
Hakurou membentuk pose batoujutsu dan menyelimuti tubuhnya dengan aura chakra berwarna merah pekat, "Shukuchi: Hayai mitte!" teriaknya dan tubuhnya hilang dari pandangan.
Tubuh Hakurou berkedip dan muncul di luar dinding penghalang hexagonal. Tepatnya di kerumunan kawanan Yokai yang sedang menyerang dinding penghalang hexagonal. Namun, bukan hanya ada satu tubuh Hakurou, totalnya ada tujuh tubuh Hakurou termasuk Hakurou yang asli.
Hakurou yang asli memegang katana jingga, sedangkan keenam bayangan dirinya masing-masing memegang kodachi di tangan kanannya.
Dengan semangat membara, Hakurou dan keenam bayangannya menebas setiap Enren dan Kuchigumo yang sedang mencoba menghancurkan dinding penghalang hexagonal.
SLASH! SLASH!
Tubuh monnster pohon setinggi 5 meter dan Laba-laba setinggi 3 meter tersebut dipotong menadi beberapa bagian oleh pedang ketuuh Hakurou. Darah coklat memuncrat ke tubuh Hakuruo dan bayangannya.
"Apa?! Ti-tidak mungkin?! Ba-bagaimana bisa si sampah itu berhasil membuka segel kinutsu: tenkensu shukuchi?!" gumam Kirou beserta semua anggota Klan Shion dengan melebarkan mata.
Semuanya terkejut dengan kekuatan Hakurou yang dianggap sampah, ternyata naik begitu signifikan.
Para shinobi Iwagakure yang melihat Hakuoru begitu ganas membantai para Yokai, terbakar semangatnya.
"Semuanya, ayo kita jangan jadi pengecut, bantai!" teriak salah satu sannin Iwagakure.
Semua shinobi Iwagakure berteriak keras dan berlari menuu para Yokai dengan penuh semangat membara, "Haaaah! Bantai!"
Klan Shion hanya Klan pengecut. Semua anggotanya kabur pulang ke kediaman mereka hanya menyisakan Hakurou seorang yang membantai kawana Yokai dengan sangat ganas bagai singa mencabik-cabik mangsanya.
Berkat senjata yang dibuat oleh Nanoko menggunakan batang prisma kristal jumbo, Yokai level uronzu bukan hambatan besar bagi Hakuruo.
Katana jingga tersebut beresonansi chakranya dan mengubah kepadatan chakra keenam kodachi milik Hakurou sama dengan kepadatan chakra katana jingga.
"Hakurou mundur!" teriak sang sannin bernama Itsuchi dan Hakuoru melompat mundur ke arah Itsuchhi
"Tahan senpai, berikan semua orang senjata yang berada di dalam gulungan ini huff ... huff ...." Hakurou dadanya kembang-kempis dan segera mengeluarkan pil chakra dan gulungan besar dari kehampaan dengan teknik funyu. "Senjata ini memang senjata umum, tapi terbuat dari batu logam yang dijatuhkan para Yokai itu. Hanya senjata yang terbuat dari batang prisma kristal tetsu yang mampu melukai mereka."
"Baik, terima kasih Hakuruo." Itsuchi menerima gulungan besar tersebut dann memita semua shinobi munduur terlebih dahulu untuk membagikan senjata-senjata itu. "Semuanya mundur! Kita buatt strategi pertahanan terlebih dahulu!"
Enam bayangan Hakurou pun mundur ke arah tubuh Hakuoru yang asli dan menyarungkan keenam kodachi ke ketiga sarung kodachi yang berada di punggung Hakurou. Kemudian mereka lenyap dan hilang dari pandangan.
"Hanya bertahan satu menit. Tapi lumayan, aku sudah membantai semua Yokai monster pohon kecil dan Laba-laba kecil itu." gumam Hakurou dengan tersenyum puas.
Semua shinobi Iwagakure mengerahkan semua kemampuan mereka untuk menghabisi kawanan Enrun dan Ganigumo.
Hari kian senja, mataharai sudah bersiap masuk ke dalam sarangnya. Namun Enrun dan Ganigumo masih belum dihabisi semuanya.
Semua shinobi di wilayah timur laut Iwagakure ini dadanya kembang-kempis. Karena mereka terus bertarung bergantian tanpa henti dibawah komando Itsuchi.
"Sial, kalau para monster sialan tidak segera dimusnahkan. Aku khawatir dari dalam portal akan keluar lagi," gerutu Itsuchi yang melihat kawanan Ganigumo masih terlalu banyak berada di sekitar dinding penghalang hexagonal.
