
Pagi ini, suasana di sekitar sekolah terasa sejuk dan segar. Matahari baru saja terbit, menerangi langit dengan sinarnya yang hangat. Zee, penuh semangat, seperti biasanya. Dia selalu bangun pagi-pagi sekali untuk pergi ke sekolah.
Sekarang, Zee memiliki kebiasaan membantu tukang kebun sekolah setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Ia merasa bahwa membantu orang lain adalah hal yang penting dan dapat memberikan arti pada hidupnya. Meski kegiatan ini belum banyak diketahui oleh orang lain, Zee melakukannya dengan tulus dan tanpa pamrih.
"Pagi, Pak Sam." Zee menyapa tukang kebun sekolah.
"Eh, si Eneng. Pagi, Cantik."
Zee tersipu-sipu malu mendengar jawaban sapaan akrab dari pak Sam. Mereka berdua memang sudah lebih akrab dari sebelumnya.
Pak Sam merasa senang dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Zee setiap harinya.
Di saat Zee sedang sibuk membersihkan area taman sekolah, matanya terpaku pada seseorang. Dia seperti melihat sosok Ryan. Cowok yang pernah menolongnya, tapi karena Ryan adalah pemuda yang terkenal acuh tak acuh dan selalu terlihat datar dalam segala situasi, Zee juga segan untuk melakukan percakapan terlebih dahulu. Apalagi kemarin-kemarin, Ryan juga sempat menjulukinya sebagai T-rex.
"Serah, deh. Dia mau berangkat pagi atau siang, mau jungkir balik juga terserah." Zee bergumam dengan menggendikan kedua bahunya.
Meski Zee merasa heran, ia kembali fokus pada pekerjaannya tanpa terlalu memperdulikan Ryan.
Zee berharap bahwa dengan menunjukkan kepedulian dan semangatnya dalam membantu tukang kebun, orang lain juga akan terinspirasi untuk melakukan kebaikan serupa. Namun, Zee tidak terlalu terpengaruh oleh sikap acuh Ryan. Baginya, yang penting adalah memberikan kontribusi positif dan membuat perbedaan kecil dalam lingkungan sekolah.
Meskipun Ryan terlihat tidak tertarik atau bahkan tidak menghargai apa yang dilakukan oleh Zee, kehadiran Ryan tidak mengurangi semangat dan motivasi Zee. Ia tetap melanjutkan tugasnya dengan penuh dedikasi dan kebahagiaan dalam hati.
Bagi Zee, kebaikan tidak harus selalu mendapatkan pujian atau pengakuan, tetapi cukup dengan memberikan dampak positif bagi orang lain dan lingkungannya.
Selain Zee memang sudah terbiasa berbuat baik karena didikan bunda Amy, dia juga bisa menambah Poin Kebaikan pada System of Beauty.
Namun ternyata, tanpa diketahui oleh Zee atau siapapun itu, diam-diam Ryan memperhatikan semua yang dilakukan oleh Zee.
"Kenapa Zee selalu begitu rajin membantu tukang kebun? Aku tidak bisa mengerti."
"Aku tidak pernah melihat orang lain melakukan hal semacam ini. Zee benar-benar aneh."
"Apanya yang menarik dengan membersihkan taman? Zee pasti memiliki hobi yang aneh. Dasar T-rex!"
__ADS_1
Tapi, meskipun merasa aneh, Ryan juga penasaran dengan apa maksud Zee, yang selalu membantu tukang kebun setiap harinya.
"Aku tidak bisa mengerti mengapa Zee begitu peduli dengan pekerjaan yang tidak menguntungkan seperti itu. Apa yang dia inginkan?"
"Sepertinya Zee hidup di dunianya sendiri. Bagaimana dia bisa begitu antusias dengan tugas sepele seperti itu? Atau, dia ingin mendapatkan pujian?"
Gumaman pertanyaan demi pertanyaan ada pada pikiran Ryan. Dia merasa heran terhadap tindakan Zee yang dianggapnya tidak biasa atau aneh.
Kring kring kring
Tiba-tiba, bel sekolah berbunyi. Memperingatkan bahwa jam masuk sudah dimulai, Zee masih terlibat dalam membantu tukang kebun sekolah.
