SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 225 Peperangan Di Namigakure


__ADS_3

Keenam patung kepala Naga juga membuka mulutnya daan mengeluarkan siluet kepala naga berwarna emas dan langsung masuk ke dalam tubuh Matatbi untuk menghisap cakra Enenra di dalam tubuh Matatabi.


"Groaar ....!" Matatabi meraung kesakitan dan raungannya sangat panjang.


Akira tak memperdulikannya sama sekali dan terus menghisap eluruh chakra Enenra hingga habis tak tersisa.


Matatabi tubuhnya kembali seperti semula deng tubuh berwarna biru dan loreng hitam. Matanya memejam dengan naas tersengal-sengal seperti kehabisan nafas.


Setelah semuanya dihisap ke dalam patung kepala Naga Enenra dan berhasil membuka mata juga mulut salah satu patung Kepala Naga tersebut. Tubuh Matatabi menyusut sangat kecil dan terlindungi bola plindung berwarna hijau yang bisa digenggam oleh tangann Akira.


"Hiraishin no jutsu!" Akira berteleportasai ke markas Hoshigakure. Dia ingin segera menyegel chakra Matatbi ke dalam patung gedo mazo.


Setelah sampai di lorong markas Hoshigakure dan menyusri lorong tersebut dengan tatapan hampa.


Namun merasakan rasa sangat sedih yang sangat mendalam akibat kehilangan Mishima.


Akira segera membuka pintu yang sangat besar dan dibaik pintu tersebut ada patung gedo mazo yang sudah terbuka mata pertama, mata keempat, mata kelima, mata dan mata ketujuh.


Organisasi Senso No Haijo saat ini memiliki 6 bijuu termasuk Matatabi yang baru saja ditangkap.


Akira melemparkan dari jarak 100 meter bola yang menyegel Matatabi ke dalam mulut patung gdo mazo yang sudah terbuka mulutnya.


Hanya dalam sekejap mata, patung tersebut terbuka mata yang kedua. Akira tak perlu melakukan penyegelan yang cukup lama untuk menyegel chakra bijuu.


Itu semua berkat Ryuzugan dan juga tensei-rinnegan. Apalagi semua kekutana doujutsu milinya telah mncapai level maksimal.


"Paman Mishima, hiks ... kenapa berlalu cepat meninggalkanku." Akira berjalan lunglai sambil menyeka cairan bening di kedau kelopak matanya.


Rasanya dia sudah putus asa dan tak ada harapan lagi dihatinya. Semua perasaan sedih Akira juga dirasakan oleh semua orang yang terhubung dengan segel kutukan tenchi miliknya.


Akira tiba di depan kamarnya dan menendang pintu kamar miliknya itu hingga jebol. Dia melupakan semua kesedihan dan kemarahannya pada apapun yang berada di dalam kamarnya. Semua barang-barangnya ia rusak dan banting.

__ADS_1


"Paman Mishima! Paman Kishima!" pekik Akira membanting semua barang yang berada di dalam kamarnya.


Lalu duduk di sudut kamarnya dengan memeluk lutut. Dia merasa benar-benar tak berguna saat ini. Teknik rinne tensei pun tidak bisa mengembalikan Mishima ke alam dunia ini.


Akkira hanya seorang diri di dalam markas Hoshigakure dan iaterus menangis sesenggukan menangisi kematian Mishima.


"Paman Mishima! Paman Kishima!" Akira berteriak lagi, sampi-sampaai suaranya serak.


Dia terus berteriak dengan sesenggukan, hingga akhirnya dia kelelahan dan tertidur dengan air mata yang membanjiri lantainya.


Sementara itu, Reina yang merasakan perasaan yang sangat terpukul. Segera terbang secepat mungkin menggunakan teknik shoton no tate dari anmigkaure menuju Hoshigakure.


"Akira, tenanglah! Aku datang!" teriak Reina yang terus menambah kecepatan terbangnya.


Dia meninggalkan Shinichi, Azura, dan Byakuya di Namigakure. Padahal kondisi Namigakure sedang terdesak.


Pasukan Yon Kingu menyerang Namigakure dan selama ini mereka membuat markas tersembunyi di Yuugakure tanpa disadari oleh Akira serta rekan-rekannya.


"Semuanya, tenang!" teriak Hiyoshi yang sedang beridir di atas di dinding pembatas Namigakure.