Semua shinobi mulai terkuras staminanya karena bertarung tanpa henti selama hampir 8 jam. Tentu saja yang menghabisi Enrun dengan jumlah banyak addalah Hakurou. Pria berambut ungu tersebut selalu berkobar semangatnya setiap kali menghabisi Enrun.
Katana jingga itu seperti haus darah akan darah Yokai dan Hakurou terbawa rasa haus darah katana jingga tersebut untuk lagi dan lagi membantai Yokai.
__ADS_1
"Komandan, sebaiknya semua shinobi mundur dan beristirahat. Biar aku yang menghabisi mereka semua!" teriak Hakurou sambil menunjuk tegas dengan katananya ke arah kawanan Ganigumo.
Kawanan Ganigumo itu tambah beringas setelah kawan-kawannya tewas dibantai oleh Hakurou dan tatapan mata merahnya tajam menatap Hakuoru. DIa sudah ditandai oleh kawanan Ganigumo.
Para Ganigumo mundur perlahan dan suara langkah kakinya seperti genderang perang yang ditabuh sangat keras dan memekakan telinga.
Suara langkah kaki itu uga menimbulkan efek mabuk bagi yang tidak kuat menahan suaranya yang begitu keras.
Kawanan Ganigumo merecanakan sesuatu sebelum para shinobi mundur dengan membbuat efek mabuk dan halusinasi pada mereka agar mudah disantap.
Dari mulut kawanan Ganigumo menembakan jaring-jaring yang sangat kuat. Hakuoru melesat ke arah para shinobi yang sedang mabuk tersebut agar tak terkena jeratan jaring Ganigumo.
"Aaaaargh ...!" Hakuoru elompat dengan mengerang untuk mematahkan efek mabuk dan halusinasi dari langkah kai Gaanigumo dan berhasil. "Shukuchi: Hayai futate!"
Di udara, tubuh Hakuoru melayang sesaat dan mengeratkan pegangannya pada gagang katana dan mengalirkan chakra sebanyak mungki untuk menyelimuti bilah katana dengan aura chakra berwarna emas yang berkobar-kobar. Lalu melakukan gerakan tebasan horizontal memutar 360 derajat.
SWUSH!
Fluktuasi udara terjadi disertai deru angin dan membentuk angin tornado yang sangat tajam memotong apapun yang dilewatinya. Untung saja angin tersebut berada di depan para shinobi yang sedang mabuk dan berhasil menghancurkan jaring-jaring yang ditembakan Ganigumo.
Alhasil, angin tornado tersebut terus meluas putarannya dan memotong semua Ganigumo menjadi serpihan-serpihan daging Yokai kecil.
Hakuoru yang terlalu banyak mengeluarkan chakra sudah pingsan di udara dan siap jatuh ke permukaan tanah dengan tubuh tak berdaya.
Semua shinobi yang mabuk dan halusinasi tersadar. Mereka segera melompat untuk menolong Hakuoru agar tubuhnya tak mengenai batu besar.
Satu portal buronzu berhasil ditutup di wilayah timur laut Iwagakure dan tidak ada jatuh korban tewas. Hanya 75% shinobi terluka ringan setelah menghadapi para Yokai yang pergerakannya semakin ganas.
Penginapan Takigakure.
Akira dan Mayumi sedang beristirahat di salah satu penginapan di Takigakure. Akibat insiden tadi siang, Mayumi trauma dan tak mau jauh-jauh dari Akira.
Akira yang sedang mennghadap meja untuk menikmati makanan, hanya bisa termenung. Apakah melanjutkan perjalanannya ke Kirigakure atau kembali ke desa yang sedan mengalami ancaman dari serangan para Yokai?
"Maafkan aku yang terlalu dingin dan acuh. Aku hanya tak suka orang lain tersenyum padaku dan sok akrab denganku. Apalagi menyentuhku, aku akan menggigil ika disentuh orang lain." Mayumi menundukan waahnya dengan penuh sesal. "Tetapi, ketika menyentuh kulitmu aku merasa tidak takut dan nya-nyaman."
"Tidak masalah." Akira memakan makanannya dengan tatapan mata hampa. Dia melihat dari persepsi pandangan kembaran dirinya, banyak shinobi di bagian utara, timur, dan selatan yang tewas. Oleh karena itu, tiba-tiba dadanya merasa sakit.
"Kalau kau ingin kembali. Kita kembali saja, aku akan berbicara dengan Tsuchikage tentang masala ini. Sebenarnya, tujuan kita ke kirigakure lebih dari meminta bantuan. Tubuhku akan dijadikan bahan percobaan pengembangan evolusi dari sel Kitana," terang Mayumi dan penuturannya membuat Akira bersemangat.
