System Of Beauty

System Of Beauty
Bab 32. Pesta Keberhasilan


__ADS_3

Di sebuah ruangan yang sudah dihias meriah, terdapat musik berdentum dan cahaya sorotan yang menghidupkan suasana.


Ada Ella, Berta, Lina, dan Syah yang sedang berkumpul di tengah kerumunan tamu yang berpesta. Mereka terlihat bahagia dan berseri-seri, merayakan keberhasilan mereka.


Ella, sambil tertawa-tawa puas berkata, "hebat sekali kita melakukannya, guys! Siapa sangka rencana kita berjalan dengan lancar dan menghancurkan Zee sepenuhnya. Kita benar-benar berhasil membuatnya jatuh!"


Berta, ikut tersenyum puas. "Betul sekali, Ella! Semua usaha yang kita lakukan untuk menyebarkan berita palsu itu terbayar lunas. Zee pasti tidak akan bisa mengembalikan reputasinya setelah ini."


Lina juga tersenyum puas, setelah apa yang mereka lakukan.


"Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan kita-kita besty ... Kita telah membuktikan bahwa kita dapat mengontrol narasi dan menghancurkan siapa pun yang menghalangi kita. Zee adalah contoh yang sempurna."


Syah, yang merupakan otak dari suksesnya rencana mereka tersenyum puas. Kini, sambil mengangkat gelasnya, Syah mengajak mereka untuk bersulang.


"Mari kita toast untuk kesuksesan kita! Kita berhasil membuat Zee tersandung dan jatuh dari puncak karirnya yang baru saja dimulai. Hahaha ..."


Mereka mengangkat gelas mereka dan bersulang dengan riang gembira. Para tamu lainnya, yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, hanya mendapatkan undangan untuk berpesta, bergabung dalam sorakan kegembiraan mereka tanpa tahu kejelasannya.


Mereka merasa puas dengan apa yang telah mereka capai dan yakin bahwa tindakan mereka memiliki dampak besar, yaitu menghancurkan karir Zee.


"Syah, apa rencanamu selanjutnya? Kamu bilang Zee akan masuk ke dalam perangkapmu lagi. Aku penasaran, ceritakan padaku!" tanya Ella meminta penjelasan.


Syah tersenyum misterius. "Oh, jangan khawatir, Ella. Aku punya rencana hebat untuk melanjutkan apa yang sudah kita mulai. Tapi maaf, ini masih rahasia untuk saat ini. Aku tidak mau jika ada kegagalan untuk kedua kalinya."


Wajah Ella tampak masam. Dia penasaran dengan rencana Syah yang selanjutnya.

__ADS_1


"Ah, Syah! Kenapa kamu tidak mau memberitahukan padaku? Kita kan bermitra dalam masalah ini. Aku ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," desak Ella.


Tapi Syah justru menatap Ella dengan tatapan tajam.


"Ella, kamu harus percaya padaku. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Ada alasan mengapa aku tidak bisa mengungkapkan rencanaku saat ini. Ini masalah strategi dan keamanan." Syah berkata dengan penekanan.


Ella tersenyum tipis agak kecewa, mendengar jawaban tersebut.


"Tapi Syah, kita saling berbagi rencana sejauh ini. Aku merasa kita harus bisa mempercayai satu sama lain sepenuhnya. Aku ingin tahu bagaimana kita akan melanjutkan keberhasilan ini."


Sayangnya, Syah tetap menjaga sikap tegasnya.


"Percayalah padaku, Ella. Rencanaku akan berjalan dengan baik dan akan menguntungkan kita semua. Aku tahu bagaimana cara menghadapi Zee dengan penuh strategi. Kamu harus bersabar."


Nyatanya, Syah tetap tidak mau membocorkan rencananya pada Ella. Sedangkan Ella justru merasa kesal, sebab ia seperti diabaikan.


Syah mengangguk pasti. "Aku mengerti, Ella. Kamu tahu aku tidak akan mengecewakanmu. Percayalah, rencanaku akan membawa kita menuju kesuksesan yang lebih besar."


Meskipun Ella penasaran dengan rencana lanjutan Syah yang belum diungkapkan, ia hanya bisa membuang nafas panjang karena tidak bisa memaksa. Ella, yang menginginkan penjelasan lebih lanjut dan ingin merasa terlibat dalam setiap langkah, hanya bisa pasrah dengan keputusan Syah yang tetap teguh pada keputusannya untuk tidak mengungkapkan rahasia tersebut.


