SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM

SYSTEM KEKAYAAN BERKEDIP 2 : SHINOBI SYSTEM
Chapter 230 Dimensi Enenra I: Veiga


__ADS_3

"Ya, silahkan!" sahut Miami dengan nada malas dan masih dengan kondisi yang sama, seolah menyepelekan Akira.


"Maaf, Nona kalau aku menggangu waktu istirahat anda ---"


"ya, tentu saja kau mnggangguku," potong Miami dengan nada yang ketus. Lagi asyik-asyiknya bermalas-malasan malah diganggu.


"Ya, sudah. Kalau aku mengganggu, tapi berikan aku waktu 5 menit untuk mndaftar menjadi anggota perserikatan shinobi dan aku berjanji akan menyelesaikan satu misi satu hari ---"


"Jangan bercanda!" bentak Miami dengan menggebrak meja dan melanjutkan, "Kau pikir menjelajahi portal di beberapa bagian wilayah Iwagakure itu main-main, hah!"


Akira mennghela nafas panjang dan berkata, "Makanya itu berikan aku segera kartu keanggotaan. Biar aku bisa membuktikannya."


"Terserah, aku hanya bisa menasihati shinobi genin level satu sepertimu lebih baik urungkan niatmu untuk menjelajahi portal. Tidak ada satu pun anggota perserikatan shinobi yang kembali setelah menjelajahi prtal sebelumnya." Miami membuang muka dan melirik sinis Akira yang ia angap hanya shinobi genin level 1.


"Nona, aku hanya butuh ung dan tak perdli nyawaku. Lebih baik cepat berikan kartu keanggotannya!" pinta Akira dengan nada yang cepat.


"Bodo amat! Aku sudah menasihatimu. Jika kamu mati perserikatan shinobi takan memperdulikanmu dan tidak ada ganti rugi. Berikan tanganmu!" Akira menyodorkan telapak tangan kanannya dan Miami akhrnya dapat melihat wajah Akira dengan sangat jelas.


"Terlalu tampan," gumam Mami dengan kedua pipi merona. Lalu mengggores ujung jari telunjuk kanan Akira dan meneteskan darahnya ke salah satu anggota perserikatan shinobi untuk mendaftarkan Akira sebagai bagian dari anggota perserikatan shinobi bayaran.


Di kartu tersebut langsung tercetak identitas Akira beserta level shinobi perserikatan, yakni level F.


Setelah mendapatkan kartu perserikatan shinobi, Akira mencari misi penjelajahan di layar panel hologram besaar yang beradda di dinding samping kiri meja resepsionis. Dia mengambil misi termudah, yakni menjelajahi portal di bukit bagian selatan Iwagakure.


Misi ini dianggap mudah sesuai dengan warna portal dan kedekatannya dengan wilayah desa. Padahal informasi yang dikumpulkan oleh para intel perserikatan shinobi semuanya hanya informasi sampah dan menerka-nerka saja.


Akira memejamkan mata untuk mengaktifkan tensei-rinnegan. Miami membulatkan mata melihat doujutsu yang sama sekali belum pernah dia lihat. Namun rasa gengsinya lebih tinggi dan hanya menganggap doujutsu Akira mata biasa saja.


"Shunsin no jutsu!" Akira hilang dari pandangan Miami dengan berteleportasi. Dia sudah menemukan keberadaan portal yang tertera dalam layar panel hologram besar di perserikatan shinobi. "Hadiahnya memang tidak sebanding dan menurutku terlalu kecil. Tapi aku berhutang pada wanita itu dan harus segera melunasinya."

__ADS_1


Tensei-rinnegan tidak mampu mendeteksi apapun dari portal tersebut. Karena bagi Akira dan semua hinoi yang berada didaataran dunia shinobi, portal yang muncul 6 bulan lalu merupakan sesuatu yang baru dan belum dipelajari secara terperinci.


Sejauh mata memandang, hanya bebatuan di sekeliling Akira dan di depannya sebuah pusaran berwarna putih.


"Aneh, tidak ada apa-aapa disini." Akira berpikir keras dengan mengelus dagu. Kemudian mengganti tensei-rinnegan dengan Ryuzugan, "I-Ini?!"


Akira sangat terkejut melihat energi gelap yang berada di dalam portal. Untung saja energi tersebut tidak bocor, jika bocor maka semua orang akan terkontaminasi oleh chakra yang agak mirip dengan chakra Enenra.


