
***
Keesokan paginya.
Akira terbangun dengan mengerjapkan mata, setelah mendengar suara mekanis sistem yang terus berdenting tanpa henti.
Tubuhnya terasa berat dan matanya melebar ketika melihat Mayumi menindih tubuhnya dan membuka selimut yang menutupi tubuh Mayumi, "Alamak, apa yang telah aku lakukan?" lirihnya.
Walaupun suara Akira lirih, namun dapat ditangkap kedua telinga Mayumi dan membuatnya terbangun dengan perasaan yang begitu bahagia.
"Kamu sudah bangun." Mayumi menyodongkan wajahnya yang imut ke depan wajah Akira dan membuat raut muka Akira merah smerah kepiting rebus. "Kenapa malu? Aku cinta kamu."
Mayumi mencium bibir Akira dan pemuda berambut merah tersebut hanya bisa melebarkan mata menanggapi bibir lembut yang menyentuh bibirnya. Hanya perasaan tertegun yang Akira rasakan saat ini. Dia benar-benar lupa dengan kejadian semalam bermantap-mantap dengan Mayumi hingga waktu subuh.
"Ayo, kita pergi!" Mayumi melepaskan bibirnya dari bibir Akira dan menarik tangannya untuk dituntun ke arah kamar mandi. Keduanya tanpa memakai sehelai benang pun.
Bagai kerbau dicocok hidungnya, Akira hanya bisa mengikuti gadis yang sudah kehilangan keperawanannya oleh Akira. Kini bertambah sudah menjadi empat gadis yang telah hilang perawannya oleh Akira dan gadis terakhir sebelum Mayumi adalah Keiko.
"Evolt, apa yang terjadi?" tanya Akira dalam batinnya dengan mata masih melebar dan mencoba mengingat-ingat kejadian semalam. Tetapi, dia tidak bisa menngingat apapun.
[Ding! Selamat, tuan memang lelaki perkasa bisa menghasilkan banyak poin chakra Enenra dari bermantap-mantap dengan Nona Mayumi Harasaki]
"Apa?!" Akira menjatuhkan rahang dengan mata membola setelah mendengar penuturan dari suara mekanis evolt.
"Kenapa?" tanya Mayumi yang melihat Eskpresi Akira yang sangat terkejut tersebut.
"Ti-tidak apa-apa. Itu, anu. Aku minta maaf telah melakukan anu padamu. Sungguh, aku tak sengaja, intinya aku sangat meny ---"
"Ssst! Tidak apa-apa. Aku sudah katakan, anggap saja ini ongkos yang telah menyelamatkanku," potong Mayumi engan menaruh telunjuk kanannya di tengah bibir Akira. "Lebih baik kita mandi bersama."
Akira ditarik ke arah bak mandi dengan air panas. Baru saja beberapa langkah, dadanya merasakan sakit dan muntah darah, "Uhuk-uhuk! Guhak! Sa-sakit sekali," lirihnya dengan pandangan mata agak buram.
Mayumi tidak menyadari kalau Akira muntah darah dan terus menariknya. Tubuh Akira limbung dan teratuh ke depan mengani punggung Mayumi. Gadis berambut merah muda tersebut tertelungkup dan akan masuk ke bak mandi air panas.
"Mayumi!" Akira berteriak dan mencoba meraih pundak Mayumi. Namun sayang gagal, Mayumi tetap masuk ke dalam bak mandi. Akira sendiri jatuh tertelungkup dan rahang bawahnya terkena tumit kanan Mayumi, sehingga dia atuh terjungkal ke belakang.
Akira meraba permukaan lantai untuk bangkit dan menolong Mayumi. Akan tetapi pandangan matanya gelap. Ini diakibatkan menggunakan teknik rikudou yang berlebihan lebih dari 24 jam.
__ADS_1
Walaupun chakranya tidak terbatas, tapi stamina Akira terbatas, ditambah lagi semalaman menggempur tubuh Mayumi tanpa jeda.
