
***
Pusat Desa Iwagakure.
Bakuryuha telah sampai ke pusat desa, kubah sensor pelindung yang menyelubungi semua wilayah Iwagakure tidak dapat menndeteksi kedatangan pemimpin Bakuryuha.
Sayap serangganya dikepakan, matanya menyiratkn ekspresi licik dan mulutnya yang sepperti mata bor berputar cepat. Kemudian melesat ke bawah untuk menghantamkan mulutnya yang sudah berputar cepat dan udara yang dilewati oleh mulut Bakuryuha tersibak. Terjadi fluktuai udara dan deru angin yang sangat kencang di sekitar bakuryuha.
"Ada monster!" teriak salah satu warga yang melihat Bakuryuha siap menghantamkan mulutnya itu.
BOOM!
Namun sayangnya, peringatan dari salah satu warga terseut terlambat. Ledakan yang sangt keras dan dahsyat menimbullkan getaran yang sangat kuat. Permukaan tanah dalam radius 100 meter retak, lalu ambles dan mengubur bangunan di atasnya.
Suara pekikan kesakitan menggema di tengah pusat desa. Para shinobi Yon Kingu Iwagakure bergegas untuk menyelamatkan para warga yang masih selamat untuk dievakuasi.
"Jinton: Cho genki hakuri no jutsu!" Godaime Tsuchikage Arakami terbang cepat ke arah Bakuryuha dan melepaskan kubus putih untuk mengurung Bakuryuha.
BOOM!
Saat itu pula bola di dalam kubus putih meledak dan membuat Arakammi tersenyum puas, "Mati saja kau monster bedebah."
Namun alangkah terkejutnya Arakami, setelah kepulan asap mereda, sosok Bakuryuha masih tetap kokoh dan tak hilang satu anggota tubuh pun, "Apa?! Jutsuku bisa ditangkis?! Padahal jutsu ini sudah melebihi kekuatan dari Sandaime Tsuchikage?!"
Bakuryuha menyeringai jahat dan mengepakan sayapnya untuk bersiap menjauh dari desa untuk kembali menuju portal tetsu. Dia sudah menemukan mangsa, dan mangsa itu adalah Arakami yang memiliki chakra yang sangat besar.
Melihat Bakuryuha telah terbang untuk kabur, Arakami mengejarnya dengan kecepatan penuh, "Katon: Katon no yoroi! Futon: Futon no yoroi! Doton: Cho kekijuugan no jutsu!" ucapnya.
Tubuh Arakami diselimuti armor api biru dan tubuhnya sangat ringan. Dia melesat sangat cepat melebihi kecepatan kilat dan Bakuryuha berhasil dikejarnya, "Doton: Kengan no jutsu! Doton; Dai kajuugan no jutsu!" teriaknya.
Arakami menyelimuti kedua kepalan tangannya dengan kepalan batu yang sangat besar dan sudah ditambah beban beratnya dengan erat yang sangat ekstrim. Lalu dipukulkan bertubi-tubi ke punggung Bakuryuha.
BAM! BAM!
Kedua pukulan itu terus dihantamkan sekuat tenaga dan membuat Bakuryuha berpura-pura meraung kesakitan, "Groaaar ...!"
__ADS_1
Chakra Arakami menurun drastis dan dadanya mulai kembang-kempis tak karuan. Disaat itu, Bakuryuha melancarkan serangan balik dengan memutar kepalanya 180 derajat dan berhasil menusuk dada kanan Arakami dengan mulut bornya.
ZRASH!
Darah memuncrat dari dada kanan Arakami ke muka Bakuryuha dan pandangan Arakmi langsung buram. Mulut bor itu menembus tulang rusuknya hingga hancur sampai ke punggung kanan.
"Groaaar ...!" Bakuryuha meraung kegirangan karena berhasil menjebak Arakami.
Perlahan tapi pasti chakra dan energi kehidupan milik Arakami dihisap ke dalam tubuh Bakuryuha melalui mulutnya yang masih tertanam di dada kanan Arakami.
***
Dimensi portal tetsu.
Akira telah menyerap semua chakra Enenra yang berada di dalam dimensi portal tetsu. Semua Yokai yang berada di dalamnya meraung kesakitan, mereka melemah setelah semua chakra di dalam dimensi kamui telah terserap ke dalam tubuh Akira.
