SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 222 C7: Santoryu Sora


__ADS_3

***


Hutan Suzuraku, perbatasan empat desa antara Ishigakure, Kusagakure, Iwagakure, dan Amegakure.


Azura dengan mata sharingan yang sudah digabungkan dengan takagan, mampu melihat awan pasir yang sangat besar bergerak ke arah markas sementara Senso No Haijo dalam misi pembebasan semua Klan Konohagakure yang dipenjara di penjara rahasia Kawanari.


Awan pasir itu perlahan turun, ke arah bukit yang menjadi markas sementara Senso No Haijo. Sudah ada Azura, Reina, Shinichi dan Mishima yang bersiaga.


Byakuya menangkupkan tangan untuk membentuk tangan-tangan pasir yang menggendong setiap orang dan mengumpulkannya di tengah lapangan depan gubuk reot


azur merapal segel tangan pemanggilan dengan menggigit kedua jempolnya untuk meneteskan sedikit darah dan menghentakan kedua telapak tangannya ke permukaan tanah, “Kuchiyose no jutsu!”


Kepulan asap yang tebal menutup area dalam radius 200 meter dan memunculkan kura-kura bear berwarna hijau. Kura-kura besar tersebut merupakan Genbu yang sudah dewasa dan memuntahkan cairan slime berwarna hijau ke udara hingga mengenai semua orang, kecuali Mishima, Reina dan Shinichi.


Mishima dan Reina langsung terbang untuk berpatroli menggunakan teknik khusus masing-masing yang bisa membuat mereka terbang. 


Seperti Mishima mengendarai teknik C3 yakni tanah liat berbentuk Naga dan Reina menggunakan teknik shoton no tate, berupa 6 pilar kristal yang membentuk sayap di punggungnya.


Cairan slime tersebut terasa sangat lengket, namun stamina mereka semua telah kembali, luka-luka mereka juga pulih, dan yang pingsan kembali sadar. Bukan hanya itu, chakra mereka juga kembali terisi penuh.


“Uuugh … dimana ini?” Hanabi dan Sarada memegangi kepalanya yang masih sedikit sakit serentak. lalu mencoba untuk bangkit, namun masih agak lemah dan dipapah oleh Reina juga Shinchi.


“Azura?! Kamu?!” Hanabi dan Sara matanya melebar melihat Uzumaki Azura memakai seragam Senso No Haijo.


“Tidak perlu khawatir Nyonya Hokage dan Nyonya Hanabi. Aku memang sudah lama ikut organisasi yang kalian anggap pemberontak. Tapi pemimpinnya adalah cucu kalian sendiri, Ryutsuki Akira,” jawab Azura dingin.


“A-akira?!” Hanbai dan sarada mata mereka tambah melebar, selebar-lebarnya. Rasanya kedua mata itu siap meluncur lepas dari kelopak mata masing-masing.


“Kami diperintahkan Akira untuk menyelamatkan semua shinobi dari berbagai Klan di Konohagakure yang ditawan di penjara Kawanari. Bukan hanya itu ….” Azura terdiam sesaat dan ragu untuk menjelaskan jika Konohagakure telah rata oleh Akira. “Konohagakure, K-konoha ….”

__ADS_1


“Konohagakure telah rata dengan tanah oleh Akira. Dia melakukan ini karena Konohagakure merupakan Konohagakure yang telah membuang ayah dan ibunya di masa lalu. Bukan hanya itu, seluruh dunia telah dikuasai oleh Organisasi Yon kingu yang dipimpin oleh Hyuga Yoda,” potong Shinichi meneruskan penjelasan Azura yang agak ragu untuk menerangkan semua yang telah terjadi saat ini.


“Ya, benar Nyonya Hokage dan Nyonya Hanabi. Itu pilihan kalian untuk memilih berada di pihak mana. Mizukage Chojuro dan Mizukage Kagura berada di pihak kami. Mereka telah mengirimkan kabar buruk, jika Otsugakure telah rata dengan tanah dan hanya menyisakan beberapa anggota klan Otsutsuki yang masih hidup. Yon Kingu berulah lagi,” timpal Azura dengan sorot mata yang tajam.


Akira juga memerintahkan jika shinobi Konohagakure yang telah dibebaskan memilih melawan. Maka Azura, Reina, Mishima, dan Shinichi harus menghabisi mereka tak tersisa.