Akira segera mengeluarkan 10 pil chakra dari inventaris sitem untuk memulihkan staminanya. !0 butir pil biru tersebut segera ditenggak serentak dan ditelan habis tak tersisa.
Kondisi tubuhnya langsung pulih dan pandangan matanya langsung terang dan langsung bangkit berdiri untuk menolong Mayumi yang kepalanya terhantuk ujung bak mandi.
"Mayumi, kamu tidak apa-apa?" Akira langsung memeluk Mayumi dan mengelus kepalanya dengan lembut, hanya ada luka lebam ungu di dahinya.
"Tidak apa-apa Kirin. Kamu kenapa?" Mayumi malah mengkahwatirkan Akira setelah melihat banyak darah di mukutnya dan menyeka darah tersebut dengan sentuhan tangannya yang lembut.
Sentuhan lembut dari gadis jutek, arogan, dan dingin tersebut melebihi sentuhan lembut Reina, Azura, dan Keiko, malah lebih mirip sentuhan seorang Ibu yang penuh kasih terhadap anaknya.
"Tidak apa-apa. Aku hanya kelelahan menggunakan jutsu yang terlalu berlebihan. Kondisi Iwagakure sedang tidak baik. Lebih baik kita bergegas ke Kirigakure menggunakan jikkukan ninjutsu milikku, ayo!" Akira menggeleng pelan dan terus mengelus lembut rambut Mayumi yang sekarang merupakan candu baginya.
Mereka berdua pun mandi bersama dan bermantap-mantap lagi hingga tiga ronde di dalam bak mandi. Setelah selesai, langsung mengeringkan tubuh, lalu memakai baju.
Akira menggendong tubuh Mayumi ala bridal style, "Pejamkan matamu! Kita akan ke Kirigakure dengan sangat cepat," pintanya dan Mayumi memeamkan mata sesuai permintaan Akira. "Hiraishin no jutsu!"
Tubuh keduanya berkedip dan muncul di depan apartemen lama Akira di Kiriigakure. Wilayah Kirigakure dilindungi panghalang yang diciptakan untuk menghalangi pasukan Chouro, Kagura dan Klan Otsutsuki masuk ke dalam Kirigakure. Penghalang tersebut berbentuk oktagram dan sama kuatnya dengan penghalang hexagonal yang dibuat oleh Akira di Iwagakure.
Dengan teknk hiraishin, Akira dan Mayumi tidak akan dicurigai oleh shinobi Kirigakure. Jadi mereka bisa aman untuk langsung menuju kantor Mizukage demi membicarakan bantuan yang harus ditukar dengan tubuh Mayumi.
"Berhenti! Suiton: Suirou no jutsu!" teriak salah satu ANBU Kirigakure dengan mencipatak penjara air di sekitar tubuh akira untuk menangkapnya.
Akira yang cakap dan mempunyai reflek tubuh yang sangat gesit, dengan cepat menjauh. Penara air tersebut hanya memenjarakan ruang kosong.
"Tunggu!" teriak Mayumi mencoba menghentikan salah satu ANBU Kirigakure tersebut dan mengeluarkan token bergambar logo Iwagakure, lalu menunjukannya ke ANBU Kirigakure tersebut.
"Maaf, Mayumi hime." ANBU Kirigakure tersebut langsung berlutut satu kaki. Karena mengenali token khusus milik pejabat tinggi Iwagakure dan membatin kesal, "Sial! Malah pamer kemesraan di depanku yang jomblowati ini. Mana tampan lagi yang menggendong Masayuki hime ini."
Akira pun mengikuti ANBU Kirigakure bernama Ryomi menuju kantor Mizugakure. Setiap tamu yang datang harus dikawal ketat, ditakutkan mata-mata atau juga telah ditargetkan oleh musuh.
"Kirigakure berubah drastis dan terlalu kelam saat ini. Terlalu banyak gedung penelitian. Rupanya, penelitian dipindahkan dari Iwagkure ke Kirigakure. Pantas saja mereka membuat penghalang itu, tapi membuat penghalang sekuat ini dibutuhkan chakra yang besar. bagamana mereka melakukannya untuk mempetahankannya selama 24 jam dengan wakutu yang sangat lama?" pikir Akira dengan mata berkeliling.
