
Denji dan Shin tidak ada lagi tempat untuk berlindung. Hutan dalam radiius 1 km telah rata menjadi tanah. Bola-bola air mengarah kepada mereka berdua dengan sangat cepat.
"Terima kasih bro." Shin mengacungkan jempol ke arah Denji walau dirinya sedang terluka dan dipapah olehnya. Kemudian melepaskan tangannya dari pundak sahabat karibnya itu dan merapal segel tangan secepat kilat lalu menautkan tangan di tengah dada, "Senpo: Myoujinmon!"
Pilar-pilar kayu berwarna merah berbentuk gapura kuil jepang berjatuhan dari langit di sekitar tubuh Denji dan Shin. Gapura-gapura kayu tersebut berhasil menghalau serangan bola-bola air yang sangat besar.
BOOM! BOOM!
Rentetan suara ledakan disertai kepulan asap menghalangi pandangan Riko, Ryuyori dan Odawari, "Hahaha .... Kalian pasti mati dan percuma saja mengeluarkan senjutsu sekalipun. Kalin berdua hanya akan berakhir di depan raja neraka," kata Riko tersenyum sinis.
"Oh, benarkah?" Denji sudah ada di samping kiri Riko menggunakan teknik shunsin untuk berteleportasi di dekat Riko dan Ryuyori. Dia sudah dalam bentuk kutukan tingkat kedua dengan tangn kiri mengeluarkan bola air bertekanan tinggi yang mendesis, "Raikoha!"
Raikoha dihantamkan ke tulang rusuk bagian kiri Riko. Ryuyori sigap dan berpindah tempat untuk menghalangi serangan Denji. Intinya Ryuyori tidak mau Riko sampai terluka.
BOOM!
Perut Ryuyori tertembus Raikoha dan berlubang besar. Bukan hanya itu, tulang rusuk kiri Riko beserta paru-paru kirinya juga hancur dan Riko tewas seketika. Sedangkan Ryuyori brubah menjdi kepulan asap. Dia kabur kembali ke gua Ryuchi.
Odawari mengamuk setelah melihat rekan karibnya tewas, matanya nyalang, ruat mukanya dipenuhi urat otot yang menonjol besar. Odawari melesat cepat ke arah Denji dengan merapal segel tangan secara beruntun, "Doton: gansetsukon! Doton: Ganban Kyu! Doton: Moguragakure no jutsu!"
Dari jarak lusinan meter, Odawari melesat ke arah Denji dengan tubuh lama-kelamaan masuk ke dalam tanah.
Setelah dekat dengan Denji dan Shin di dalam tanah, muncul tanah yang ambles dibawakh kedua kaki Denji dan Shin untuk menenggelamkan tubuh mereka masuk ke dalam tanah.
Denji dan Shin lambat dalam reflek, mereka berhasil terhisap masuk ke dalam tanah dan hanya menyisakan kepala mereka saja.
"Aaaaakh!" ppekik Shin dan Denji sangat keras. Mereka berdua meringis kesakitan, karena tubuh mereka dihimpit oleh tanah yang dikendalikan oleh Odawari dari dalam permukaan tanah.
__ADS_1
"Ten no juin: Jotai go!" pekik Denji merubah tubuhnya ke mode kutukan Orochimaru tingkat lima ditambah dengan segel kutukan milik Akira.
"Aaaargh!" Shin juga mengaktifka segel kutukan yang ditanamkan Akira di dadanya berbentuk kepala naga dikelilingi bulatan dan diluar bulatan terebut ada 4 bilah fuma shuriken.
Tanah yang mnghimpit mereka retak perlahan dan menyebar dalam radius 500 meter.
BOOM!
Odawar terpental ke udara, Denji yang memiliki 5 sayap a\=malaikat di punggung kiri dan 5 sayap iblis di pungggung kanan segera melesat ke arah Odawarri yang masih terus meluncur ke udara.
"Mati kau! Suiton: Yari no raikoha!" Denji membentuk raikoha di tangan kirinya dan memanjang membentuk sebuah tombak berwarna ungu pekat diselimuti angin yang mendesis hingga terjadi fluktuasi udara disekitarnya.
