
Sat tengah malam Elena bermimpi bertemu dengan kedua orang tua nya , di dalam mimpi Elena ibu dan ayah Elena pun berpesan agar Elena hidup dengan baik dan bahagia ,
" ibu , ayah " ucap Elena pada kedua orangtuanya
" sayang anak ibu , "
" anak ayah juga Bu"
" sayang kami punya pesan , buat mu , kami sudah tenang di sini , kamu jangan bersedih lagi , hiduplah dengan baik dan bahagia"
" benar nak , kata ibumu, jangan bersedih seperti ini, kami juga sedih nak " ucap sang ayah dan ibu Elena di dalam mimpi Elena , lalu tanpa sadar Elena pun berteriak , walaupun tidak kencang tetapi pak Andi bisa mendengar suara Elena.
" hiks... hiks... hiks.. ibu... ayah..., jangan pergi..." gumam Elena di tidurnya ,lalu pak Andi pun terbangun karena mendengar suara elena gumaman Elena dan suara tangis Elena.
" Elena , Elena...bangun Elena , ee sayang .." ucap pak Andi yang sedikit canggung saat memanggil Elena dengan sebutan sayang, tak lama setelah pak Andi memanggil Elena, sayang , Elena pun bangun dari tidurnya
" hah , mas ibu.. mas ayah , mereka ...hisk..hiks..."
ucap Elena saat terbangun dari tidurnya dan duduk menyender di ranjang tempat tidurnya tersebut.
" sstt , sudah , sudah Elena sayang kamu mimpi ada mas disini , mau minum , saya ambilkan" ucap oak Andi yang sudah tidak canggung saat memanggil Elena , sayang.
" hmm iya " jawab elena dengan mengangguk dan berhenti menangis , setelah itu pak Andi pun keluar kamar dan berjalan ke dapur untuk mengambil kan Elena air putih, saat pak Andi tiba di dapur pak Andi melihat mamahnya sedang duduk di dapur juga sambil memegang gelas yang baru saja di letakkan di meja dapur.
" mamah , ngapin mamah disini " tanya pak Andi membuyarkan lamunan mamahnya
" ehh Andi , kamu ngagetin mamah aja , ya biasa lah mamah lagi habis minum " jawab sang mamah pada Andi anaknya
" mamah ngelamun ya ... kaget gitu Andi panggil"
" ahh bisa aja kamu, kamu sendiri malem malem ke dapur "
__ADS_1
" ooh itu mau ambil minum buat Elena, mah "
" Elena, Elena kenpa Andi kamu jangan bikin mamah khawatir dengan keadaan Elena sekarang, pasti dia sangat terpukul" kata mamahnya pak Andi yang langsung khawatir ketika Andi anaknya menyebutkan nama Elena menantunya sekarang.
" Elena katanya, tadi mimpi kedua orang tuanya , terus nangis , ya lalu Andi ke dapur buat ambil minum buat Elena mah" jawab pak Andi sambil menuangkan air putih ke dalam gelas
" kasian Elena , kamu harus menjaganya baik baik sayang , itu pesan terakhir ibu Elena pada mamah ke kamu , tadi mamah mau sampein sama kalian tapi mamah gak tega liat kondisi Elena, Andi.." ucap sang mamah sambil meneteskan air matanya karena sedih , dan teringat saat temannya itu mengatakan pesan terakhirnya sebelum mereka melakukan pernikahan tersebut.
" Andi akan jaga Elena mah sampai kapanpun Andi tidak akan membiarkan apapun terjadi padanya, tapi Andi tidak bisa janji sebab nanti Andi takut tidak bisa menepatinya mah , meskipun begitu Andi akan berusaha membuat Elena bahagia " jawab pak Andi pada mamahnya dan mencoba untuk menghibur mamahnya itu agar tidak terus bersedih dan percaya bahwa semua akan baik baik saja
" baiklah mamah percaya padamu nak , sudah sekarang kembalilah ke kamar , Elena pasti menunggu mu sayang "
" kali gitu Andi ke kamar dulu, mamah juga kekamar mah tidur " lalu pak Andi berjalan pergi meninggalkan dapur dan kembali kekamarnya sambil membawa segelas air putih untuk Elena , dan mamahnya pak Andi pun juga kembali ke kamarnya.