Matanya terus memindai setiap sudut wilayah Kirigakure dengan sangat teliti, demi mendapatkan banyak informasi.
Akira sudah sampai di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi seperti menara bur khalifa namun lebih pendek ukurannya hanya setinggi 50 meter. Gedung tersebut erupakan gedung Mizukage yang baru yang sudah dibangun ketika awal era Raiga Hshigaki mulai menjabat.
__ADS_1
"Sampai-sampai gedung milik pama Kagura pun dipindahkan dan dibangun lebih megah. Sungguh pemborosan dan hanya mementingkan diri sendiri. Padahal yang aku tahu banyak warga Kirigakure dan Negara air banyak menderita karena kelaparan. Sungguh terlalu!" batin Akira dengan mengeraskan rahang.
Akira menahan emosinya dengan menghela nafas panjang. Mayumi yang merasakan jantung Akira berdebar kencang dan terasa di lengan kirinya yang bersentuhan dengan dada kiri Akira menjadi bingung dengan sikap Akira yang tiba-tiba marah.
"Ada apa? Kamu marah denganku?" tanya Mayumi yang ingin tahu dengan asal kemarahan Akira.
"Tidak, maafkan aku. Mataku hanya melihat banyak shinobi Iwagakure terluka parah. Kita harus menyelesaikannya sedini mungkin," jawab Akira dingin dan sesuai kenyataan yang terjadi saat ini di Iwagakure.
Walaupun agak berbohong tentang kemarahannya saat ini pada Kirgakure. Tapi yang Akira jawab itu kenyataan. Kondisi Iwagakure sedang tidak baik-baik saja saat ini, bisa dibilang terlau kritis.
"Ayo, Nona! Antarkan kami bertemu Mizukage sama," pinta Mayumi pada Ryomi dengan tersenyum ramah.
Ryomi menuntun mereka berdua menuju lift yang akan menghantarkan mereka menuju lantai paling atas, yakni ruangan Mizugakure.
Di dalam lift, Ryomi sesekali mencuri lirikan ke arah Akira. Dia sungguh sangat kagu akan ketampanan Akira dan belum pernah ditemukan olehnya lelaki yang terlalu tampan dengan kulit berkilau bagai giok kaca tersebut.
[Ding! Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kagum Ryomi Barahaki]
[Ding! Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kagum Ryomi Barahaki]
[Ding! Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kagum Ryomi Barahaki]
[Ding! Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kagum Ryomi Barahaki]
[Ding! Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kagum Ryomi Barahaki]
[Ding! Selamat, tuan mendapatkan 1 poin chakra Enenra dari rasa kagum Ryomi Barahaki]
[Ding! Selamat, tuan ....]
[Ding! Poin yang tersisa saat ini 1250 poin chakra Enenra]
{Gaki! Rupanya kamu terus bersenang-senang dengan kekutanku ya}
Suara Enenra terdenagr di dalam pikiran Akira dan membutanya risih, "Diam kadal buduk! Kau terus saja menggangguku! Lebih baik kamu diam dan tidur sana," batinnya dengan nada ketus.
{Oh, oh, oh, kamu sudah berani ya gaki? Kamu sudah lupa dengan misimu mengumpulkan Bijuu? Kalau kau teru seenaknya menggunakan kekuatanku. Tubuhmu akan kulahap dan jiwamu juga! Lihatlah, rikudou no jutsu tidak bisa bertahan lama lagi, kecuali ....}
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut suara Enenra lenyap dengan terkekeh pelan di dalam kepala Akira, "Dasar kadal buduk sialan! Kecuali apa?" teriak AKira dalam batin dengan raut muka dipenuhi urat otot.
Untung saja Akira cepat menenangkan diri agar tak dicurigai oleh Mayumi dan Ryomi sebagai laki-laki yang gila dan suka marah-marah sendiri.