
Setelah melanjutkan kelasnya, Zee merasa ada yang aneh dengan suasana. Perasaan waspada menghampiri ketika matahari mulai tenggelam dan suasana semakin gelap. Saat berjalan pulang, dia merasa diikuti oleh langkah-langkah yang samar-samar terdengar di belakangnya.
Hatinya berdebar cepat, tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan ketakutannya.
Ketika tiba di rumah, Zee merasa semakin tidak nyaman. Dia memutuskan untuk mencari tahu siapa yang telah mengawasinya di perpustakaan tadi.
"Siapa ya, yang mengintai di perpustakaan tadi?" tanya Zee dengan suara bergetar, pada dirinya sendiri m
"Aku merasa tidak pernah secemas ini, dan ini aneh." Zee mulai merenung, mengingat setiap detail yang dia bisa ketahui tentang kejadian di perpustakaan.
Dia merinci tentang apa yang dia lakukan, tempat-tempat yang dia kunjungi, dan orang-orang yang mungkin dia temui.
Tiba-tiba ...
[Ting]
[Anda perlu bantuan, Nona Zee?]
"Ah, ya benar. Aku merasa ada yang mencurigakan."
Zee, akhirnya menceritakan tentang kecurigaannya pada waktu berada di perpustakaan. Tentang adanya seseorang yang mengintai.
Dia menemukan bahwa ada beberapa pergerakan orang-orang yang mencurigakan di sekitar sekolah dalam beberapa hari terakhir. Petunjuk itu mengarah pada kemungkinan adanya kegiatan ilegal yang terjadi di dekat sekolah, terutama mengenai berita tentang dirinya.
[Ting]
[Tentu ini ada hubungannya, Nona Zee. Apa perlu bantuan langsung lebih? Nona bisa menukarnya dengan alat bantu yang ada di toko system.]
Zee merasa lega ketika akhirnya dapat berbicara dengan System of Beauty, mengenai kecurigaannya. Dia memutuskan untuk menerima tawaran bantuan langsung dari sistem dan menukarnya dengan alat bantu yang disarankan.
"Terima kasih, tentu saja, aku akan memerlukannya," ujar Zee dengan sedikit perasaan lega.
Setelah menukar alat bantu, Zee sekarang memiliki sebuah perangkat kecil yang dapat mengidentifikasi aktivitas mencurigakan di sekitarnya. Dia segera berjalan kembali ke sekolah pada keesokan harinya dengan hati-hati, perangkat tersebut siap untuk memberikan peringatan jika ada tindakan mencurigakan yang terdeteksi.
__ADS_1
Saat berada di koridor sekolah, perangkat itu tiba-tiba bergetar. Ada dua orang yang terlihat sedang berbicara di sudut, dan perangkat tersebut menganggap percakapan mereka mencurigakan.
"Apa ini saatnya bekerja?"
"T-api, siapa sebenarnya mereka?"
Zee merasa sedikit gugup, tapi dengan hati-hati dia mendekati mereka untuk mendengarkan pembicaraan mereka tanpa terlalu mencolok.
Dia mendengar kata-kata seperti "rencana," "rahasia," dan "pertemuan malam ini." Perasaan Zee bahwa ada sesuatu yang tidak beres semakin kuat.
Setelah mereka berdua berpisah, Zee memutuskan untuk mengikuti salah satunya dari jarak yang aman. Dia menggunakan alat bantu untuk memantau pergerakan orang tersebut.
Perangkat memberikan petunjuk arah dan jarak untuk memastikan Zee tetap berada pada posisi yang aman.
Orang tersebut berjalan menuju sebuah gedung yang agak terpencil di belakang sekolah. Zee menyusul dengan hati-hati dan berusaha tetap tak terlihat. Ketika dia tiba di dekat gedung tersebut, dia melihat seseorang membawa beberapa kardus mencurigakan ke dalam gedung.
Zee menyadari bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mengumpulkan bukti.
Dia mengambil foto dari jarak yang aman menggunakan ponselnya, dan juga mencatat nomor ruangan tempat kardus-kardus tersebut dibawa masuk. Setelah itu, dia kembali perlahan ke perangkatnya untuk melaporkan temuannya.
[Ting]
Zee merasa semakin percaya diri dengan bukti yang dia miliki. Dia memutuskan untuk menghubungi pihak berwenang dan memberikan informasi yang dia temukan.
Mungkin inilah saatnya untuk mengungkapkan rencana jahat yang sedang terjadi di dekat sekolahnya.