***


Di kamarnya, Ryan terlihat kesal dan jengkel dengan berbagai berita yang beredar tentang Zee. Awalnya, Ryan tidak percaya dan ingin tetap mempertahankan keyakinannya terhadap Zee. Namun, saat melihat dan menyadari perubahan drastis dalam penampilan Zee dan banyaknya berita yang beredar, keraguan mulai merayap ke dalam pikirannya. Ryan mulai terpengaruh oleh informasi yang ada dan merasa bingung.


Sambil duduk di depan komputer, Ryan memutar-mutar pikirannya dan mulai terpengaruh juga.

__ADS_1


Ryan menggelengkan kepala dengan kesal, menyadari bahwa pikirannya sudah mulai terkontaminasi dengan berita-berita tersebut.


"Ini tidak masuk akal! Bagaimana mungkin Zee bisa melakukan semua itu? Aku tidak pernah melihatnya seperti itu sebelumnya. Apa yang sebenarnya terjadi?"


Ryan memandangi layar komputernya yang penuh dengan berita dan rumor tentang Zee. Dia merasa terjebak antara kepercayaannya terhadap Zee dan tanda-tanda yang terlihat begitu jelas di depan matanya.


Ryan, kembali bergumam sendiri dalam keraguan. "Aku tidak ingin percaya, tapi melihat semua ini ... Apakah Zee benar-benar melakukan semua hal ini? Operasi wajah, sedot lemak, dan tuduhan penipuan? Mengapa dia berubah begitu drastis? Aku merasa kecewa dan bingung dengan kebenaran ini."


Perasaan kekecewaan dan kebingungan Ryan semakin kuat saat ia mencoba memahami situasi yang sedang terjadi. Dia merasa terganggu oleh pertanyaan yang tak kunjung terjawab dan meragukan kepercayaannya terhadap Zee.


Wajah Ryan semakin gusar. Dengan suara yang samar, hanya telinganya sendiri yang bisa mendengarnya, ia kembali bertanya dengan frustrasi.


"Aku tidak ingin menyalahkan Zee tanpa bukti yang kuat, tapi semuanya begitu terang di depan mataku. Apakah aku terlalu naif untuk percaya padanya? Apa yang harus aku lakukan sekarang?"


Ryan merasakan konflik emosional yang besar. Keraguan yang tumbuh dalam hatinya membuatnya merasa kecewa dan bingung tentang bagaimana harus bertindak. Ia merasa sulit untuk mengabaikan bukti-bukti yang terlihat dan mempertahankan keyakinannya terhadap Zee.


Situasi ini menjadi dilema bagi Ryan, saat ia meragukan kepercayaannya terhadap Zee. Dia terjebak antara keyakinan dan keraguan, merasa terpengaruh oleh berita dan perubahan yang terjadi pada Zee.


Ryan akhirnya merasa perlu mencari jawaban yang jelas dan mencari kebenaran di balik berbagai informasi yang ada.


"Aku harus melakukan sesuatu."


Setelah merasa ragu dan terpengaruh oleh berita yang beredar, Ryan akhirnya memutuskan untuk tidak bertindak gegabah. Dia sadar bahwa mempercayai hanya beberapa berita yang menyudutkan Zee tidaklah cukup. Untuk mencari kebenaran sejati, Ryan memutuskan untuk melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terkait dengan berita tersebut.


Dengan tekad yang kuat, Ryan mencari seseorang yang dapat membantu menyelidiki kebenaran dan keakuratan berita yang beredar tentang Zee.

__ADS_1


"Aku harus mencari tahu kebenaran ini. Aku tidak ingin membenci Zee tanpa alasan yang kuat. Aku akan mencari seseorang yang dapat membantu menyelidiki kebenaran di balik berita ini. Seseorang yang dapat memberikan jawaban yang obyektif dan akurat.


Dengan hati yang teguh, Ryan akan melibatkan pihak yang kompeten untuk membantu mengeksplorasi kebenaran tentang Zee. Dia sadar bahwa penampilan fisik Zee, seperti tubuh gemuk dan kulit yang gelap, tidak boleh menjadi dasar untuk menuduh atau membenarkan berita-berita palsu yang beredar.


__ADS_2