“Cih, hanya manusia tolol yang mau berada disisi Yon Kingu. Lagipula baguslah jika Konohagakure yang sekarang hancur, terlalu banyak pengkhianat di dalam Konoha,” decih Sarada dengan tersenyum sinis dan penuh kebencian.


“Byakuya! hari sudah malam! Ayo kita berangkat dengan awan pasirmu ke Namigakure!” teriak Azura dan membuat Byakuya menepuk jidatnya sendiri berkali-kali.


Byakuya mengendalikan awan pasirnya untuk membentuk tangan-tangan pasir yang mengangkut para shinobi Konohagakure. Sekarang ini tempat yang paling aman untuk aliansi Senso No Haijo adalah Namigakure juga Hoshigakure.


dengan muka ditekuk, Byakuya menggerakan awan pasir besarnya yang mengangkut sangat banyak orang. Untung saja berkat kutukan Tenchi no juin, byakuya tak mengeluarkan chakra sedikit pun. Dia hanya meminjam chakra dari Akira yang tak terbatas.


Dalam perjalanan malam terbang dengan kecepatan penuh menaiki awan pasir Byakuya. 


Namun sesampainya wilayah udara Sunagakure, ada chakra yang sangat besar mengikuti kemanapun awan itu bergerak.


Chakra itu berasal dari Matatabi yang selama ini bersembunyi di gurun iblis, gurun pasir yang sangat berbahaya yang berada di wilayah timur Sunagakure.


"Hati-hati! Ada serangan!" teriak hanabi yang melihat kumpulan bola api yang sangat besar melesat ke arah bagian bawah awan pasir.


Byakuya yang mengendalikan awan pasir tersebut, mengendalikan tiga lapis pasir, yakni pasir besi, pasir berlian, dan pasir emas untuk melindungi bagian bawah awan pasir agar tak  hancur ketika dihantam oleh serangan bola-bola api yang sangat besar.


BOOM! BOOM!


Suara rentetan ledakan dahsyat disertai getaran yang sangat kuat mengguncang awan pasir dan membuat shinobi Konohagakure yang terlelap tidur langsung terbangun.


“Byakuya! Percepat awan pasir ini! biar aku yang akan menghadapi kucing liar bangsat, bedebah, setan alas itu!” teriak Reina mengaktifkan segel kutukan tenchi no juin dipadukan dengan segel kutukan sembilan lotus, “Kyushiro Rotasu no juin!”

__ADS_1


Dalam waktu singkat, chakra Reina meningkat pesat dan langsung terbang secepat kilat, meluncur ke arah Matatabi yang sudah kehilangan kesadaran. Dia menelan chakra Enenra yang sekarang menyebar di sekitar wilayah timur Sunagakure.


Matatabi melihat Reina akan meluncur ke arahnya menembakan bola api yang sangat besar, namun berwarna merah.


SWUSH!


“Shoton no tate!” Reina merapal segel tangan untuk membentuk bola pelindung transparan terbuat dari partikel-partikel kristal. 


BOOM! KRAK!


bola api biru yang sangat besar tersebut menghantam kuat bola pelindung transparan yang berwarna merah muda hingga retak. Reina pun ikut terpental sangat jauh ke udara dengan tubuh terombang-ambing tak menentu. Pandangan matanya berkeliling dan merasakan pusing.


Mishima ternyata sudah mengejar Reina dan menangkap tubuhnya dengan berkata, “Reina, biar aku saja yang menghadapi kucing liar itu. Tipe petarung jarak dekat sepertimu tidak cocok melawan kucing liar yang mempunyai jarak serang yang sangat jauh. Nendo bunshin!”


Mishima merapal segel untuk membentuk kembaran diri dari tanah liat. Kemudian melompat dan memberikan tiga mulut yang berada di dadanya dengan tanah liat untuk membentuk 3 naga yang besar dari tanah liat.


Ketiga mulut tersebut memuntahkan cairan slime berwarna putih ke udara dan langsung memadat membentuk tiga naga dan Mishima berteriak dengan menautkan tangan, “C7: Santoryu sora!”


Naga C3 yang membawa Reina segera mundur untuk mengejar wan pasir yang bergerak sangat cepat menuju Namigakure.


Muntahan tanah liat dari ketiga mulut di dada Mishima itu membentuk naga dan yang pertama Naga berkepala tiga seperti blue eyes ultima dragon, Naga kedua seperti winged dragon of phoenix dan Naga ketiga seperti bentuk sliffer the sky dragon.


 


 


.


 

__ADS_1


__ADS_2