Dia tak peduli dengan keadaan Iwagakure saat ini. Bagi Akira, informasi rahasia apapun mengenai Organisasi Yon Kingu itu lebih penting ketimbang apapun.
"Oh, iayakah?!" Akira berpura-pura terkejut dengan melebarkan mata ke arah Mayumi dan langsung memeluk kepalanya dengan membenamkan ke dada Akira. "Aku tahu ini berat. Tapi desa juga memerlukan kekuatan untuk meningkatkan kekuatan militer desa. Seandainya aku mempunyai kekuatan lebih, aku rasa Putri tidak akan dijadikan subyek percobaan."
Kata-kata Akira begitu renyah di dengar oleh Mayumi yang selalu bergerak seorang diri di dalam dunia politik Iwagakure. Dia merasa Akira memperdulikannya saat ini lebih dari orang lain.
"Terima kasih sudah memperdulikanku. Tapi percobaan tersebut kemungkinan berhasilnya hanya 0,01%," balas Mayumi dengan bulir-bulir cairan bening menetes perlahan di kedua pipinya. "Aku ingin menangis di dada bidangmu, bolehkah?"
"Boleh, silahkan! Dada ini siap menanggung semua kesedihanmu," jawab Akira mengeratkan pelukan tangannnya pada kepala Mayumi.
__ADS_1
Dalam hatinya tiba-tiba merasakan kesedihan yang mendalam sepertinya kesedihan dari hati Mayumi bereseonansi dengan hati Akira.
Saat itu juga dia teringat akan kesedihannya sewaktu kecil, hidup sebatang kara tanpa kedua orang tua dan hanya bisa mengandalkan Kakek Don Telo, Chojuro dan Kagura.
Kesedihan didalam hati Mayumi terlampau sama dengan kesedihan kesendirian Akira, membuatnya semain bertekad untuk menghancurkan Organiasi Yon Kingu yang membuat banyak desa hancur karena peperangan dan keegoisan mereka.
"Aku berjanji padamu untuk menciptakan dunia yang penuh kedamaian dan satu sama lain bisa saling menyukai tanpa memandang paras, sifat dan ras," tegas Akira mengepalkan tangan kirinya. Lalu tanpa dia sadari mencium kening Mayumi.
gadis berambut merah muda tersebut, merasa bergetar hatinya ketika dicium oleh Akira. Belum pernah dia merasakan cuamn yang begitu lembut dan penuh kasih sayang dari orang yang hatinya penuh kehampaan.
Sebab kehampaan dan kesedihan itulah, Akira bertransformasi menjadi pribadi yang lembut dalam bersikap pada teman-temannya tapi tegas akan musuh-musuhnya.
Tubuh mereka merasa sangat panass dan berhasrat. Entah setan apa merasuki Mayumi, dia menanggalkan semua pakaiannya dan mencumbu Akira dengan sangat brutal.
"Aku akan memberikan tubuhku padamu untuk yang terakhir kali. Anggap saja ini adalah ongkos karena kamu menyelamatkanku. Sejujurnya, aku mulai menyukaimu. Tapi perjalanan kali ini, mungkin aku takan kembai ke Iwagakure ---"
"Jangan berkata begitu!" Akira menaruh telunjuk kanannya ke tengah bibir Hakurou. "Aku berjanji akan menyelamatkanmu."
"Aku mempercayaimu, Kirin. Tapi biarkan tubuh ini membelaimu agar aku bisa merasakan kasih sayang dan cinta darimu," desah Mayumi yang darhany sudah naik ke ubun-ubun.
Sebab pertama kalinya dia akan melakukan mantap-mantap dengan seorang lelaki. Sebagai lelaki normal yang sudah lama tidak bermantap-mantap dan kesepian, Akira tentu saja tidak mau melewatkan kesempatan emas ini begitu saja. Dia segera menanggalkan pakaiannya.
Perhelatan akbar pun terjadi berulang kali sampai pagi dan membuat Mayumi lemas tak terkira masuk ke dalam alam surgawi yang begitu indah dan membuat kenangan yang terlupakan walaupun ini pertama kali baginya.
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa cinta ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa cinta ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa cinta ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa cinta ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa cinta ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa cinta ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa nikmat ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa nikmat ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa nikmat ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa nikmat ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa nikmat ....]
[Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa nikmat ....]
[Selamat, tuan ....]
__ADS_1
[Ding! Poin chakra Enenra yang tersisa 1188 poin]