
System of Beauty, memberikan penjelasan tentang tantangan yang harus dilakukan oleh Zee, terkait kasus yang melibatkan dirinya.
[Nona, tidak perlu membalas mereka dengan melakukan keburukan yang sama. Hadapi dan balas dengan "cantik" sehingga mereka tidak bisa berkutik.]
"Bagaimana caranya?" tanya Zee belum paham.
[Ini tantangan yang harus dilakukan Nona, memikirkan bagaimana caranya.]
Zee terdiam sejenak memahami tantangan yang diberikan oleh System of Beauty. Dia, harus bisa melakukan apa yang dimaksud System of Beauty.
"Baiklah, aku akan melakukannya!" tekad Zee yakin.
[Waktu Nona, hanya sampai pukul 19.00 WIB.]
[Ting]
Zee, terdiam untuk berpikir. Dia harus bisa melakukan apa-apa yang berhubungan dengan masalahnya, apalagi ini menjadi tantangan yang diberikan oleh System of Beauty.
Di tengah serangan berita hoax yang menimpanya, Zee, yang merasa dirugikan dan kesal, seharusnya bisa melakukan penyelidikan dengan jalur hukum. Tetapi karena tidak memiliki cukup informasi untuk menanggapi dengan tepat, dia memilih untuk diam. Dia mencoba untuk mengabaikan segala tuduhan yang tidak benar tentang dirinya dan tetap menjalani kehidupannya seperti biasa.
"Jika aku terpuruk, mereka yang sudah membuat situasi ini akan berbangga hati karena merasa menang."
Akhirnya, Zee berusaha untuk tetap tenang dan cool, seakan-akan tidak terpengaruh dengan berita yang beredar luas mengenai dirinya.
Meskipun mendapat serangan berita negatif, Zee tetap harus bersikap baik dan ramah pada semua orang di sekitarnya, tanpa membedakan pihak yang menyerangnya.
Sikap positif Zee ini akan membuat para lawannya merasa jengkel dan semakin frustrasi, karena mereka berpikir tidak dapat menggoyahkan kesabarannya. Ini merupakan serangan mental.
Sementara itu, lingkungan di sekitar Zee yang menjadi kacau karena berita hoax yang menyebar, menyebabkan spekulasi dan gosip di antara teman-teman Zee.
Hanya segelintir orang yang bersimpati dengan Zee, dan mencoba untuk membela dan membantu memperjelas kebenaran, tetapi ada juga yang memanfaatkan situasi ini untuk menimbulkan kebingungan lebih lanjut.
Di lain pihak, Ella merasa frustasi karena melihat Zee yang tidak terpengaruh. Dia kembali membuat gebrakan dengan pencucian otak teman-teman, yang ada di pihaknya.
__ADS_1
"Zee itu sebenarnya penuh rahasia gelap. Tidak heran dia berusaha menyembunyikan fakta-fakta buruk tentang dirinya!" kata Ella, memulai aksinya.
"Aku yakin berita itu benar. Zee pasti mencoba menipu semua orang dengan senyumnya yang palsu." Berta, menimpali untuk meyakinkan.
"Siapa yang percaya dengan sikap Zee yang baik-baik? Itu semua hanya akting belaka!" Lina, tidak mau kalah dengan Ella dan Berta.
Mereka bertiga tampak antusias memberikan penilaian terhadap Zee. Padahal yang sebenarnya, mereka sudah kepanasan akibat sikap Zee yang tetap tenang di situasi sulitnya.
"Zee seharusnya merasa malu atas semua tuduhan yang dialamatkan padanya. Tapi ya, seperti biasa, dia pura-pura tidak peduli." Ella berkata dengan mencibir.
Lina dan Berta, mengangguk setuju. Mereka memang bersatu dalam usaha menjatuhkan Zee.
"Tentu saja Zee tetap santai, dia tahu caranya untuk menyembunyikan kejahatannya!"
Tiba-tiba, Syah muncul diantara mereka yang berkumpul di taman sekolah. Membuat beberapa cewek tersenyum sumringah, melihat keberadaan Syah yang mereka idolakan.
"Jangan percaya pada penampilan Zee yang polos. Seperti semua orang, dia juga punya masa lalu yang kotor!" Syah, kembali melanjutkan kalimatnya.
"Apakah orang-orang tidak sadar bahwa Zee, itu adalah seorang manipulator?" tanya Syah balik, seakan-akan paling tahu tentang kehidupan Zee.