Ketika Zee mulai menghubungi pihak berwenang dan memberikan informasi yang dia temukan, reaksi mereka menunjukkan bahwa mereka sangat menghargai upayanya untuk membantu mengungkap rencana jahat yang mungkin sedang berlangsung di sekitar sekolah.
Pihak berwenang segera memberikan respon dan menginstruksikan Zee untuk tetap aman sambil mereka melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Zee merasa takjub dan sedikit terguncang saat mengetahui bahwa Ella, dan teman dekatnya terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan perasaan campur aduk, Zee mengingat semua momen yang telah mereka lalui bersama.
Dia merasa tidak bingung dan sedih, tapi juga tidak percaya bahwa Ella terlibat dalam sesuatu yang bisa membahayakan nama baiknya sendiri sebagai anak kepala sekolah dan orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
Zee memutuskan untuk berbicara langsung dengan Ella dan memberikan kesempatan padanya untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Mereka sengaja bertemu di tempat yang tenang di luar sekolah.
"Ella, aku tidak tahu apa yang harus kudengar. Bisakah kamu memberi tahu aku apa yang sedang terjadi?" tanya Zee dengan wajah penuh pertanyaan.
Ella terlihat ragu dan sedikit cemas. Akhirnya, dia mengakui bahwa dia dan beberapa temannya telah terlibat dalam kegiatan yang tidak seharusnya dilakukan. Mereka terlibat dalam aktivitas ilegal yang melibatkan nama baik Zee dipertanyakan.
"Zee, aku tahu ini sangat bodoh dan salah. Tapi aku tidak mau kalah denganmu!" teriak Ella frustasi.
"Kamu, mengambil perhatian Ryan dariku!"
Zee merasa terkejut dan sedih mendengar pengakuan itu. Meskipun dia marah dengan apa yang telah dilakukan Ella, dia juga merasa iba dengan pengakuan Ella yang menyedihkan.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, Ella. Tapi yang pasti, kamu harus bertanggung jawab atas tindakan-tindakan kalian. Aku harap kamu bersedia mengakuinya dan bersedia untuk memperbaikinya," kata Zee dengan tegas.
Ella mengangguk dengan sedih, tapi tetap dengan wajah angkuhnya. Ia merasa semua bisa dikendalikan seperti biasanya.
Sementara itu, pihak berwenang berhasil mengambil tindakan berdasarkan informasi yang diberikan Zee dan berhasil menghentikan aktivitas yang sedang berlangsung di media sosial.
***
Di tempat lain, ketika Syah, yang tidak mengetahui bahwa Zee sudah mengetahui kebenaran tentang kegiatan mereka, mengetahui fakta ini melalui berita-berita di media sosial, dia merasa sangat terkejut dan terkejut. Dia menyadari bahwa Zee telah berada di belakang pengungkapan ini dan mungkin telah memberikan informasi kepada pihak berwenang.
Tanpa ragu, Syah memutuskan untuk menghubungi Ella. Dalam percakapan itu, dia mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi dan mengungkapkan kekecewaan serta rasa marahnya.
Ella merasa tertekan dengan panggilan itu, namun dia tahu bahwa dia harus berbicara dengan jujur.
"Ella, aku tahu bahwa ini ide awalmu, dan aku merasa sangat terkejut dengan semua ini. Mengapa kau tidak memberitahuku bahwa semuanya telah menjadi seperti ini?" tanya Syah dengan nada yang sangat emosional.
Ella terdiam sejenak sebelum akhirnya mengakui dengan suara gemetar, "Syah, aku sangat menyesal. Awalnya, aku tidak tahu bahwa ini akan berubah menjadi sesuatu yang begitu serius. Aku tidak tahu bagaimana menghentikannya setelah semuanya terlanjur dimulai. Aku sangat menyesal."
Syah merasa campur aduk mendengar pengakuan itu. Dia masih merasa marah atas keputusan Ella, tetapi dia juga merasa iba dengan perasaan bersalah yang dia tunjukkan. Dia bertanya-tanya apakah dia harus mengungkapkan kepada pihak berwenang bahwa ide ini awalnya dari dirinya.
Setelah beberapa saat diam, Syah akhirnya berkata, "Ella, meskipun aku sangat marah dan kecewa, aku juga ingin kamu tidak melibatkan namaku!"
__ADS_1
Ella yang kecewa, hanya setuju dengan apa yang dikatakan Syah, dan keduanya memutuskan untuk tidak berhubungan untuk sementara waktu selama penyidikan polisi.
Sepertinya, Syah ingin cuci tangan dalam masalah ini!