Byakuya dan Shinichii sudha mencoba menghalau serangan meriam chakra dan berhasil. Tapi pertukarannya adalah stamina tubuh mereka terkuras sangat cepat akibat menggunakan tenchi no juin.


Apalagi kondisi Akira saat ini tidak stabil dan berimbas pada pasokan chakranya ke anggota inti organisasi Senso No Haijo.


Sarada tidak tinggal diam. Dia mengaktifkan susano'o sempurna miliknya yang berwarna merah muda dan membawa senjata krosbow ganda.


Hanabi juga ikut membantu. Da berhasil mengaktifkan tenseigan dan menciptakan boneka chakra raksassa berwarna biru muda untuk menghalau bola bom chakra yang ditembakan oleh meriam-meriam chakra.


Saat ini Namigakure masih selamat daari serangan bom meriam chakra. Sebab semua bom yang menngarah ke pusat desa, semuanya telah dipentalkan ke arah laut. Namun, semakin lama, chakra Sarada, Hanabi, Byakuya Shinichi, Hizuga semakin menipis.


Azura menggigit kedua jempol, lalu merapal segel tangan pemangggilan dan menghentakannya ke permukaan tanah, "Kuchiyose no jutsu!"

__ADS_1


Genbu, Biwako, Seiryu, Qirin, dan Suzaku yang sudaah besar muncul dari kepulan asap. Azura mengerahkan chakra yang besar untuk melindung kelima siluman kontraknya tersebut dengan susano'o sempurna hasil penelitiannya.


Uzumaki Azura berhasil membangkitkan sharingan biasa dengan 6 tomoe dan menyerap intisara dari mata takagann dari klan Zikawa. Persepsi pandangan matanya bukan hanya mempunyai kemapuan sharinga, tetapi juga memiliki kemampuan takagan yang mampu memperbesar objek sangat jauh.


Semua mata terpana akan kemampuan Azura yang melebihi Naruto dan Sasuke. Mereka berdua membentuk kurama susano'o perlu dua orang. Sedangkan Azura hanya membentk seorang diri daan kekuatan kelima siluman kontraknnya sudah setara bijuu saat ini.


"Groaaar ...!" Qirin, Seiryu, Suzaku, Qenbu dan Biwako meraung keras. Mereka berlima bersiap menyerang.


Genbu menautkan tangan untuk membentuk kunah pelindung yang melindungi seluruh wilayah Namigakure dengan kkubah pelindung transpran berwarna hijau pekat.


Bola-bola bom chakra yang akan menghantam Namigakure berhasil diredam oleh kubah pelindung yang dibuat oleh Genbu.


Roaaaar ...!" Qirin ikut meraung keras dan menciptakan petir emas yang melapisi kubah pelindung yang dibbuat Genbu, supaya pertahanannya semakin kuat. Karenabola bom chakra yang akan menyentuh kubah pelindung akan langsung disaambar oleh petir emas yang diciptakan oleh Qirin.


"Lanjutkan serangan kedua!" teriak Jendral Kyu Zenpan-Teki bernama Fusami.


Suzaku dan Seiryu melesat cepat ke arah pasukan yang menembakan meriam chakra. Mereka berdua ingin menghancurkan semua meriam chakra yang terus memborbardir kubah pelindung yang melindungi Namigakure.


Muncul banyak pusaran merah di langit wilayah perbatasan Namigakure dan Yuugakure.


Darai dalam pusaran merah itu, keluar pesawat induk mirip pulau terbang dipenuhi meriam chakra di bawahnya organisasi Yon Kingu telah kehilangan banyak Jendral mereka.


Terpaksa mereka mengeluarkan senjata rahasai mereak yang diberi nama Prometheus untuk menghancurkan semua shinobi yang menentang mereka.


Moncong meriam di bawah kapal induk terbang keluar dari lubang masing-masing dan jumlahnya sangat banyak terarah ke Namigakure.


"Isi chakranya!" teriak Fusami berapi-api dan ingin segera menghancurkan Namigakure rata menjadi permukaan tanah.


"I-itu apa?!"


"Tidak, cicilan panciku belum lunas. A-aku belum ingin mati?!"

__ADS_1


"Shinji sama, dimana kau berada? To-tolong kami?!"


Semua warga Namigakure terduduk lemas dengan raut muka seputih kertas, tubuh mereka gemetar ketakutan menyaksikan Prometheus yang begitu besar. Ditambah lagi bola bom meriam chakra yang terus memborbardir kubah pelindung yang melindungi seluruh wilayah Namigakure.


__ADS_2