Syah, satu dari kelompok Ella yang sama-sama frustasi karena usaha mereka yang gagal untuk memfitnah Zee. Padahal mereka bermaksud untuk membuat Zee menyerah dan hancur. Sayangnya itu tidak terjadi, dan berita-berita tersebut nyatanya tidak mempengaruhi kehidupan sehari-harinya Zee.
Nyatanya mereka tidak berhasil, meskipun mencoba menyebarkan berita hoax dan menghancurkan reputasi Zee.
Dengan tenang dan tetap kokoh dengan sikapnya, Zee yang baik tidak mudah terpengaruh oleh tuduhan-tuduhan negatif tersebut. Kekuatan moral dan ketenangan Zee membuat para penyerangnya semakin frustrasi karena mereka tidak dapat merusak atau mengganggu kehidupan Zee seperti yang mereka harapkan.
Di perpustakaan sekolah, Zee mulai menyadari bahwa penyerangnya sangat aktif di media sosial dan suka berbagi informasi tanpa memverifikasi kebenarannya.
"Ternyata mereka tetap melakukannya, tidak kapok!" geram Zee, tertahan.
Zee kemudian menciptakan sebuah akun anonim yang tampak seperti penggemar setia penyerangnya. Akun ini akan membagikan informasi palsu yang dirancang sedemikian rupa sehingga menimbulkan keraguan dan ketidakpastian pada penyerangnya.
Selain itu, Zee juga mulai menyebarkan berita hoax atau palsu tentang dirinya sendiri, tetapi dengan gaya dan gaya penulisan yang sama seperti berita yang sudah menyerangnya sebelumnya. Hal ini akan membuat penyerangnya menghadapi kesulitan untuk membedakan berita asli dan berita palsu, mengakibatkan keraguan dan kebingungan dalam persepsi mereka yang sudah tersebar.
__ADS_1
"Mereka melakukan cara yang licik, jadi aku harus bisa mengimbanginya meskipun sebenarnya ini tidak benar."
Selain menggunakan akun anonim, Zee juga memanfaatkan situasi dengan maksud untuk mengarahkan perhatian penyerangnya ke isu-isu yang tidak relevan.
"Rasakan apa yang akan terjadi!"
Zee mulai menciptakan "kebisingan" dengan memicu diskusi kontroversial yang tak terkait dengan dirinya secara langsung. Dengan begitu, penyerangnya akan lebih fokus pada perdebatan lain dan tidak lagi memusatkan perhatian netizen pada Zee.
Selain itu, Zee juga menggandeng akun teman-teman dan pendukungnya untuk membantu menyebarkan fakta-fakta yang benar dan memperjelas situasi yang sebenarnya.
"Aku minta bantuan, Trisha. Bisa juga memintanya untuk menghubungi beberapa temannya, yang dekat untuk ikut melakukan semua ini."
Dengan begitu, ketika berita-berita hoax yang akan muncul lagi besoknya, banyak orang akan sudah mengetahui kebenaran dan tidak mudah terpengaruh oleh tuduhan palsu terhadap Zee.
Dengan strategi-strategi ini, Zee dapat dengan cerdik membalas penyerangnya tanpa mereka menyadari bahwa mereka justru menjadi sasaran dari jebakan yang dirancang secara hati-hati.
"Aku, harus menyelesaikannya dengan cepat. Ini tidak boleh lebih dari jam 8 malam."
Zee mengambil pendekatan yang cerdas dan strategis untuk menjaga reputasinya dan menghadapi berita hoax dengan kecermatan dan kebijaksanaan.
"Semoga besok mereka merasakan akibatnya!"
Setelah selesai melakukan apa-apa yang penting dalam proses ini, Zee kembali ke kelasnya.
"Huhfff ... untung sepi," jaya Zee lega, saat menyadari bahwa ruangan perpustakaan sekolah sepi dari pengunjung.
Dia tidak sadar, jika sedari tadi sepasang mata mengintainya dalam diam mengawasi pergerakannya.
"Aku, berharap kamu bisa menyelesaikan bagian mu, Zee. Aku, akan bantu dengan mencari dalangnya!"
Kring kring kring
Bel masuk setelah istirahat berbunyi, sepasang mata tersebut bergegas keluar dari ruangan perpustakaan sekolah. Pergi ke dalam kelasnya sendiri, bergabung dengan yang lain untuk belajar.
__ADS_1