Denji memparkan tombak tersebut ke arah Odawari yanng tak bisa lagi menghindar. Disusul Shin yang menggunakan teknik jukai kotan, yakni akar yang menjalar ke langit mengejar Odawari dan berhasil menangkap kakinya.
"Ampuni aku! Lepaskan aku!" Odawari meronta-ronta dan ingin melepaskan diri dari jeratan akar milik Shin. Dia mengeluarkan sebuah gulungan dari dalam dadanya dan dilemparkan ke ara Shin.
Shin berhasil menangkap gulungan tersebut dan menyimpannya ke dalam saku bagian dalam bajunya dengan mengacungkan jempol ke arah Denji yang terbang tinggi di atasnya dan berkata, "Bro! Ayo kita pulang!"
***
1 bulan kemudian, Konohagakure.
Pelayanan klinik akira lambat laun semakin ramai dan itu mengancam pendapatan rumah sakit Konohagakure. Tentu saja mereka menganggap Akira sebagai ancaman.
Namun para warga sudah menaruh harapan besar pada Akira. Tidak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan oleh Akira dan itu membuat pamornya sebagai Dokter jenius naik drastis.
Beberapa kali Akira dibujuk oleh Hokage unuk bekerja dibawah naungan Hokage dengan gaji yang fantastis. Akira selalu menolak dengan halus, agar mereka tidak tersinggung. Tapi tetap saja penolakan halus Akira membuat mereka tidak puas hati dan malam ini menyuruh salah satu Kyu Zenpan-teki bernama Rirodu Hanya untuk menghabisi Akira.
__ADS_1
"Ah, lelahnya!" Akira menuutup rolling door rukonya. Dia masih betah kerja sendiri, walaupun sudah mendapatkan banyak uang di Konohagakure dan itu baru satu bulan.
Akira sudah merasakan pergerakan mereka dan sebenarnya tangan Akira sudah gatal ingin menghabisi Hokage yang sering bergonta-ganti.
Semenjak organisasi yon kingu menguasai dunia, Kkonohagakure sering sekali berganti Hokage dan Hokage saat ini dipegang oleh anggota Klan Uchiha yang berkhianat bernama Uchiha Daichi.
Setelah memastikan pinntu rolling ddo tersebut terkunci rapat, Akira menyengaja berjalan ke arah hutan kematian dengan berpura-pura mengantuk.
"Wah, nampaknnya daun puranasaouru dan daun ashiyabaku telah habis. Terpaksa malam ini aku harus memanen daun-daun tersebut di kebunku yang aku buat di hutan kematian," kata Akira dengan suara sengaja dikeraskan agar terdengar oleh Rirodu dan anak buahnya.
Anak buah Rirodu dan Rirodu begerak cepat melompati satu dahan pohon ke dahan ohon yang lain sambil terus mengawasi Akira. Mereka akan membunuh Akira begitu tiba di hutan kematian.
Akira mempercepat lajju jalannya dan tiba-tiba ia hilang dari pandangan begitu tiba di depan pagar besi yang membatasi hutan kematian dengan wilayah padang rumput training field.
"Kemana dia?" Riroodu dan kesepuluh anak buahnya memindai keberadaaan Akira di seluruh sudut hutan dengan mata berkeliling.
"Kalian mencariku?" Akira muncul di belakang salah satu anak buah Ririodu dan memenggal lehernya dengan tebasan sangat cepat mengunakan pedang andalannya yakni Ryutaiga. "Nuibai no jutsu!"
Akira merubah Ryutaiga menjadi bilah pedang anggar dan melesat secepat kilat untuk menusuk kesembilan anak buah Rirodu seperti menjahit baju.
Kesembilan tubuh anak buah Rirodu tak berdaya, tubuhnya terbalut benang-benang yang sangat tajam, "Sayonara! Shinobi tolol!"
ZRASH!
Akira menarik kuat gagang Ryutaiga yang terhubung dengan benang-benang yang mengikat kesembilan tubuh anak buah Rirodu. Tubuh mereka terpotng-potong tanpa bisa memekik dan memuncratkan cairan merah segar dalam radius 5 meter.
Rirodu selamat berkat matanya yang sudah ditanamkan mangekyo sharingan milik salah saatu anggota klan Uchiha yang mereka bunuh beberapa tahun lalu di penjara Iwagakure.
__ADS_1