
Di sudut-sudut ruangan kelas, banyak siswa-siswa seperti Zee duduk bersama teman-teman mereka. Membagikan cerita tentang ujian yang baru saja selesai.
Ada tumpukan buku-buku dan pulpen-pulpen yang kini tidak lagi digunakan, menandakan akhir dari perjuangan belajar. Mereka tertawa, berbicara dengan semangat, dan bahkan ada beberapa yang sedang merencanakan cara untuk merayakan momen ini.
Di papan tulis, terlihat masih tersisa tulisan pengumuman untuk tetap tenang saat mengerjakan soal ujian yang belum dihapus. Seperti jejak dari sebuah peristiwa yang baru saja berlangsung. Keseluruhan ruangan dan para penghuninya dipenuhi dengan rasa lega dan kebahagiaan, karena tugas besar ini akhirnya selesai.
"Akhirnya selesai juga ujian-ujian itu, guys! Gimana perasaannya?" terdengar satu diantara mereka bertanya dengan senyuman lebar.
"Bener banget, tuh! Lega banget rasanya bisa lepas dari tekanan ujian," jawab yang lain.
"Setuju banget, geng. Seminggu ini berasa kayak nggak punya waktu luang sama sekali. Huhfff ..."
Hembusan nafas lega, mendengar dari mereka-mereka yang sedang sama di kelas 12 saat ini. Mereka lega, sebab ujian nasional akhir sekolah baru saja berhasil mereka lewati bersama.
"Iya nih, jadi kepikiran terus sama soal-soal yang harus dijawab. Hehehe ..."
"Tapi sekarang semua udah berlalu. Sekarang waktunya buat bersantai dan melepaskan penat," sahut yang lain dengan penuh semangat dan kelegaan.
"Bener juga, sih! Ada yang udah punya rencana buat liburan atau gimana?" tanya satu di antara mereka.
"Aku sih pengen tidur seharian di akhir pekan ini! Capek banget rasanya," jawaban dari mereka yang hobby tidur.
"Haha, itu juga ide bagus. Tidur, lalu bermimpi indah setelah seminggu begadang belajar."
"Huuu ..."
Yang lain bersorak-sorai, dengan jawaban dan rencana mereka yang hobby nya tidur. Dan tentu saja, tidak semua anak hanya ingin tidur saja, tapi ada ingin bersenang-senang.
"Akurencananya pengen nonton film yang udah ditunda-tunda. Dan tentunya makan banyak! Hahaha ..."
"Kita bisa nonton bareng, Ari. Sambil ngemil enak! Gimana-gimana?"
Anak yang bernama Ari, mengacungkan kedua jempolnya untuk tanda setuju. Ia tentu akan merasa senang karena ada yang menemani.
"Wah, seru juga tuh. Aku juga ikutan deh kalau gitu," sambut yang lain, ingin bergabung.
"Ok, deal! Kita bikin rencana buat nonton dan ngemil bareng."
__ADS_1
Zee, hanya tersenyum memperhatikan bagaimana teman-temannya yang sedang bersuka cita, dengan berbagai rencana yang mereka miliki.
"Hai, Zee. Seneng banget bisa ngumpul lagi setelah sibuk dengan ujian," sapa seseorang yang baru saja masuk.
Semua mata tertuju ke sumber suara, dan itu ternyata adalah Karma. Ia datang sendiri, tidak seperti biasanya yang selalu bersama-sama dengan Ryan dan Syah.
"Hai, Karma. Kamu, bagaimana?" tanya Zee, menanggapi sapaan dari cowok tersebut.
Teman-teman Zee, kasak kusuk membicarakan tentang kedatangan Karma yang langsung tertuju pada Zee.
"Aku, jadi kangen sama waktu-waktu santai seperti ini."
Karma, mendongakkan kepalanya, sehingga wajahnya menghadap ke atas, seakan-akan membayangkan bahwa hari-hari mereka berada di bangku SMA akan segera berakhir.
Zee, tersenyum melihat tingkah laku Karma. Sedangkan teman-teman Zee, yang tadi berada di ruangan tersebut satu persatu meninggalkan tempat karena ada kepentingan masing-masing.
Tidak ada respon atau perkataan Zee yang keluar dari mulutnya, Karma menoleh kemudian menghadap ke arah Zee.
