SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 215 Itu Hal Yang Mudah Diatasi


__ADS_3

Akira sudah paham dan mengerti, setelah membaca ekspresi wajah Giriwa yang melebarkan mata dan menjatuhkan rahang. ketika Akira dengan benar menebak penyakit Giriwa.


Pemuda berambut hitam tersebut menghilang setelah mengatakan hal tersebut. Biar saja Giriwa dan acara anak buahnya menerima hukuman dari Akira. Sebab mereka ingkar janji. Masalah Hiza bisa diselesaikan nanti.


Akira sudah berpindah tempat di depan riko milik hina menggunakan teknik hiraishin dan nyonya pemilik ruko tersebut masih belum sadarkan diri setelah dioperasi oleh Akira.


Langkah kaki Akira terdengar cukup keras dan tertangkap oleh kedua telinga Mika, "Sepertinya tuan dokter sudah kembali, " gumamnya.


Akira memejamkan mata dibalik pintu ruko dan mengaktifkan tenseigan untuk memintai keseluruhan tubuh Hiza dari jarak jauh dan tanpa menyentuhnya," Sepertinya sudah baik. Mungkin beberapa saat lagi akan siuman," gumamnya dengan tersenyum tipis.


Benar saja, setelah Akira masuk ke dalam ruko, Hiza siuman dengan raut muka yang sumringah dan bercahaya. Wajahnya sudah tak suram dan pucat lagi.


"Kenapa aku seperti lebih seat dan bugar?" Hiza melebarkan mata dengan tersenyum lebbar, sembari memegangi seluruh bagian tubuhnya dengan rabaan cepat.


Dia tak menyangka penyakit yanng suudah ia derita selama hampir 4 tahun telh hilanng dari dalam tubuhnya.


"Nyonya, tuan Ino yang menyembuhkan penyakit nona sewaktu nyonya pingsan dan juga tuan Ino sepertinya berhasil menegosiasikan terhadap orang-orang yang telah mencari nyonya sebelumnya," jawab Mikha membuat Hiza menundukan wajahnya.


Dia merasa malu dan menyesal atas sikap sebelumnya pada Akira yang kurang sopan. Namun Akira malah menolongnya.


"T-tuan, a-aku minta ma-maaf ...."


"Tidak perlu sungkan nyonya. Itu sudah kewajibanku sebagai seorang dokter yang mlihat seseoorang menderita penyakit di depanku. Mana mungkin aku akan meninggalkannya," potong Akira dengan tersenyum lebar, hingga matanya yang sipit itu terlihat terpejam dimata Mikha dan Hiza. "Untuk masalah Nyonya dengan tuan Giriwa, aku hanya bisa membrikan 10 juta ryo pada mereka."


"Terima kasih banyak tuan Dokter. Aku akan menyerahkan ruko ini secara gratis pada tuan Dokter sebagai balas jasakku karena telah enyembuhkanku." Hiza lanngsung berlutut di depan Akira dengan kedua kelopak mata yang menggenang. Dia merasa benar-benar sangat menyesal.


"Sudahlah, nyonya." Akira memegang kedua bahu wanita paruh baya tersebut dan membantunya untuk berdiri. "Semua orang berhak mengekspresikan sikap apapun pada orang lain secara bebas. Tinggal aku yang memutuskan respon apa yang bisa aku berikan pada orang yang memberikan sikap tersebut. Aku memilih hal yang bisa membuat orang lain bahagia."


Hiza dam Mikha yang mendengar hal tersebut sangat terharu. Kedua kelopak matanya terbajiri oleh bulir-bulir caian bening. Kata-kaya dan tindaakan Aira sangat menyentuh hati mereka.


Tanpa sadar, Mikha dan Hiza memeluk Akira dengan erat. Bagi mereka pemuda berambut hitam dihadapannya adalah orang yang sangat baik.


***


Keesokan paginya.


[Ding]


[Selamat, tuan mendapatkan uang dari bekedip selama 24 jam sebanyak 86400 ryo]


[Ding]

__ADS_1


[Status]


[Nama : Ryutsuki Akira


Umur : 12 tahun


Chakra: Tidak terbatas


Level : Ryunin 3 (0/1.310.720.000)


[Level berkedip host: Master (27.000.000/600.000.000) (15 ryo/kedip)]


[Bloodline : Klan Ryutsuki.]


