System Of Beauty

System Of Beauty
Bab 37. Berhasil


__ADS_3

Di panti asuhan yang ramai dengan anak-anak yang sedang bermain, Zee menyambut Bunda Ami dengan senyuman. Ia menyerahkan sejumlah uang dalam amplop pada Bunda Ami, yang tampak terkejut namun bersyukur.


"Bunda Ami, ini sejumlah uang yang sudah Zee kumpulkan untuk membantu proses renovasi rumah panti asuhan," kata Zee dengan tersenyum tulus.


Bunda Ami menerima amplop tersebut dengan penuh terima kasih, tetapi kemudian wajahnya menunjukkan ekspresi yang bingung.


"Terima kasih, Zee. Namun, maaf jika Bunda bertanya, dari mana asal uang ini? Bukannya kamu sudah tidak menerima orderan?"


Zee terdiam sejenak, tidak yakin apa yang seharusnya dia katakan. Setelah beberapa detik, ia memberikan jawaban sebagai alasan yang bisa diterima bunda Ami.


"Sebenarnya, Zee baru saja menang dalam beberapa kompetisi online dan memutuskan untuk menyumbangkan hadiah untuk membantu panti asuhan ini, Bunda."


"Itu benar, Zee. Tetapi, bukannya kamu juga butuh untuk persiapan kuliah kamu?" tanya Bunda Ami lagi.


"Iya Bunda, tidak apa-apa. Doakan saja, Zee bisa ikut kompetisi lagi dan menang."


Perbincangan mereka pun berlanjut, dengan Zee menjelaskan asal usul uang tersebut dan memberikan informasi lebih lanjut tentang kompetisi online yang telah ia ikuti. Meskipun merasa sedikit canggung, Zee akhirnya bisa meyakinkan Bunda Ami bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Setelah berhasil menjelaskan asal usul uang kepada Bunda Ami, Zee tersenyum lega dan pamit dengan sopan.


"Zee, balik dulu Bunda."


"Kamu tidak menginap? Adik-adik pasti senang kamu bersama mereka lagi, Zee."


"Setelah ujian saja, Bunda."


Di pelataran panti asuhan, saat matahari mulai tenggelam, Zee berdiri di depan Bunda Ami dan beberapa anak panti yang berkumpul. Dia merasa haru karena harus berpisah, meskipun hanya sementara, dari tempat yang telah memberinya banyak kenangan dan pengalaman berharga.


"Zee, kami sangat berterima kasih atas niat baik kamu untuk renovasi rumah panti. Semoga Tuhan memberkati setiap langkahmu," ucap bunda Ami.


"Terima kasih kembali, Bunda Ami. Zee akan merindukan semua yang ada di sini, dan juga adik-adik."


Beberapa anak panti berkumpul di sekitar mereka, dengan mata berbinar penuh kehangatan.

__ADS_1


Salah seorang dari mereka bertanya, "Kapan kakak akan kembali ke sini, Kak Zee?"


Zee tersenyum pada anak itu, "Aku akan mencoba berkunjung sesering mungkin. Tetapi sekarang, kakak harus kembali ke kos-kosan dan fokus pada sekolah."


"Iya, kak Zee. Kapan?"


Anak-anak lainnya juga berbicara dengan antusias, mengungkapkan harapan dan kenangan yang telah mereka bagi bersama. Mereka membicarakan acara-acara, kegiatan, dan momen lucu yang telah mereka alami bersama-sama.


"Kalian semua adalah keluarga besar di sini. Dan kamu, Zee, selalu ingat bahwa pintu panti ini selalu terbuka untukmu."


Bunda Ami, berkata dengan tersenyum. Menatap anak asuhnya yang mulai besar dan bisa mandiri.


Zee melihat wajah-wajah yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama ini, penuh rasa syukur dan sedikit kekhawatiran. Dia pun akhirnya pamit sekali lagi.


"Aku akan merindukan semuanya. Aku berjanji akan berusaha berkunjung sesering mungkin," ungkapnya penuh haru.


