
"Lupakan... aku tak bisa memberi tau seorang anak kecil tentang berita seperti ini, yang perlu kau tau adalah bahwa Tomi meninggal dengan terhormat sebagai pahlawan"
Udin hanya terdiam dan akhirnya berterimakasih atas makanan dan berita nya, lalu dia kembali ke rumah kosong tempat Tomi dan dia biasanya bertemu.
Dengan suasana hati yang sangat buruk dia bahkan tak menyadari bahwa dia berjalan di jalan raya dan kebetulan ada mobil yang melaju kearahnya.
Namun untungnya ada seseorang yang menarik udin sehingga kecelakaan tak terjadi. Yang menolong ternyata adalah sangat nenek dan kemudian merawat udin selama 7/8 tahun.
Karena itulah dia berusaha menolong nenek tak peduli apa resiko nya, dia tak ingin kehilangan orang yang berharga lagi.
Saat ini dia sedang membakar daging beruang besar sebelumnya.
Sambil melamun memikir rencana berikutnya, dan ada suara terdengar ternyata gadis tadi sudah bangun tapi udin tidak mendekati nya melainkan menunggu.
*****************
Kepala pusing otot keram serta dada yang sesak, membuat Nana sulit untuk bangun. Saat ini kesadaran nya mulai pulih, dengan bingung melihat sekeliling.
__ADS_1
'Aku masih hidup? Beruang itu melepaskan aku? 'pikir Nana.
Namun semua pemikiran itu lenyap saat ia melihat potongan daging besar dan itu jelas milik Guranta yang selalu menjadi teror bagi semua orang.
Dan Nana akhirnya menyadari bahwa ada seseorang yang memandang nya. Dan orang itu adalah pria dengan pakaian mewah. Tampan seperti seorang pangeran idaman, dan memiliki karisma dan dominasi yang kuat layaknya seorang raja. Memandang rendah pada semua hal yang ada didunia.
Seolah dia menganggap remeh seluruh dunia, setidaknya itulah yang dirasakan oleh Nana.
"Kemarilah"
Suara yang penuh dengan dominasi membuat siapapun tak bisa tidak mematuhi perkataan nya, suara yang muncul dari jiwa seseorang, bahasa yang sebenarnya tidak ia ketahui namun entah mengapa Nana mengerti apa yang pria itu inginkan.
"Perkenalkan dirimu"
Sekali lagi suara yang aneh namun membuat jiwa yang mendengar bergetar hebat.
Hati Nana sekarang di penuhi rasa kagum dan takut pada orang didepannya.
__ADS_1
Jelas bukan manusia tapi dengan wujud manusia seharusnya ia berada dipihak manusia kan?
Ia pun berlutut di depan batu besar dimana orang yang menolong nya duduk.
"Nama saya Nana dan saya berasal dari desa dekat hutan yang berada dibawah lereng gunung"
Dan setelah itu tak ada yang berbicara untuk beberapa menit, dan keadaan ini terus berlanjut hingga membuat Nana semakin gugup dan takut.
Ia memberanikan diri melihat langsung ke orang yang telah menyelamatkan nya. Dia pun seketika terkesima akan ketampanan dermawannya.
Bagaimana tidak, rambut perak pendek yang berkilau. Mata merah menyala, bibir tipis kulit putih bersih dan terlihat sangat halus. Tubuh agak berisi namun tak berlebihan.
Jubah bulu berwarna coklat keemasan, medali berbentuk kepala singa yang terbuat dari emas didada kirinya. Serta dua pedang indah yang digantung di pinggangnya.
Yang lebih memukau adalah aura penuh percaya diri yang hanya dimiliki oleh bangsawan dan anggota keluarga kerajaan.
Wanita manapun akan jatuh cinta saat melihat sosok yang begitu luar biasa terutama orang itulah yang telah menyelamatkan diri nya.
__ADS_1
"Anu..... "