[Selamat, tuan behasil meningkatkan senjutsu ke senryujutsu]
[Senryujutsu adalah sebuah teknik menyerap chakra Enenra yang mampu meningkatkan kecepatan, kekuatan, dan pemulihan tubuh sangat cepat]
Akira memejamkan mata mencari pintu keluar dengan kesadaran senryujutsu.
"Disana!" Akira langsung melesat cepat ke arah tenggara menuju ke arah dua pilar cahaya yang sangat kecil dan ditengahnya ada portal yang sedang menyusut.
Akira menambah kecepatan lesatannya dengan raut muka panik, sebab setiap detik portal itu menyusut dengan cepat dan semakin mengecil.
Terdengar suara yang tidak asing. Selama hampir 8 tahun, Akira tidak pernah lagi mendengar suara tersebut.
{Hai, gaki! Enaknya kau hidupp dengan chakraku sekarang. Tapi ingat konsekuensinya, semua orang di dataran shinobi akan hancur, hahaha ....}
Akira tetap fokus melesat dengan melebihi kecepatan cahaya dan sama sekali tidak memperdulikan suara Enenra yang menyapa dan juga mengancamnya.
Portal itu hanya tersisa dengan ukuran diameter 10 inci, Akira sudah tak sempat lagi. Dia melompat tinggi sejauh 100 meter untuk menjangkau portal yang akan menutup tersebut. Enenra terus mngoceh di dalam ruang batin Akira untuk membuyarkan fokusnya.
"Diam! Kau kadal buduk!" teriak Akira dan berhasil masuk ke dalam portal yang hanya tersisa ukuran diameter 1 cm.
__ADS_1
Akira berlutut satu kaki dengan dada kembang-kempis. Namun belum selesai dia menyelesaikan helaan nafasnya, mata Akira membelalak melihat Arakami yang sedang sekarat dihisap chakra dan energi kehidupannya oleh Bakuryuha yang tubuhnya semakin membesar sebesar biijuu.
"Sepertinya aku mendapatkan jutsu baru," gumamnya tersenyum simpul danmerapal segel tangan engan tarikan nafas yang sangat dalam. "Senryunpo: Tendo no ken rasen!"
Akira memanggil delapan pedang berbeda warna dengan aura yang sangat pekat sesui warnayanya. Ada delapan warna, yakni merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu, perak, dan emas. Kedelapan pedang tersebut melesat ke arah Bakuryuha dan tertancap di permukaan tanah mengelilingi Yokai Nyamuk raksasa tersebut.
Dari gagang pedang yang memiliki ornamen kepala naga itu menembakan sinar laser ke arah tubuh Bakuryuha.
SWUSH! BOOM!
"Groaaar ...!" Bakuryuha meraung kesakitan dan melemparkan tubuh Arakami ke udara. Akira tidak tinggal diam dan berpindah tempat ke dekat tubuh Arakami untuk meagkapnya dan berpindah tempat lagi ke tempat sebelumnya dia berdiri.
SWUSH!
Sinar laser yang diitembakan dari gagang pedang semakin besar sesuai warna masing-masing dan behail menghancurkan Bakuryuha yang sangat besar itu.
BOOOM!
Suara ledakan dahsyat disertai cahaya terang yang menyilaukan menghalangi pandangan. Kepulan debu dan asap juga menjulang tinggi ke langit membentuk siluet jamur. Bahkan getarannya terasa sampai ke pusat desa dan menimbulkan gempa memiliki skala 2,3 skala richter.
"Apa yang terjadi?!"
"Akankah ini kiamat?!"
"Tolong selamatkan kami!"
"Tsuchikage selamatkan kami!"
Semua warga berlarian dengan raut muka panik. Semua shinobi Yon Kingu dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang belum sempat menunju tempat evakuasi.
Banunan-bangunan retak, karena getaran gempanya semakin besar mencapai 5,5 skala richter dan terus meninggi hingga berhenti di 7,5 skala richter.
Para pjabat tinggi Iwagakure panik dan cemas Arakami belum juga kembali setelah mengejar Bakuryuha. Ditambah lagi kondisi desa kembali porak-poranda setelah dihancurkan Akira 7 tahun yang lalu.
Kembali ke Akira yang sedang mennyandakan tubuh Arakami di batu besar dan merapal segel tangan, "Senryupo: Tendo no ken Xuan Wu!"
__ADS_1