
Ke esokan harinya Elena berangkat sekolah pagi pagi sekali , karena elena mempunyai sebuah rencana permainan untuk Siska karena mengikutinya kemaren dan berusaha untuk mempermalukan dirinya, dan memancing emosinya
sampai di sekolah sudah banyak siswa siswi yang berdatangan , Elena pun berjalan ke kelasnya , tanpa menyadari sesuatu yang ada di Mading sekolah
" lalalalala... lalalalala..."
elena bersenandung karena senang dengan permainan nya nanti akan berhasil atau tidak , dari arah belakang munculah Alina dan Alexa , sehingga membuat elena terkejut
" haiii....., seneng amat Lo"
" ahh kalian ngagetin gue tahu "
" ya maaf , Lo sih gaje , gak jelas tahu , udah senyum sendiri , senandung sendiri , lagi"
" hehehe" balas Elena pada kedua sahabatnya dengan kekehan saja
" Lo hutang penjelasan sama kita " tekan Alina
" Oky Oky , nanti di kelas , masak gue cerita di halaman , berdiri lagi ,,," kata Elena
" heheh ya maaf , yuk kelas "
" ehh bentar deh El, Na,, tuh liat di Mading apaan rame banget , padahal masih pagi juga" sergah Alexa pada Elena dan Alina,
" liat yuk " ajak Alina pada Elena juga Alexa
" kagak usah , paling juga foto gue , Sama pak Andi yang pakek masker sama topi kemaren "
" lhah kok Lo tahu , liat aja belum " bingung Alexa
" gk liat apa tatapan mereka ke kita setelah liat apa yang di Mading xa" ucap Alina pada Alexa
" ya gue lihat sih , tatapannya kayak gk suka gitu" jawab Alexa
" nah itu gue udah baca fikiran orang yang natap kita tadi , dan mereka lagi bicarain gue karena foto itu" jawab elena pada kedua sahabatnya sambil mereka berjalan ke kelas mereka
" dan Lo gk marah gitu sama orang yang majang itu foto Lo El" tanya Alina pada Elena
" ya jelas marah lah gue, kesel sih iya , gk suka apa lagi, tapi gue punya permainan buat dia , tunggu aja entar pasti yang salah juga dia, yang di marahin juga dia" ucap Elena, pada kedua sahabatnya itu
setelah sudah sampai di kelas mereka duduk di bangku masing masing , tetapi Alina dan Alexa setelah meletakkan tasnya di bangku mereka , mereka menuju bangku duduk elena dan duduk di depan tempat duduk elena , karena orang yang berada di bangku depan tersebut belum datang.
" penjelasan Lo kita tagih sekarang " ucap Alina yang menagih penjelasan elena kemaren
dan di tambah dengan penjelasan foto, Sera permainannya
" Oky , denger ya , kemaren saat gue pulang , gue ngerasa ada yang ikutin gue , Sampek gue masuk angkot , dia masih aja ikutin gue , trs pak Andi telfon , gue sengaja panggil pak Andi itu Abang , lalu gue suruh pak Andi njemput gue di depan restoran Deket sekolah , tapi di dalam , kan gue laper juga itu, udah gue kasih tahu juga pak Andi, gue suruh pakek masker dan topi biar gk ada yang tahu" cerita Elena pada kedua temannya yang mendengarkan ceritanya tersebut
" lanjutkan " ucap Alexa
" terus saat gue sampai gue langsung masuk di restoran dan pak Andi melambaikan tangannya , gue samperin kan , dan kalian tahu , orang yang ikutin gue masih gk puas lihatnya , dia masuk juga dan duduk gk jauh dari tempat duduk gue sama pak Andi , gue tahu karena saat gue lihat dia pakek masker warna hitam gue udah curiga , trs dia mikir , klo enaknya itu di foto but jadi bukti, ya gue biarin aja , tinggal tunggu nanti permainan nya "
" kok Lo tahu dia ikutin Lo dengan pakek masker hitam " tanya Alina yang penasaran dengan ucapan Elena
__ADS_1
" ya tahulah saat di angkot belakang gue orang itu yang pakek masker hitam tatapannya mencurigakan dan gue dikit dialah orang ternyata bener dia " ungkap Elena
" terusin atuh El"
" gue lanjutin Oky, setelah itu dia foto gue sama pak Andi , trs saat udah ke foto dia pergi, lalu gue sama pak Andi pulang dong , udah itu dulu gue cerita , tentang permainan nya kalian lihat aja nanti pasti kalian tahu sendiri gimana permainannya" jelas elena pada kedua sahabatnya,
tak lama setelah elena bercerita semua murid mulai berdatangan ke kelas karena di marahin guru , sudah bel masuk tapi tetap ada di Mading untuk lihat foto yang ada di sana.
Di dalam kelas pun sudah mulai pelajaran , semua nya belajar dengan tenang , dan ada satu dua orang yang berbisik-bisik untuk membicarakan apa yang ada di luar
Bel istirahat pun berbunyi dan elena berencana melakukan permainan nya
" udah bel tuh kantin yuk "
ajak Alina pada kedua temannya yang masih duduk
" yuk, El kita kantin" ajak Alexa yang sudah berdiri di samping Alina
" bentar gue make up pin tangan gue dulu, dah selesai , yuk" ucap elena yang sudah selesai dengan apa yang di lakukan nya
" aneh Lo El masak tangan Lo kasih make up"
" tahu tuh , emang dasar Elena"
ucap kedua sahabatnya sambil berjalan ke kantin .