Zee kemudian berjalan kembali ke kos-kosannya, yang telah menjadi tempat tinggalnya. Meskipun diberi kesempatan untuk tinggal di panti asuhan, Zee memutuskan untuk tetap tinggal di kos-kosan karena jaraknya yang lebih dekat dengan sekolah. Apalagi waktu ujian tinggal beberapa hari lagi.


"Semoga uangnya cukup sehingga musim hujan tidak bocor," gumam Zee sendiri.


Zee tiba di kos-kosannya dengan langkah pelan, masih memikirkan perpisahan di panti asuhan tadi. Saat ia masuk ke dalam kamar, ia merasa seolah-olah melihat bayangan Ryan di sudut ruangan. Hatinya berdesir, dan ia memutar kepala untuk memastikan.


Namun, ketika Zee mencari-cari dengan mata, ia menyadari bahwa sosok Ryan yang ia lihat hanya ilusi. Ternyata Ryan sudah tidak ada di situ. Hanya kesan yang masih terasa, seolah-olah ia masih bisa merasakan keberadaan Ryan di sekitarnya.


Zee menghela nafas dalam-dalam, merasa agak kecewa dan heran. Ia berjalan mendekati meja belajarnya dan duduk di sana, memikirkan tentang kejadian aneh tadi.


'Apakah itu hanya imajinasi? Atau ada alasan lain mengapa aku merasa melihat Ryan di kos-kosan?"


Kembali ke kamar kos, Zee duduk di meja belajarnya dan membuka buku pelajarannya. Dalam keheningan yang mendalam, Zee merenung, membiarkan pemikirannya melayang-layang.


Apapun itu yang terjadi, ia yakin bahwa masa depannya masih menyimpan banyak misteri dan perjalanan yang menarik.


Zee duduk di meja belajarnya, melihat layar transparan yang sudah menyala di depan wajahnya saat ini.

__ADS_1


Dia mengaktifkan "System of Beauty", sebuah program System yang sudah membantunya selama ini.


[Ting]


[Malam, Nona Zee ]


"Halo, System of Beauty. Aku ingin membuat laporan tentang sumbangan uang renovasi rumah panti asuhan. Aku sudah menyerahkan uang tersebut pada Bunda Ami hari ini."


[Halo, Nona Zee. Tentu saja, aku siap membantu. Tolong berikan detail lebih lanjut tentang sumbangan ini.]


"Jadi, aku baru saja menyerahkan sejumlah uang kepada Bunda Ami untuk membantu proses renovasi rumah panti asuhan. Jumlah uangnya adalah Rp 50.000.000,-"


[Terima kasih atas informasinya, Nona Zee. Apakah ada informasi tambahan yang perlu aku masukkan dalam laporan ini?]


"Ya, mungkin bisa ditambahkan bahwa aku berbicara dengan Bunda Ami tentang sumber uang tersebut dan memberikan penjelasan mengenai asal usulnya. Aku ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik, karena itu pertanyaan dari Bunda Ami sendiri."


[Catatan tersebut sudah dimasukkan, Nona Zee. Adakah hal lain yang ingin kamu tambahkan dalam laporan ini?]


"Tidak, sebenarnya itu saja yang perlu dicatat. Terima kasih banyak, System of Beauty. Aku menunggu tantangan untuk besok pagi," jawab Zee pada System of Beauty.


[Sama-sama, Nona Zee. Semoga sumbangan itu dapat memberikan manfaat yang besar bagi panti asuhan. Jika Nona memerlukan bantuan lain, jangan ragu untuk mengaktifkan. Sedang untuk tantangan, baru besok pagi baru ada.]


"Baiklah, aku akan menunggu."


[Ting]


Malam semakin larut, dan Zee harus segera beristirahat agar besok pagi bisa bangun dengan lebih segar.


Di luar bangunan kos-kosan, seorang pemuda baru saja selesai berbincang-bincang dengan penjaga sekaligus orang kepercayaan yang menangani kos-kosan tersebut.


"Pastikan semua aman, bukan hanya di kos bagian ini saja. Tapi yang ada di depan dan samping sana."


"Pasti, Den."

__ADS_1


__ADS_2