SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 239 R2


__ADS_3

Akira yang akan membantu Nanoko yang sedang terdesak, mengurungkan niat setelah melihat Nanoko meraung keras ntuk menyetabilkan tubuhnya. Nanoko diselimuti aura hitam dan merapal segel tangan, "Kobakuton: R2 Zenia no yoroi!"


Zirah yang menyelimuti tubuh nanoko berubah wana menjadi warna ungu dengan sayap jingga. Kedua senapan laser itu mengecil dan melayang di atas kedua pundak Nanoko. Kedua pedang berwarna ungu dengan gagang agak panjang juga telah dipegang di kedua tangan Nanoko.


Ekor-ekor Ryubon terus menyabet tubuh Nanoko ketika sedang melakukan transformasi dari zirah R1 ke teknik R2. Berkat perubahan zirah menjadi zirah Zenia, sabetan bertubi-tubi tersebut sama sekali tidak terasa sakit.


Akira berdecak kagum melihat perubahan besar Nanoko, dan bergumam dengan mata yang berbinar-binar, "Aku tidak menyangka Nanoko bisa beradaptasi dengan kekkai touta lebih cepat."


Nanoko mentap tajam semua Ryubon. Lalu melesat cepat dan memenggal kepala Ryubon yang sangat keras, sekeras berlian tersebut.


SLASH! SLASH!


Kepala-kepala yang sangat besar tersebut melayang ke udara disertai darah coklat menyembur keluar dari lehernya. Tubuh Nanoko basah oleh darah Ryubon dan dua senapan laser yang terlah berubah warna menjadi warna hitam menembakan sinar laser yang sangat besar ke arah kawanan Titan Goremu.


SWUSH! BOOM!


Terjadi ledakan yang sangat besar disertai gelombang kejut yang terus menyebar sampai-sampai Nanoko dan Akira dibuat mundur dengan cepat sejauh 1 km.


Kepulan asap, debu dan cahaya menjulang ke langit membentuk siluet pilar. Mereka berhasil menghancurkan semua Yokai yang berada di dalam portal tetsu yang pertama.


Nanoko terjatuh dari udara. Dia sudah tak mampu menahan lagi tubuhnya yang merasakan rasa sangit yang amat sangat akibat efek penggunaan zirah R1 dan Zirah R2 secara bergantian di jeda waktu yang sebentar. Oleh kaena itu, Akira segera berpindah tempat menggunakan shunsin ke udara untuk menangkap tubuh Nanoko.


Setelah tubuh mereka berdua berkedip dan tiba di permukaan tanah yang masih terasa agak panas dengan asap yang mengepul. Akira menaruh tubuh Nanoko ke permukaan tanah dan mengaktifkan mode pertapa naga, "Senryupo: Tendo no ken Xuan Wu!"


Dari atas tubuh Nanoko muncul pedang berawarna hijau dan menusuk perut Nanoko. Namun tusukannya itu tidak berdarah dan tidak melukai perut Nanoko. Malah seluruh luka, stamina dan juga chakra Nanoko dipulihkan walau sangat lambat.


Pemuda berambut merah tersebut sengaja melakukannya, supaya Nanoko tidak cepat sadar. Dia tidak mau melihat dirinya menggunakan senryupo yang sudah dianggap merupakan jutsu pamungkas miliknya.


Akira meninggalkan tubuh Nanoko dengan pedang Xuan Wu. Sementara dirinya menngumpulkan banyak prisma kristal tetsu dalam yang sudah berserakan di permukaan pasir dan permukaan tanah.

__ADS_1


"Yuhuuu ... panen besar kali ini!" Akira matanya berbinar-binar menyimpan satu persatu prisma kristal tetsu ke dalam inventaris sistem dan menyegelnya di dalam gulungan besar.


Nantinya gulungan besar berisi 2000 batang prisma kristal tetsu tersebut, akan diberikan pada Nanoko setelah wanita bermata biru itu sadar.


Setelah selesai mengumpulkan semua prisma kristal tetsu. Akira kembali ke tempat Nanoko untuk menggendongnya dan membawa Nanoko pulang. Pintu keluar portal telah terbuka dan kali ini Akira berhasil memanfaatkan kekuatan Nanoko dengan baik.


Akira yang sudah menggendong Nanoko dan pedang surga Xuan Wu telah memulihkan tubuh Nanoko dan lenyap, sudah keluar dari pintu portal. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya barisan bukit batu. Tanpa disadari oleh akira, mereka berdua di dalam portal tetsu sudah 7 hari.


Selama 7 hari tersebut, Kaijin menunggu Akira. Dia telah menyelesaikan semua pesanan pejabat tinggi Iwagakure dan juga 6 kodachi milik Akira. Kaijin juga berinisiatif dengan membuat senjata biasa, seperti kunai, shuriken, fuma shuriken, belati chakra, dan tsuin kunai menggunakan prisma kristal tetsu.


Namun Kaijin tetap seorang yang licik dan serakah. Tidak akan membagi keuntungan penjualan senjata-senjata yang sedang diajukan ke persetikatan shinobi dengan Akira. Seorang yang baik bisa menjadi tamak ketika ada kesempatan datang.