Tukang kebun, yaitu pak Sam, yang menyadari situasinya memberi tahu Zee dengan lembut agar segera membersihkan diri dan masuk ke dalam kelas.
"Neng Zee, maaf mengganggu. Tapi bel sudah berbunyi. Neng perlu membersihkan diri dan masuk ke dalam kelas sekarang."
Zee mengangguk dengan antusias.
"Oh, maaf pak. Saya terlalu bersemangat dalam pekerjaan ini. Saya segera membersihkan diri dan menuju ke kelas."
Zee tersenyum menanggapi ucapan terima kasih dan perkataan Pak Sam. "Terima kasih, pak. Saya mengerti dan akan memperhatikan waktunya dengan lebih baik. Saya senang bisa membantu."
Pak Sam mengucapkan terima kasih pada Zee, yang telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam membantu tugasnya. Meskipun Zee harus meninggalkan pekerjaan tersebut untuk masuk ke kelas, pak Sam tidak merasa kecewa, karena memang tugas utama Zee di sini adalah belajar.
***
Saat Zee sedang bergegas untuk membersihkan diri dan menuju ke dalam kelas setelah selesai membantu tukang kebun, Ella tiba-tiba muncul dengan niat yang jahat. Ia ingin menjegal langkah Zee, dalam upayanya untuk mengganggu teman sekelasnya yang selalu tidak dia sukai.
Tug
Brukkk
Namun, berkat gesitnya Zee, ia berhasil menghindari jebakan yang diletakkan oleh Ella. Zee melompat atau menghindar dengan cepat, sehingga Ella yang berusaha menjegal justru kehilangan keseimbangan dan terjungkal ke tanah.
__ADS_1
Kejadian ini tiba-tiba dan tak terduga, membuat semua orang yang melihatnya tertawa.
Mereka sambil tertawa, memberikan perkataan yang tidak pernah diduga oleh Ella.
"Wow, Zee! Kamu sangat gesit! Dia berhasil menghindar dengan sempurna. Tidak ada yang bisa menjegalnya dengan mudah!"
"Haha, lihatlah Ella! Dia mencoba menjegal Zee, tapi malah jatuh sendiri. Itu benar-benar balas dendam yang berakhir buruk!"
Mereka masih saja tertawa terbahak-bahak, menyaksikan wajah Ella yang sudah memerah karena menahan rasa marah dan malu.
Ada juga yang tersenyum tipis karena tidak ingin menyinggung perasaan anak kepala sekolah tersebut.
"Itu memang tidak baik, tapi tidak bisa dipungkiri, momen ini benar-benar lucu. Semua orang jadi bisa tertawa!"
Tapi ada juga beberapa siswa juga terkejut dengan insiden itu, tetapi kemudian bergabung dalam tawa karena kelucuan momen tersebut.
Beberapa dari mereka menunjukkan rasa simpati terhadap Ella yang jatuh, tetapi juga ikut tersenyum dan tertawa karena kejadian tak terduga itu, sudah pasti mereka tahu bahwa Ella memang sengaja.
Sambil membantu Ella berdiri, Lina tersenyum canggung. "Ella, kamu baik-baik saja? Meskipun kejadian itu tidak direncanakan, kamu harus hati-hati dengan tindakanmu."
Lina, mencoba memperingatkan sahabatnya supaya lain kali tidak bertindak ceroboh.
Berta, juga mengangguk setuju dengan nasehat yang diberikan oleh Lina.
Sayangnya, tawa mereka semua harus berhenti. "Baik-baik, berhenti tertawa dan mari kita kembali ke kelas. Kita semua tahu bahwa kejadian ini adalah kejadian spontan dan tidak sengaja. Mari kita jaga keselamatan dan ketertiban di sekolah."
Guru yang baru saja datang, mencoba memberikan nasehat kepada murid-muridnya.
Momen yang lucu dan mengejutkan ini memang di luar dugaan. Saat Ella mencoba menjegal langkah Zee, tetapi malah jatuh terjungkal dan membuat semua orang tertawa.
"Awas kamu, Zee! Aku akan buat pembalasan yang lebih besar, yang tidak akan pernah kamu lupakan sepanjang hidupmu!"
Ella bergumam dengan rencananya, yang tentu saja ingin membuat perhitungan dengan Zee.
__ADS_1
Kira-kira, apa ya rencana Ella???