
"Lebih baik aku mencobanya untuk mendapatkan banyak informasi mengenai dimensi Enenra ini," gumam Akira dan menarik Ryutaiga untuk menangkkis proyektil-proyektil laser tersebut. "Nuibari no jutsu!'
Ryutaiga berubah menjadi pedang anggar berbilah putih, secepat kilat Akkira mementalkan setiap proyektil dan menngembalikannya ke arah para Veiga. Ya, kubus-kubus tersebut bernama Veiga merupakan para yokai yang menghuni salah satu dimensi Enenra.
Setiap dimensi berbeda-beda dan memiliki level portal sesuai warnanya. Portal putih bernama tetsu, portal coklat bernama buronzu, portal perak bernama gin, portal emas bernama Kin, portal biru bernama shirogane, dan portal merah bernama Akaryu.
Saat ini Akira masuk ke dalam dimensi tetsu atau portal tetsu dan merupakan tingkatan paling rendah di dalam dimensi portal Enenra.
Benar saja dugaan Akira, ketika proyektil-proyektil laser tersebut dipentalkan setelah mengenai bilah Ryutaiga tersebut menimbulkan ledakan.
BOOM! BOOM!
Suara rentetan ledakan dan cahaya terang bertubi-tubi akibat menghantam para Veiga tersbut cukup memekan telinga. Bahkan sampai-sampai permukaan batu dalam radius 20 meter retak.
Walaupun terkena ledakan oleh proyektil yang ditembakan oleh mereka sendiri ke arah Akira. Namun bagian lapisan luar para Veiga tersebut tidak ada goresan sedikit pun.
"Tidak mungkin?! Apakah lapisan luuar kubus-kubus itu sangat keras?! Tapi sekeras apa sampa-sampai tidak mempan terhadap serangan mereka sendiri?!" gumam Akira melebarkan mata.
Akira berlari cepat untuk melihat lebih dekat, guna mencari sebanyak apapun informasi dari para Yokai yang berada di dalam dimensi Enenra.
Akira menciptakan bola gravitasi berwarna hitam seukuran bola basebal di tangan kirinya dan dilemparkan ke arah para Veiga yang masih melayang. Dia ingin menguji sekeras apa kulit para Veiga itu, "Ryuton: Chibaku tensei!"
Para Veiga tertarik gravitasi dari dan menumpuk membentuk bola besar. Lama-kelamaan, bola batu itu semakin membesar dan mengurung para Veiga yang terus berdatangan hingga membentuk seperti planet.
Semua tanah, bebatuan, dan material logam dalam radius 2 km tertarik menuju planet tersebbut dan membuatnya semakin membesar.
__ADS_1
Akira menyunggingkan senyum, sepertinya teknik chibaku tensei berhasil menyegel para Veiga dan juga meremukannnya menjadi bongkahan planet yang cukup besar.
Akira sudah menemukan satu informasi, mulai dari warna portal, para siluman atau Yokai yang berada di dalam dimensi Enenra pertama yang berhasil dia masuki. Namun masalah baru muncul, dia harus mencari jalan keluar supaya bisa keluar dari dalam dimensi tetsu ini.
"Ryuton: Yomotsu Hirasaka!" Akira menciptakan lubang dimensi sebagai pintu keluuar dari dimensi tetsu. Namun begitu ia masuk ke dalam lubang dimensi hitam, tubuhnya kembali lagi ke dimensi tetsu. "Eeeh ... apa?!"
Akira mengacak-acak rambutnya. Dia merasa stres dan depresi bahkan frustasi. teknik Yomotsu hirasaka merupakan teknik perpindahan dimensi lebih tinggi levelnya dengan teknik kamui. Bahkan tenik perpindahan dimensi tingkat tinggi pun tidak bisa mengantarkan Akira untuk pulang.
Dia terduduk lemas, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Tidak ada petunjuk, tidak ada informasi, bahkan sistem evolt pun tidak dapat membantu.
Akira menghela nafas sangat panjang dan merasa menyerah kali ini dengan bergumam sambil berpikir keras, "Apa yang harus aku lakukan? Teknik perpindahan dimensi saja tidak bisa. Tapi aku harus mencobbanya, hiraishin no jutsu!"