Terjadi fluktuasi energi di pusaran portal, petir-petir putih bergemericik dan sesekali menyambar ke arah Akira. Namun, tak dapat menjangkaunya.


Pusaran portal tersebut semakin kencang dan mengjisap masuk Akira ke dalamnya. Kondisi di dalam portal tidak jauh berbeda dengan di luar dimensi portal. Hanya saja suhunya lebih panas 10 derajat.


Bulir-buliran cairan bening mnegucur deras di sekujur tubuh Akira, "Uuugh ... panasnya," keluhnya menyeka keringat di dahinya.


Matanya berkeliling mengamati keadaan dan menari sebanyak mungkin informasi mengenai dimensi portal.


{Ding]


[Ini adalah pecahan dimensi dunia Enenra. Ada seseorang yang membuka dunia Enenra dan sangat berbahaya jika para Yokai di dalam dunia ini keluar. Karena mereka memiliki chakra Enenra yang kepadatan molekul energinya sepuluh kali lipat bahkan sampai 100 kali lipat dari chakra biasa]


[Selamat. Tuan tlah menyerap chakra Enenra dan berhasil naik ke level Ryunin 4]


[Selamat. Tuan tlah menyerap chakra Enenra dan berhasil naik ke level Ryunin 5]


[Selamat. Tuan tlah menyerap chakra Enenra dan berhasil naik ke level Ryunin 6]


[Selamat. Tuan tlah menyerap chakra Enenra dan berhasil naik ke level Ryunin 7]


[Selamat. Tuan tlah menyerap chakra Enenra dan berhasil naik ke level Ryunin 8]

__ADS_1


[Selamat. Tuan tlah menyerap chakra Enenra dan berhasil naik ke level Ryunin 9]


Tubuh Akira seperti ditekna beban gravitasi yang sangat besar. Setiap inci urat ototnya menonjol kuat dengan ruam akar berwarna ungu, "Aaaaargh ...!" teriaknya kesakitan.


Sebelumnya setiap kali naik tingkatan, Akira tak pernah merasakan sakit seperti ditusuk oleh ribuan pedang secara bersamaan. Tetapi kali ini, Akira merasakannya dan matanya seperti mau keluar karena sakig sakitnya.


Teriakanya mengundang makhluk-makhluk yang belum pernah terlihat di dunia shinobi atau dunia siluman manapun. Sistem Evolt pun tidak dapat mengdentifikasi makhluk-makhluk tersebut.


Akan tetapi, mereka sama-sama memiliki batu prisma kristal berwarna putih. Makhluk berbentuk kubus yang sangat besar berwarna coklat mendekati Akira, kubus tersebut terbuka di segala sisi dan menonjolkan sebuah moncng meriam laser.


Akira waspada dan mengeratkan pegangan tangannya ke gagang Ryutaiga. Meskipun rasa sakit itu belum mereda, akan tetapi kesadarannya lebih penting harus kembali normal.


Akira sudah merasakan sinyal bahaya dari kubus-kubus besar tersebut. Jika dia tidak bisa memnjaga kesadarannya, kemunginan nyawanya akkan melayang oleh kubus-kubus tersebut.


Kubus itu berhenti seperti sedang mengidentifikasi Akira dengan salah satu mocong meriam lasernya yang bercahaya kecil dan terkunci sasarannya ke dada Akira.


Dengan tatapan waspada, Akira diam dan tak merespon tindakan kubus-kubus tersebut.


Sedetik kemudian, semua kubus yang berjumlah 20 kubus dan sedang melayang di atas Akira menembakan sinar laser berwarna merah.


SWUSH!


Tubuh Akira berkedip untuk mundur sejauh mungkin agar terhindar dari serangan para kubus yang bisa terbang itu.


Ketika ternyata serangan mereka gagal, kubus-kubus itu terbang epat ke arah Akira sembari menembakan proyektil laser merah bertubi-tubi ke arah Akira.


Akira bergerak epat berteleportasi dengan teknik shunsin untuk menghindari setiap proyektil laser. Meskipun serangan proyektil laser ritem kecepatannya ditingkatkan, akan tetapi Aira mampu menghindarinya dengan sangat mulus.


Akira tidak berani menyerang atau menangkis atau mementalkan setiap proyektil-proyektil tersebut karena takut meledak. Walaupun ketika mengenai permukaan batu dan tanah tidak meledak.

__ADS_1


__ADS_2