"Tapi sekarang udah waktunya merayakan kebebasan baru setelah ujian selesai! Apa rencanamu, Zee?"
Zee terdiam beberapa saat, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Karma. Ia sendiri belum punya rencana apapun termasuk untuk mendaftar di universitas.
"Aku lupa, ada janji sana Ryan dan Syah."
Karma langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Zee, dan Zee sendiri hanya mengangguk samar.
"Dia, ngapain tadi?" tanya Zee pada diri sendiri, setelah Karma benar-benar keluar dari ruang kelasnya.
***
Sementara itu, Ryan dan Syah sudah berada di lapangan basket terlebih dahulu bersama dengan yang lain. Kini mereka sedang menunggu kedatangan Karma, untuk segera melakukan pertandingan basket.
Tak lama kemudian Karma datang sehingga mereka dapat bergabung bersama dengan yang lain, berkumpul di lapangan basket untuk menentukan tim.
"Hei, Syah, Yan! Akhirnya ujian selesai juga, guys!" seru Karma, memajukan tangannya untuk tos.
"Iya, gila, rasanya seperti beban besar diangkat dari bahu kita." Syah, menyahut dengan semangat berapi-api.
__ADS_1
"Betul banget, Syah. Sekarang kita punya waktu luang lagi! Yesss!" sahut karma lagi, dengan meloncat.
"Bener tuh, dan kayaknya udah saatnya kita main basket lagi. Udah lama nggak main bareng, dan yang udah pada siap, kok!"
Akhirnya dibentuk dua tim untuk pertandingan mereka siang ini. Dan seperti bagaimana biasanya mereka memang tidak langsung pulang karena cuaca sedang bagus.
Ryan sendiri dari tadi hanya diam, tidak pernah mengeluarkan sepatah kata pun. Tapi ia juga ikut dalam rencana pertandingan ini.
"Kita bisa panggil teman-teman yang lain, bikin pertandingan seru." Syah, yang biasa paling heboh dengan banyaknya fans, mengusulkan.
"Iya, aku udah chat Mark dan Maya. Mereka berdua juga pada pengen main, dan sedang mencari tim hore lainnya."
Sekarang, dua tim dibentuk dan Syah kebetulan terpisah dari kelompok tim-nya Ryan dan Karma. Tapi itu tidak menjadi soal untuk mereka seperti sudah terbiasa kecuali jika bermain keluar dari sekolah atau bertanding dengan sekolah lain.
"Gimana, Zee?" tanya Ryan berbisik pada Karma.
"Dia di kelas, tapi gak aku ajak."
Ryan, mengangguk mendengar jawaban Karma. Ia memang meminta pada Karma untuk melihat keberadaan Zee, tapi tidak perlu mengajaknya karena itu cukup mencolok.
Menurut Ryan, jika Zee mau, nanti juga akan datang sendiri ke lapangan basket untuk menyaksikan mereka bermain.
"Napa kamu, gak mau mendekat sendiri?" tanya Karma, melanjutkan obrolan mereka.
"Gak perlu, dan kamu udah tahu alasannya."
Karma, tidak lagi bertanya atau berbicara sebab yang lain sudah siap untuk bermain. Semua sudah siap dengan kaos olahraga, tidak seperti tadi yang masih ada berpakaian seragam lengkap sekolah.
Di lorong-lorong sekolah, beberapa cewek berbisik-bisik. Mereka mendengar ketiga cowok tersebut ada di lapangan basket, sehingga banyak cewek-cewek yang datang berkerumun untuk menyaksikan pertandingan.
"Hei, ada pertandingan basket nih! Ayo, kita ke lapangan!"
"Wah, ada Ryan, Syah, dan Karma lagi main nih. Keren! Ayolah!"
"Iya, mereka udah lama nggak main bareng. Pasti seru!"
Kehebohan ini langsung terdengar di seantero sekolah, membuat para siswa yang menjadi fans mereka cara menuju ke lapangan basket. Terutama adalah para fans nya Syah.
__ADS_1
"Aku, justru mau bicara serius dengan Syah. Dia harus bertanggung jawab, atas perbuatannya!"
Dari salah satu lorong, terdengar teriakan seorang cewek yang berlari menuju ke lapangan basket.