[Doujutsu:


Rinnegan level tomoe: 7 (Max/Max)(Gakido/Fuujutsu kyuuin, Ningendo, Chikusodo, Shurado, Jigokudo, Tendo, Gedo Rinne Tensei No Jutsu, Tengai Tensei)


Tenseigan level tomoe: 4 (34.900/180.000)(Tenseigan chakra modo, Ginrin tensei baku, Kinbo tensei Baku, Tenseigan Kugutsu Jutsu,)


Ryuzugan level tomoe:4 (161.800/180.000)(Tsukuyomi, Rinbo Hengoku, Hazo no Kusari, Limbo, Kamui)]


Katon rank: A (119.600/180.000)


Suiton rank: A (29.200/180.000)


Doton rank: SS (10.000/350.000)


Raiton rank: SSS (Max/Max)


Futon rank: C (1600/9.000)


Jikkukan rank: C (7.400/9.000) (Kawarimi no jutsu, Shunsin no jutsu, Hiraishin-giri)]


[Skill :


Kenjutsu : Kiri no shinobigatana sichinin shu no jutsu (teknik 7 pendekar pedang dari desa kabut)


Medikal ninjutsu rank :S (138.500/180.000)(Shousen no jutsu, In'yo shoumetsu, Saibo no Kasseijutsu, Moryojika, Sozo saisei, Ninpo: Byakugo no jutsu, Senpo: Rasenraikoha)


Taijutsu Kagekami rank:E (2008/1000)(Kage resikikku)

__ADS_1


Kuchiyose no jutsu:


Nama hewan: Ryudoko


Rank: Ancient


Level: Tenshi (0/10.000.000)]


[Inventori : Ryutaiga, Kogarasumaru, Masamune, Muramasa, 7 pil Hiringu, 2.009 pil chakra]


[Saldo : 440.888.180]


[Selamat menghabiskan uang host. Untuk meningkatkan level berkedip host harus menghabiskan uang]


[Untuk meningkatkan level host bisa menyerap chakra senjutsu, membunuh nukenin, atau menelan yoru]


Akira bangun dari temppat tidurnya. Dia menginap di Ruko. Semalam Akira sudah diberi kunci oleh Hiza dan sangat tulus serta ikhlas jika Akira menggunakan rukonya secara gratis untuk dijadikan klinik kecil.


Dari luar, pintu ruko Akira sudah digedor-gedor sangat kuat oleh penjaga keamanan Konohagakure dari shinobi Yon Kingu.


"Hei, buka! Atau aku ledakan ruko ini!" bentaknnya dengan suara lantang dan berapi-api.


Akira tetap tersenyum dan berjalan santai ke arah pintu Ruko untuk membukanya.


Setibanya di depan pintu ruko, suara tangan menggedor keraas pintu disertai nada ancaman itu masih terdengar keras.


Akira membuka pintu dan bertanya engan tersenyum lebar, "Ada apa tuan-tuan?"


"Jangan basa-basi! Kamu tidak ada izin membuka praktek di Konohagakure," sergah shinobi Yon Kingu bernama Yureka.


"Maaf, tuan-tuan. Sebelumnya sewaktu Hokage sebelumnya aku sudah punya izin praktek disini. Jadi seharusnya aku tidak perlu izin lagi bukan?" Akirra tetap menonjolkan senyum lebarnya menghadapi para shinobi Yon Kingu yang sok berkuasa di Konohagakure. Padahal kekuasaan mereka hasil dari merebut kekuasaan dari Hokage Uchiha Sarada.


"Berani kau menentang kami! Kami bisa membunuh pembangkang sepertimu. Seperti kami mengeksekusi suami Hokagge keparat itu dan menginjak-injak kepalannya. Apakah kau masih berani menjadi pembangkang, hah!" Yureka menarik kerah baju Akira.


Kedua tanga Akira mengepal kuat, namun tetap menahan emosinya agar tak merusak semua rencananya. Untuk menemukan keberadaan semua klan di Konohagakure yang mereka tawan di penjara.


"Baiklah, apa yang tuan inginkan dariku? Jika uang aku belum mmilikinya." akira mengendurkan kepalan tangannya dan menghella nafas perlahan ahar tak terpancing emosi oleh para shinobi Yon Kingu.


"Kamu harus pergi dari Konohagaure selamanya!" bentak Yureka berapi-api.


"Baiklah, tapi sebelumnya aku ingin mengobati Nona. Boleh?" Akira menurunkan tangan shinobi Yon Kingu yang sangat kasar tersebut. "Liver Nona mengalami kerusakan perlahan dan sering gelisah, sering kali sakit di ulu hati dan tak tertahankan. Beberapa hari ini Nona susah tidur sebab merasakan sait yang amat sangat. Bukan begitu, Nona?"

__ADS_1


__ADS_2