Tubuh Akira berkedip untuk berteleportasi ke rumah sakit Iwagakure yang sebelumnya sudah dia tandai dengan tanda segel hiraishin. Akan tetapi, sama seklai tubuhnya tidak berpindah dan tiba lagi ke tempat semula Akira berdiri. Kejadian ini membuat Akira semakin frustasi.
Pemuda berambut merah itu tidak meyerah dan beralri cepat ke arah selatan dimensi tetsu yang dipenuhi yokai seperti nyamuk yang sangat besar berwarna kulit coklat. Yokai tersebut bernama Bakuryuha dan memiliki mulut seperti mata bor yang sangat panjang juga besar.
"Groaaar ...!" Bakuryuha yang besar dan merupakan pemimpin dari semua Bakuryuha meraung keras memberikan sinyal peringatan bahaya pada Bakuryuha yang lain.
"Groaaar ....!" Bakuryuha yang berjumlah ratusan itu juga ikut meraung keras hingga menggetarkan prmukaann batu dallam radius 200 meter. Kemudian mereka terbang serentak ke arah Akira dengan mulut mereka yang seperti mata bor tersebut berputar sangat cepat.
Akira merubah bentuk Ryutaiga menjadi katana berwarna jingga, "Shibuki no jutsu!"
Mulut-mulut Bakuryuha ditusukan ke arah Akira sambil mereka terbang cepat. Hampir-hampir kecepatan tubuh Akira yang secepat kecepatan dewa super yang digunakannya untuk menghindari setiap tusukan mulut Bakuryuha sedikit lagi terkejar.
BRAK! BRAK!
__ADS_1
Akira melakkukan tebasan sangat cepat secara vertikal untuk memotong setiap mulut Bakuryuha dan meledakannya.
Namun, alhasil Ryutaiga dalam mode pedang shibuki yang bisa meledak tidak bisa berbuat apa-apa dengan mulut Bakuryuha yang sangat keras dan ledakan itu sama sekali tidak bisa terjadi.
Seperti Bakuryuha mampu menyerap energi ledakan tersebut menjadi chakra di dalam tubuhnya. Tanda-tanda itu benar terjadi, seelah menghisap energi ledakan dari Ryutaiga, tubuh Bakuryuha semakin membesar setengah kali lipat.
Akira melompat mundur dan menembakan banyak rantai besar berwarna unngu dengan ujung kepala Naga dari telpak tangan kirinya, "Ryuton: Haze no kusari!"
DEG!
Akira merasakan chakra Enenra masuk ke dalam dirinya lagi, sama seperti sebelum-sebelumnya. Namun lebihh kuat lagi dari seblumnya.
Chakra yang berada di dalam tubuh Bakuryuha secara otomatis mengalir melalui rantai besar yang terhubung dengan tangan kiri Akira. Chakra Enenera tersebut mengalir ke seluruh titik tenketsu di dalam aliran tubuh Akira dan menuju ke arah perut Akira, dimana Enenra disegel oleh Ryutsuki Kazuya.
"Aaargh ...!" Akira merasakan sakit yang mata sangat dan detak jantungnya berdetak sangat cepat, urat ototnya menonjol sangat besar dan berwarna ungu.
Akira mencoba menahannya, agar semua Bakuryuha yang berhasil lehernya dia jerat dengan teknik rantai haze no kusari tidak lepas.
Chakra Enenra yang mengalir secara paksa ke dalam perut Akira tersebut memberikan semua informasi mengenai para Yokai yang menghuni dimensi Enenra.
Tanpa disadari Akira, salah satu pemimpin Bakuryuha berhasil keluar dari dalam portal dimensi tetsu dan sekarang sedang terbang cepat menuju pusat desa Iwagakure.
Tubuh Bakuryuha yang menyerahkan chakra mereka secara sukarela ke dalam tubuh Akira melalui rantai besar tersebut, perlahan menyusut dan tubuhnya kurus kering seperti balon kehilangan angin atau udara di dalamnya.
Setelah mereka tewas, tubuhnya menjatuhkan batu prisma kristal berwarna putih susu ke permukaan tanah dan sangat banyak.
__ADS_1
Planet yang dibuat Akira untuk menjebak para Veiga pun runtuh perlahan dan akan jatuh ke permukaan tanah. Akira dapat melihatnya dari jauh, setelah kondisi tubuhnya kembali normal.
Prisma-prisma kristal putih tersebut langsung disimpan oleh Akira ke dalam inventaris sistem.