Di dalam kamar Elena sedang menunggu pak Andi kembali dari dapur , setelah menunggu beberapa saat pak Andi pun masuk kekamar sambil membawa kan segelas air ,
" Elena , kamu minum dulu ini" pak Andi memberikan air putih kepada Elena setelah masuk ke dalam kamarnya, kemudian di terima oleh Elena dan di minum hingga setengah air dari gelas tersebut,
" sayang kamu tidur lagi ya , masih malam"
ucap pak Andi yang mulai suka memanggil Elena dengan sebutan sayang , menurut pak Andi memanggil Elena sayang sangatlah menggemaskan karena pak Andi tahu jika Elena tidak terbiasa di panggil sayang olehnya , dan seperti salah tingkah ketika ia memanggilnya sayang , dan itu sangat lucu di mata pak Andi .
" eee mas jangan panggil sayang , aku gk suka" ucap Elena yang merasa risih di panggil sayang oleh pak Andi
" kenapa kamu sekarang sudah menjadi istri saya , jadi gak masalah dong jika saya memanggil kamu sayang " goda pak Andi pada Elena untuk membuat Elena lupa dengan mimpinya dan untuk menghibur Elena agar tidak bersedih terus menerus,
Elena yang tahu maksud pak Andi pun langsung merebahkan dirinya lagi dan menutupi dirinya menggunakan selimut sambil tersenyum malu,
" hmm mimpi indah sayang " ucap pak Andi pada Elena sambil mengusap puncak kepala Elena yang tertutup oleh selimut , dan pak Andi pun ikut merebahkan dirinya di kasur ,lalu tidur sambil menghadap ke arah Elena .
Keesokan harinya adalah hari weekend dan sekolah pun libur , Elena bangun lebih pagi dari pak Andi , dia bangun tidur Elena langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan , berganti pakaian , lalu setelah selesai Elena keluar menuju dapur , dilihatnya mamah mertuanya itu sedang memasak untuk sarapan pagi mereka.
__ADS_1
" mamah Elena bantu ya mah" ucap Elena dari arah belakang mamahnya
" ehh sayang , kamu sudah bangun , "
" sudah mah , ada yang bisa Elena bantu buat mamah" tanya Elena kembali
" ini sudah Selesai sayang , kamu tinggal nata meja sama piringnya aja , mamah tinggal dulu sebentar ya , ohh iya nanti klo sudah selesai bangunkan suami mu " ucap sang mamah pada menantunya itu , kemudian pergi ke kamar untuk mengambil sesuatu .
setelah Elena selesai menata dan menyiapkan semuanya , Elena, kembali ke kamarnya untuk membangun kan pak Andi ,
" mas mas bangun mas Andi bangun..., ah maaass" Elena membangunkan pak Andi dengan berteriak,karena dari tadi Elena memanggil pak Andi dan menggoyangkan tubuhnya pun pak Andi tidak bangun , jadi Elena berteriak di sebelah telinganya ,lalu pak Andi pun terbangun karena suara Elena yang melengking di telinganya.
" ahh Elena , kamu jangan teriak teriak , sakit telinga saya , sayang " ucap pak Andi pada Elena lalu bangun dari tidurnya
" salh sendiri dari tadi di bangunin enggak bangun bangun " kesal Elena pada suaminya tersebut lalu bangkit dari tempat tidurnya dan hendak ke luar kamar,
" mas sarapan udah di siapin di meja makan , di tunggu ya , jangan lama " ucap Elena lagi saat di ambang pintu kamar, setelah mengatakan itu Elena pun keluar dan menuju ke meja makan,
Di dalam kamar pak Andi , langsung menuju ke kamar mandi dan melakukan ritual paginya, setelah semuanya selesai pak Andi pun keluar dan menuju ke meja makan .
" lama nunggu ??" tanya pak Andi pada dua orang yang sudah duduk di meja makan tersebut
" enggak kok sayang " ucap sang mamah
kemudian pak Andi pun mendudukkan dirinya di samping duduk Elena, lalu mereka pun memulai sarapannya .
setelah selesai sarapan mamahnya pak Andi pun ingin berbicara pada mereka
" Elena, Andi berhubung kalian sudah resmi menikah , mamah akan serahkan ini pada kalian , kalung ini peninggalan dari nenek mu Andi , dan Elena ibu mu sudah menyiapkan cincin ini untuk kalian " ucap mamah pada mereka berdua , dan memberikan kalung peninggalan nenek pak Andi untuk di pakai Elena dan cincin mas untuk hadiah pernikahan mereka .
" hmm makasih mamah Elena akan jaga baik baik hadiah ini sama kalung ini mah " ucap Elena pada mamah mertua lalu tersenyum saat melihat Kakung dan cincin tersebut.
__ADS_1
pak Andi dan mamahnya ikut tersenyum juga, saat melihat senyum Elena selepas kepergian ibunya kemarin , dan pak Andi berharap jika Elena akan selalu bahagia seperti ini , begitupun dengan mamahnya .