Namun, di tengah tengah perjalanan mereka ke kantin mereka di hadang oleh Siska dan teman temannya
" eh eh lepasin "
ucap Alina dan Alexa yang di pegang oleh kedua anak buah sisak , mereka mencoba untuk melepaskan namun gagal ,
" turutin aja Lina , Lexa" ucap elena pada kedua temannya , lalu kedua teman elena pun mengikuti apa yang di ucapkan Elena
" ada apaan sis mau bully gue , mau ngancem gue , apa mau Lo " ucap elena tenang
"Lo itu murahan , lihat tuh foto Lo di mading , gue kemaren ikutin Lo , katanya di sekolah Lo godain guru , trs di luar Lo ketemu sama orang tak jelas lagi , " ungkap Siska pada Elena
" trs urusan Lo sama gue apa ya..." ucap elena yang sangat tenang menghadapi apa yang ada di depannya itu
" gue mo laporin Lo ke kepala sekolah biar tahu ada murid di sekolah ini yang tak tahu malu ikut gue, " ucap Siska , kemudian Siska menarik tangan elena dengan kasar tapi di tepis oleh elena dengan kasar juga hingga tangan Siska mengenai pipinya, walaupun tak keras , elena pura pira jatuh dan memegang pipinya dengan tangan yang sudah ada make ul merah tipis nya , jika di tempelkan ke wajah maka akan ada cap merah di sana, dan pura, pira kesakitan
" aduh sisak Lo nampar gue apa apan Lo " ucap Elena mencoba berdiri " Siska yang terkejut dengan apa yang di lakukan elena tak bisa berkata kata , bahwasannya dia tak sengaja , karena tangannya di tepis kasar oleh elena dan mengenai wajahnya, tapi elena bilang bahwa dia menamparnya
" apa Lo bilang , gue nampar lo ,eh yang ada Lo sendiri yang pura pura" ucap Siska dan mereka sekarang menjadi pusat perhatian
" ini trs buktinya apa klo Lo gk nampar gue , hah pipi gue merah Siska , sakit " elena memperlihatkan kan pipinya yang merah karena di beri make up saat dia memegang nya dengan tangan yang sempat dia beri make up tadi.
Lalu ada kepala sekolah datang karena keributan yang ada di jalan dekat dengan area kantin
" ada apa ini , ribut ribut" ucap kepala sekolah tersebut pada Elena dan juga Siska
lalu elena mencoba untuk bilang kepada kepala sekolahnya klo dia sedang di bully oleh Siska dan teman temannya itu
__ADS_1
" coba kalian jelaskan !! " teriak kepala sekolah tersebut
" ee pak saya akan menjelaskannya pak " ucap elena
" lanjutkan !"
" saya ... saya tadi di bully pak sama sisaka dan teman temannya, lihat merek memegang kedua sahabat saya pak " ucap elena yang menunjuk ke arah kedua temannya yang masih di pegang oleh ank biak Siska, kemudian pak kepala sekolah menatap apa yang di tunjuk oleh Elena , dengan cepat merak melepaskan kedua sahabat Elena
" lalu apa lagi yang terjadi..."
tanya kepala sekolah pada Elena
" Siska nampar saya pak karena saya tidak mau ikut dengan dia dan saya tangan saya fi tarik pak
,Siska bully saya karena Siska ikutin saya ketemu sama Abang saya dan fotonya di pajang di Mading pak " jelas elena pada kepala sekolah
" benar itu Siska " tanya kepala sekolah pada Siska
"enggak pak saya gk bully dia pak ,saya juga gk nampar dia pak , dia bohong " bela Siska pada dirinya sendiri
" lalu kenapa saya lihat pipi elena merah , "
" i .. itu.."
" kamu sama teman kamu ikut saya ke ruangan saya , !!" ucap kepala sekolah tersebut kepada Siska dan teman temannya , kemudian mereka bertiga mengikuti kepala sekolah ke ruangannya dengan cemas dan takut
, lalu semua orang yang ada pun bubar
setelah itu elena tersenyum dan berjalan ke arah Mading dan mengambil fotonya lalu menyimpannya
" El jadi ini permainan yang ko maksud tadi "
tukas Alina yang masih agak terkejut dengan permainan Elena
" sungguh hebat kau El mengarang cerita "
ucap Alexa pada Elena
" udah tahu kalian permainannya, sekarang kita kelas aja yok males di luar"
ucap elena sambil tersenyum pada mereka dan berjalan melewati mereka ke kelasnya
" Elena...tungguin kita Napa sih " teriak alexa
" dasar elena , permainannya sungguh membuat orang mati kutu tak bisa membela sama sekali " ucap Alina dengan pelan tapi masih di dengar oleh Alexa
" Lina udah Napa , permainannya juga menarik dan Siska udah di hukum kan " tukas Alexa pada Alina yang tak mau ambil pusing dengan kejadian yang mereka lihat tadi.
sesampainya di kelas elena mengambil air minum yang dia bawa dari rumah lalu meminumnya
" Siska sisaka ,niat Mao malu maluin gue, mau laporin gue , mau hancurin nama baik gue, gagal sudah , dirimu sendiri juga yang malu" ucap elena dalam hatinya sambil tersenyum setelah meminum air putih yang dia bawa dari rumah tadi
dan kedua teman Lena hanya geleng geleng kepala mengetahui diri elena yang bisa berbuat seperti tadi , pasalnya mereka tak pernah melihat elena melakukan hal seperti itu .
__ADS_1