System Of Beauty

System Of Beauty
Bab 31. Dampak Berita Palsu


__ADS_3

Zee terkejut dengan berita yang menggambarkan dirinya sebagai penipu dan telah melakukan operasi wajah serta sedot lemak, sehingga sangat mengguncang bagi karir dan reputasinya. Bahkan ada yang mengira bahwa dirinya hanyalah sebuah kloningan, hasil rekayasa genetika tercanggih.


Zee merasa shock dan tidak percaya bahwa ada orang yang sengaja berusaha menghancurkan dirinya dengan menyebarkan informasi palsu tersebut di media sosial.


Awalnya, Zee ingin menghadapi serangkaian serangan dan tuduhan di media sosial dan platform online lainnya dengan memberikan konfirmasi terkait komentar negatif, hinaan, dan fitnah yang mengalir deras, baik dari pengikutnya yang kecewa maupun dari orang-orang yang mengejar sensasi atau pansos. Sebab, ia merasa sangat terpukul secara emosional dan merasa tidak adil karena dianggap melakukan tindakan yang sebenarnya tidak pernah dilakukannya.


"Bagaimana bisa mereka memberitakan sesuatu yang tidak benar?" gumam Zee bertanya.


Ketika berita-berita palsu tersebut menyebar dan semakin banyak media yang melaporkan, pihak agen atau perwakilan Zee sudah mencoba menyangkal dan membersihkan nama baiknya. Mereka berusaha untuk menghubungi media yang terkait, memberikan klarifikasi, dan mengumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa berita tersebut tidak benar.


Namun, dampaknya sudah terlanjur terjadi. Brand endorsement yang sebelumnya didapatkan oleh Zee sudah mencabut kontrak dengan alasan reputasi yang rusak.


"Ini, bagaimana nasib karir yang bahkan baru aku mulai?" tanya Zee, yang belum terbiasa dengan terpaan angin gosip sebagaimana para artis papan atas.


Para pemasang iklan dan klien yang awalnya memberikan tawaran untuknya, mulai ragu untuk bekerja sama dengan Zee dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan. Ini juga berdampak besar pada pendapatan Zee dan masa depan karirnya.


"Aku harus bagaimana? Padahal niat awal bukan mencari popularitas yang seperti ini. Tapi ini akhirnya terkenal bukan karena prestasi, melainkan keburukan."


Selain itu, ada tekanan dari masyarakat dan penggemar yang merasa kecewa dengan Zee. Beberapa pengikut setia menarik dukungannya dan menghentikan mengikuti perkembangan terbaru dari Zee. Ini membuat Zee merasa kesepian dan kehilangan dukungan, yang sebelumnya diterima dari subscribe akun miliknya.


"Kamu tidak perlu memikirkan hal ini terlalu dalam, ingat untuk tetap menjaga kesehatan, Zee. Mintalah bantuan agen untuk sebutkan keadilan dari jalur hukum."

__ADS_1


Dalam situasi yang sulit ini, Zee diberikan saran dari bunda Ami, agar menghubungi agen untuk mendapatkan bantuan dari tim hukum untuk melawan fitnah dan mencari keadilan. Dia juga diminta untuk tetap menjaga kesehatan mentalnya, menghadapi situasi yang memalukan dan mempengaruhi kehidupan pribadinya.


"Permasalahan ini sering terjadi pada artis papan atas, atau orang terkenal."


Menurut Bunda Ami, dalam beberapa kasus, selebritas yang menghadapi serangan publik semacam ini dapat memulihkan reputasi mereka dengan waktu dan upaya yang tepat. Namun, prosesnya tidaklah mudah, dan dampak jangka panjang dari serangan semacam itu dapat tetap terasa dalam karir dan kehidupan pribadi seseorang.


"Atau, apakah kamu punya musuh?" tanya Bunda Ami, menyelidik.


Zee hanya menggelengkan kepalanya, memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.


Dalam situasi ini, Zee memilih untuk diam dan tidak bertindak apa pun untuk sementara waktu. Dia menyadari bahwa mengambil tindakan gegabah atau menuduh orang lain tanpa bukti yang kuat hanya akan memperburuk situasi. Zee merasa yakin bahwa ada seseorang di balik semua ini yang memiliki niat buruk terhadapnya, tetapi dia tidak ingin berspekulasi atau menyalahkan siapa pun tanpa bukti yang jelas.


