SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 235 Jurus Pesakitan 10.000 tahun


__ADS_3

"Tuan, jika anda sudah tak tahan berkelahi denganku seperti Kuda jantan melihat sang Kuda betina yang cantik. Maka tunggulah! Aku ingin makan dahulu, biar aku bisa membuat tuan menjadi kakek-kakek tanpa gigi," cibir Akira dengan tersenyum sinis ke arah Kido.


"Kau! Cari mati!" bentak Kido mengeraskan rahang, emosinya sudah meluap-luap seperti air yang sedang direbus dan sudah masak.


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kemarahan Kido]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kemarahan Kido]


[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kemarahan Kido]


[Selamat, ....]


Akira tambah tersenyum lebar melihat panel hologram yang terus berdenting tanpa henti. Akibat kemarahan Kido yang semakin meledak-ledak, dia mendapatkan 50 poin chakra Enenra.


"Baiklah-baiklah, nampaknya sang Kuda jantan sudah tidak tahan benda pusakanya ingin segera disunat olehku." Akira hanya dalam sekejap menghabisakan semua makanan yang terhidang di meja.


Benar-benar mulut ular piton yang mampu menggerus makanan sebanyak itu. Satu nafas kemudian, dia sudah berada di luar restoran Ke-biri dan membuat semua anggota klan Yoshitsugu menjatuhkan rahang dan bola matanya seperti mau lepas.


"Sa-sangat cepat?!" ucap mereka serentak.


"Woy! Ayolah Kuda jantan! Kuda betina sudah siap menyunatmu!" teriak Akira mencibir Kido.


Kido dan kelima anggota klan Yoshitsugu segera keluar dari restoran dengan berlari, setelah mendenga teriakan tantangan Akira.


Mata mereka nyalang dengan mengeraskan rahang, darah mereka sudah naik ke ubun-ubun dan bersiap menghabisi Akira.


"Aku tidak akan segan. Doton: Ganchuuso!" Kido segea merapal segel dan berlutut satu kaki, lalu kedua tangannya dihentakan ke permukaan tanah untuk membuat duri-duri tanah di bawah permukaan kaki Akira.


BOOF!


Tubuh Akira berubah menjadi bongkahan kayu dan memperdaya Kido dengan teknik kawarimi, yakni mengganti tubuh dengan bongkahan kayu.

__ADS_1


"Hanya ini kemampuan kalian? Aku rasa ini hanya jutsu genin, cih menyebalkan." Akira sudah berada di belakang Kido tanpa disadararinya lalu menusuk pantatnya dengan tangkupan tangan. "Selamat menikmati Kuda jantanku teknik pesakita 10.000 tahun!"


JLEB!


"Aaaaakh ...!" Kido trpental tinggi ke udara dengan melengking kesakita. Harga dirinya benar-benar tercabik-cabik dipermainkann oleh Akira.


"Penderitaan kalian beum selesai dan aku akan membuat kalian semua menjadi sampah," gumam Akira dengan menyeringai dan mengeluaran aura jahatnya. "Senryupo: Hikui no jutsu!"


Kido yang masih melayang di udara dan kelima anggota klan Yoshitsugu, tubuhnya diselimuti aura berwarna merah.


Aura warna merah tersebut hanya sekilas terlihat, namun efeknya sungguh mengejutkan. Jika mereka berenam tahu levelnya turun drastis dari Jounin sembilan ke genin satu, mereka bisa menangis darah.


[Ding! Memotong 26 poin chakra Enenra untuk menurunkan level shinobi Kido Yoshitsugu menjadi level genin 1]


[Ding! Memotong 26 poin chakra Enenra untuk menurunkan level shinobi Yido Yoshitsugu menjadi level genin 1]


[Ding! Memotong 26 poin chakra Enenra untuk menurunkan level shinobi Mido Yoshitsugu menjadi level genin 1]


[Ding! Memotong 26 poin chakra Enenra untuk menurunkan level shinobi Ougi Yoshitsugu menjadi level genin 1]


[Ding! Memotong 26 poin chakra Enenra untuk menurunkan level shinobi Riren Yoshitsugu menjadi level genin 1]


[Ding! Saat ini poin chakra Enenra tersisa 91 poin]


"Ahahaha ...." Akira tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai perutnya sakit. Hal ini membuat kelima anggota klan Yoshitsugu terheran-heran dan menganggap Akira gila.


