewalahan seiring lamanya bertarung, ia pun menggunakan tendangan sapuan dengan kaki kanan, memaksa lawan untuk menjaga jarak.
__ADS_1
Setelah menjauh dari musuh, Adams mengumpulkan kekuatan sihir diperutnya hingga terkumpul dengan jumlah ekstrim. Tak lama kemudian rasa mual muncul memaksanya memuntahkan kekuatan sihir yang terkumpul,lalu ia menembakkan nafas naga petir merah pada musuhnya. Tentu saja lawan tidak tinggal diam, sebuah meriam yang jauh lebih besar dari sebelumnya muncul entah dari mana. Lalu ia mulai mengisi daya hingga Masksimum, melihat bahwa meriam itu sudah tidak bisa menahan energi, ia pun menembakkan serangan nya pada lawan didepannya bersamaan dengan serangan nafas naga itu. Setelah kedua serangan bertemu di udara, ledakan yang tak terbayangkan muncul.
Boooommmmm......
Hingga puluhan kilometer, jangkauan ledakan memusnahkan segala benda yang menghalangi termasuk pasir, bangunan, mayat bahkan oasis lenyap.
Setelah ledakan, terlihat dua orang terbaring di pasir panas dengan berbagai luka. Berkat pertahan dari sisik naga membuatnya hanya terluka ringan, namun karena sebelum pertarungan, ia telah terbang dibawah terik matahari berjam-jam dan kehabisan banyak tenaga. Sedangkan Reynold, ia juga mengalami beberapa luka yang lebih parah, beruntung battle suitnya memberi perlindungan yang cukup, tapi masih memiliki berbagai kerusakan di battle suitnya.
Dengan menggertakkan giginya, ia berusaha untuk berdiri perlahan. Melihat lawan masih terbaring, ia pun tertawa keras.
"Kekekeke, kau cukup kuat dan sangat cocok menjadi alat untuk menguji kekuatan baruku. Sebaiknya kau memiliki kemampuan lain, jika tidak maka pertarungan ini akan berakhir disini"
Setelah mengatakan itu, sebuah pedang besar berwarna merah dengan sebuah mata besar yang terbuka di bilahnya muncul begitu saja dari udara tipis.
Melihat lawan akan menyerang, Adams pun juga berdiri secara perlahan, dan semua luka ringannya sudah lama sembuh karena efek pemulihan dari garis keturunan naganya. Ia mengulurkan tangan kanannya nya pada lawan.
'Abyssal lighting:crimson nebula'
Seketika bola merah dengan titik-titik cahaya seperti bintang dan bola kecil ditengah bola itu muncul ditangannya. Lalu ia melemparkan bola itu pada musuh, dan bola itu semakin membesar seiring waktu, yang awalnya seukuran buah kelapa, ketika sampai didepan Reynold membesar hingga ukuran truk.
Semakin dekat dengan bola itu, membuat tubuh Reynold menjadi mati rasa dan ia pun gagal menghindar.
BANG
Ledakan yang bahkan lebih dahsyat dari sebelumnya terdengar, tak lama kemudian gurun pasir itu menjadi tenang kembali.
Saat ini, Reynold terbaring penuh luka dan hidup atau mati masih belum diketahui.
__ADS_1