Zee merasa sangat sedih dan terpukul oleh berita yang menyebar, terutama tentang keterlibatannya dalam operasi wajah ilegal dan dampaknya terhadap panti asuhan. Dia merasa bertanggung jawab atas berita tersebut dan merasa sangat menyesal kepada Bunda Ami, yang menjalankan panti asuhan tersebut.


Dengan suara terguncang, Zee menyampaikan permintaan maafnya.


"Bunda Ami, Zee tidak tahu harus berkata apa. Zee merasa sangat sedih dan menyesal atas semua ini. Zee meminta maaf, Bunda. Zee meminta maaf atas keadaan ini. Zee tidak pernah bermaksud untuk membawa masalah ini hingga mempengaruhi panti asuhan dan menyebabkan panti asuhan kita ikut terkena fitnah."


Bunda Ami tersenyum lembut, dengan suara penuh belas kasihan berkata, "Zee, anakku, janganlah menyalahkan dirimu sendiri. Kita tidak tahu siapa yang ada di balik semua ini. Kita tidak boleh terjebak dalam spekulasi dan kecurigaan mereka. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita menghadapinya bersama."


Jawaban Bunda Ami, sedikit banyak memberikan ketenangan di hati Zee. Meskipun rasa khawatirnya tetap dominan.

__ADS_1


"Ta-pi Bunda Ami, panti asuhan ini adalah segalanya bagiku. Zee ... Zee tidak bisa membiarkan panti asuhan kita tercoreng begitu saja. Apakah ada yang bisa kita lakukan untuk membersihkan nama kita yang sudah tercoreng?" tanya Zee, dengan suara bergetar.


Bunda Ami kembali tersenyum. "Tentu saja, Zee. Kita akan melalui masalah ini bersama-sama."


Suara Bunda Ami terdengar tenang, meskipun dalam hati dan pikirannya tidaklah sama. Dia cukup geram dengan oknum yang terlibat dalam kasus ini.


"Pertama-tama, kita perlu mengumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa berita tersebut tidak benar. Kita bisa berbicara dengan pengurus panti asuhan yang lainnnya, yang dulu pernah membantu di sini, teman-teman, dan orang-orang yang mengenal kita baik untuk mendapatkan kesaksian yang mendukung." Bunda Ami, kembali melanjutkan perkataannya yang tadi.


"Terima kasih, Bunda Ami. Zee, sangat beruntung memiliki Bunda Ami. Zee, berjanji akan melakukan segala yang bisa Zee lakukan untuk membersihkan nama baik panti asuhan ini. Zee juga akan berusaha secepatnya untuk melawan dan membersihkan fitnah ini."


Ya, Zee tidak mau tinggal diam. Doa akan melakukan segala cara untuk membersihkan namanya.


"Itu yang harus kamu lakukan, Zee. Kita harus tetap tegar dan tidak membiarkan fitnah menghancurkan semangat kita. Bunda, merasa yakin kebenaran akan terungkap suatu saat nanti. Kamu memiliki hati yang baik, dan itu tidak bisa diragukan oleh berita palsu ini. Kita akan berjuang bersama-sama, anakku."


Sejujurnya, Bunda Ami sangat kekhawatiran. Dia juga menyesal karena pernah memberikan saran pada Zee untuk menerima tawaran endosan, yang pada akhirnya membawa Zee pada situasi yang rumit seperti sekarang.


"Bunda. Boleh Zee, meminta izin?" tanya Zee, tiba-tiba.


Saat ini, mereka sudah lebih tenang dan tidak lagi membahas masalah berita mengenai Zee.


"Apa, Zee?" tanya Bunda Ami, yang merasa was-was.

__ADS_1


"Untuk sementara, bolehkah Zee indekost di tempat lain. Yang lebih dekat dengan sekolah. Tapi, akan ada seseorang yang membantu Bunda, agar Bunda tidak kerepotan lagi setiap hari."


Akhirnya, Zee memberanikan diri untuk menyampaikan keinginannya. Dia ingin lebih tenang ke sekolah, tapi ia juga tidak akan mengabaikan adik-adiknya di panti asuhan.


__ADS_2