Akira melompati satu batu ke bebatuan lain dan yang dituju adalah gedung perserikatan shinobi.


Samuchi masih belum bisa meyakinkan para shinobi tanpa desa ataupun shinobi Iwagakure termasuk petinggi desa Iwagakure, tentang cara menutup portal dan membunuh Yokai di dalam portal dimensi tetsu.


"Akira, nanoko, kalian kembali," ucapnya masih dengan tersenyum kecut.


"Ketua, ketua harus bergembira. Aku melihat dengan mata kepala sendiri Nona Nanoko membunuh semua para Yokai tersebut seorang diri. Ini buktinya!" Akira menaruh badan nanoko di sofa dan Miami keluar dari wilayahnya untuk membantu merawat Miami.


Kemudian Akira mengeluarkan gulungan besar dari inventaris sistem dan Samuchi menganggap ittu adalah teknik funyu no jutsu, "Gulungan ini berisikan 2000 batang prisma kristal tetsu. Aku yang memungutnya dan Nona Nanoko yang menghabisi semua Yokai sampah itu denan sangt berani," jelasnya dengn berapi-api


Samuchi dibuat sangat pecaya dengan sandiwara Akira yang begitu sangat natural. Apalgi setelah gulungan itu terhampar dan memunculkan gunung batang prisma kristal tetsu, mata Samuchhi lanngsun berbinar-binar.


"Bagus Nanoko. Bagus Akira." Samuchi mengacungkan jempol ke arah nanoko yang masih pingsan kemudian ke arah Akira mengapresiai kerja kerasnya.


Namun satu kemudian raut wajah Samuchi langsung murung, "Aku belum bisa meyakinkan petinggi Iwagakure untuk mengirimkan shinobi menjadi anggota perserikatan shinobi."


"Tenang, ketua Samuchi. Aku ada ide," kata Akira mnepuk pundak kanan Samuchi. Hal ini dilakukan agar Samuchi tidak patah arang. "Bagaimana kalau semua prisma kristal ini dibuat senjata? Tidak perlu senjata khusus, cukup senjata umum yang sering kita gunakan dan pandai besi biasa juga pasti bisa membuatnya."

__ADS_1


"Lalu cara membuktikan pada para petinggi supaya mereka tertarik dan ikut membantu menutup portal-portal itu bagaimana? Sedangkan Nanoko belum pulih," sergah Samuchi yang masih pesimis dengan ide Akira.


"Itu mudah. Untuk meyakinkan mereka bawa mereka menjelajah ke dalam portal dan aku jamin, genin satu sepertiku pun mampu membunuh para Yokai di portal tetsu asal menggunakan senjata yang dibuat dengan batang prisma kristal tetsu," terang Akira dengan berapi-api.


"Baiklah, aku akan meminta satu orang Anbunin dari Iwagakure untuk ikut. Semoga saja mereka mau menyetujui dan aku juga akan ikut menjelajah biar mereka percaya," tegas Samuchi dengan berapi-api dan semangatnya sudah membara seperti api yang berkobar-kobar membakar pemukiman warga.


"Hausnya begitu bodoh," batin Akira tersenyum sinis dengan menundukan wajah,


Agar tak diketahui rencana liciknya untuk masuk secara perlahan ke bagian militer Iwagakure mengandalkan bukti dari sala atu anggota iliter Iwagakure.


***


Keesokan siangnya.


AKira baru bangun tidur dengan meregangkan tangan. Dia tidur sangat pulas di gedung perserikatan dan lebih dari 24 jam.


"Aku harus segera mandi dan pergi ke rumah pandai besi Kaijin. Aku harap Samuchi membawa kabar baik hari ini untuk meminta satu orang Anbunin untuk ikut menjelajah. Maju mundurnya perserikatan shinobi tergantung Samuchi hari ini," gumam Akira lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Dia membuka kamar mandi dan kebetulan Miami semalam tida pulang dan sama-samabangun kesiangan.


"Kyaaa! Dasar laki-laki cabul!" teriak Miami melempari Akira yang sudah tidk memakai sehelai benang pun.


"Tolong! Aku dianiaya kaya David!" Akira menutupi kepalanya yang dilempari benda apa saja yang berada di dalam kamar mandi oleh Miami. Kemudian bergegas keluar dan segera memakai bajunya. "maafkan aku Nona Miami! Aku tidak tahu! Maklum rohku belum terkumpul!"


Setelah Akira keluuar dari gedung perserikatan dengan senyum mesum, "Ya, lumayan pagi-pagi aku bisa melihat peandangan yang sangat manis. Aku jadi rindu dengan mereka bertiga, ah sudahlah!"


Dengan lanngkah yang tegap, Akira menyusuri pusat dea Iwagakure yang sedang dalam perbaikan konnstruksi. Dalam 8 hari tersebut, para shinobi, warga dan semua relasi Iwagakure bahu membahu memperbaiki bangunan konstruksi desa.


"Sayang, kalain telah mendi musuh Senso No haijo. Jika tidak, akku senang melihat kerjasama yang begitu damai, rukun dan penuh kasih sayang seperti ini," gumam Akira sambil mempercepat langkahnya menuju wilayah bagian tenggara desa, tepatnya rumah pandai besi Kaijin.

__ADS_1


__ADS_2