"Serang dia! Bunuh!" Mido berteriak dengan menunjuk ke arah Akira dan keempat temanya langsung berlari cepat.


Namun mereka menyadari gerakan mereka bertambah lambat dan benar saja, ketika mereka merapal segel tangan untuk mengelurkan ninjutsu elemen tanah andalan mereka. Kelimanya langsung pingsan kehabisan chakra.


Penurunan level shinobi sangat bepengaruh pada jumlah chakra yang berada di dalam wadah chakra mereka. Semakin rendah level, semakin kecil pula wadah chakranya. Begitu juga sebaliknya, semakin tinggi level shinobi, maka semakin besar pula wadah chakranya.

__ADS_1


Hari ini Aira benar-benar puas mengerjai mereka dan langsung melompat tinggi ke atap restoran Ke-biri yang gedungnya masih utuh dan tidak rusak ketika terjadi insiden Bakuryuha.


Akira melompati satu gedung ke gedung yang lain menuju arah timur, yakni untuk menemui pandai besi bernama Kaijin. Seorang pandai besi yang cukup terkenal dalam membuat senjata.


Hatinya begitu lega dan tidak jemu-jemu mengulas senyum ketika melompati satu gedung ke gedung yang lain. Dia bahkan lupa dengan Shin, Denji, klan Otsutsuki, Chojuro dan Kagura yangg sedang berjibaku di medan perang untuk merebut Kirigakure dari tangan Raiga Hoshigaki.


Akira lupa dengan anggota inti Snnso No Haijo yang hidupnya selalu dipenuhi rasa takut dan khawatir akan organisasi Yon Kingu yang selalu merongrong untuk merebut patung gedo mazou.


"Sepertinya ini rumahnya." Akira tiba di depan sebuah gubuk kecil dan sederhana. Lalu mengetuk pintu rumah tersebut, "Permisi, tuan Kaijin! Aku datang berkunjung!"


Kaijin yang sedang memukul logam yang baru berbentuk pedang, langsung kesal. Karena Akira sedang menggangu pekerjaanya untuk membuat katana yang dipesan oleh Tsuchikage Arakami dan empat pejabat tinggi Iwagakure.


"Sial, menggangu saja," gerutu Kaijin dengan mengerucutkan bibir.


Pria berbadan pendek seperti ras dwarf tersebut berdiri dan melempar palunya. Tubuhnya yang berwarna coklat bercahaya akibat dialiri bulir-bulir keringat dengan urat otot yng menonjol.


"Ada apa sialan?" bentak Kaijin sambil membuka pintu dan begitu melihat ketampanan wajah Akira. Dia langsung tertegun dan bungkam seribu bahasa.


"Maaf, tuan Kaijin! Jika aku menggangu waktumu. Tapi bisakah kau membuat kunai dengan prisma kristal ini."


"Aku mendapatkannya dari perserikatan shinobi. Kata merea ini bisa mnjadi kunci untuk mengamankan Iwagakure dari serangan para siluman yang keluar dari portal-portal itu."


"Mereka menyebut siluman yang menyerang Iwagakure dan melukai tuan Tsuchikage adalah Yokai," pinta Akira dengan penjelasan panjang.


Kaijin menarik nafas dalam-dalam untuk menurunkan emosinya yang sedang meluap-luap.


Meskipun dia sangat tidak suka dengan perserikatan shinobi. akan tetapi semua senjata yang dibuatnya untuk Iwagakure membuktikan tidak mampu melukai Yokai yang keluar dari dimensi tetsu.


Oleh karena itu, kali ini Kaijin ingin berjudi pada prisma kristal yang telah disodorkan padanya tersebut.


Kaijin sejenak mengelus dagu lalu megangguk, "Baiklah, aku akan membuatkan senjata untukmu. Tapi bisakah kau membantuku mengumpulkan batu logam lain untuk ---"

__ADS_1


"Aku setuju," potong Akira dan mengeluarkan semua prisma kristal dari inventaris sistem dan membuatnya seperti gunungan batu prima kristal. "Aku memohon padamu tuan Kaijin. Rahasikan semua kristal-kristal ini. Buat saja semua kristal ini sesuka hatimu menjadi senjata."


__ADS_2