
Saat semuanya sudah pulang , Elena segera menuju parkiran karena tadi pak Andi sempat SMS , bahwa pulang sekolah di suruh menunggunya di parkiran seperi biasa.
Alina dan Alexa sudah pulang karena mereka sudah di jemput ,sedangkan Shifa Belum , karena dia belum di jemput
" El Lo Napa sih dari tadi muka Lo gak enak banget tahu gak , kalo mo duluan ya duluan aja kali" ucap Shifa pada Elena
" biasa gue bareng sama pak Andi tapi biasanya nunggu pulang semua dulu baru gue parkiran " jawab Elena
" elah Lo mah , ya udah sana Lo parkiran aja dah nungguin mungkin calon Lo " ucap Shifa yang sekalian menggoda Elena
" Lo gimana ,....ahh ya udah ati ati bentar lagi kan Lo di jemput gue duluan daahh" ucap elena yang tahu bahwa Shifa akan segera di jemput , kemudian elena pun segera menuju ke parkiran dan masuk kedalam mobil
" ahh maaf mas lama nunggu yang lain pulang tadi " jelas Elena yang saat masuk mobil sudah ada pak Andi di dalam dan menatap nya
" ya udah gak papa , kamu pasang sabuk pengamannya , kita udah terlambat " kata pak Andi pada Elena dan segera menyalakan mesin mobilnya lalu pergi ke jalan raya menuju ke rumahnya.
" Mas kenapa kerumah mas, " tanya Elena pada pak Andi
" Makan malam Elena , ini sudah sore mau malem ," jawab pak Andi sambil menyetir mobilnya
" Lalu ibu bagaimana , ??"
" ibu kamu sudah ada di rumah mamah yang ngundang" bilang pak Andi
" Eee ayah nya mas dimana" tanya elena lagi karena elena tak ingin menguras tenaganya hanya untuk membaca fikiran hari ini elena terlalu lelah dan ingin mengistirahatkan fikirannya .
" di luar kota ada bisnis di sana mungkin lusa pulang" jawab pak Andi
Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah pak Andi , Elena dan pak Andi pun turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah
" mah , Andi pulang " teriak pak Andi agak keras
ketika memasuki rumahnya
" Andi nak kamu sudah pulang , Elena mana" sambut ibu dari pak Andi
" Ada di belakang , Elena kamu masuk aja , " ucap pak Andi pada Elena yang masih di luar dan belum masuk ke dalam
" Ee ... permisi tante Elena masuk " ucap Elena sambil berjalan memasuki rumah pak Andi , lalu bersalaman dan mencium tangan ibu pak Andi
" Elena kamu jangan panggil saya Tante , panggil mamah aja kayak Andi "
" i..iya Tan,. ehh maksudnya mamah " ucap Elena malu malu
" ya sudah kamu Andi sama Elena bersih bersih dulu ya , dan Elena pakaian kamu ada di kamar nya Andi mamah sudah menyiapkannya, lalu kalo sudah selesai kalian turun , mamah sama ibu kamu sudah nunggu di meja makan ya " jelas mamahnya pak Andi pada pak Andi anaknya dan Elena calon menantunya itu.
" iya mah " ucap Elena tidak ingin bertanya lagi karena tadi elena membaca fikiran mamah nya pak Andi walaupun elena sedang malas mem baca fikiran orang dan sangat lelah
__ADS_1
" Ayo Elena kita ke kamar saya "
ajak pak Andi lalu berjalan mendahului Elena di belakangnya,
Elena langsung saja mengikuti pak Andi menuju kamarnya karena tak ingin bertanya apapun juga
setelah mereka sampai pak Andi masuk ke kamar mandi duluan dan Elena menunggunya di luar .
" Elena saya sudah selesai , kamu cepat mandi dan ganti pakaian kamu , saya tunggu di sini " ucap pak Andi yang baru saja keluar dari kamar mandi ,dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggang nya dan bertelanjang dada ,menuju ke lemarinya , lalu mengambil pakaian ganti .
Elena tanpa menjawab dan menunggu lama , langsung berjalan menuju kekamar mandi yang anda di dalam kamar pak Andi sambil membawa handuknya yang di berikan pak Andi dari dalam lemari ,
Setelah selesai Elena keluar dari kamar mandi dan berkata pada pak Andi
" mas aku cuman pakek handuk keluar , mau ganti pakaian ,mas keluar dulu ya nanti aku nyusul" teriak Elena dari pintu keluar kamar mandi
Lalu pak Andi pun keluar dari kamarnya dan menunggu elena di luar pintu kamar
Setelah itu elena berganti pakaian dengan baju uang sudah di siapkan oleh mamahnya , alias calon mertuanya
" ini seperti gaun yang sudah lama , tapi masih bagus dan cantik , coraknya sangat indah dan tak terlalu terbuka , juga nyaman dipakai " batin Elena sesudah memakai pakaiannya dan menyisir rambutnya yang ia biarkan tergerai , lalu Elena memakai bedak bayi yang ada di atas meja , setelah itu dia memakai jepit rambut kupu-kupu yang mungkin sudah di siapkan oleh mamah nya pak Andi yang pas dengan baju tersebut
" mas aku udah selesai ayo turun uang lain udah nunggu" ucap Elena yang keluar dari salam kamar
pak Andi yang masih terbengong dengan penampilan Elena yang sederhana namun sangat cantik malam itu tetap terdiam dan tersenyum sangat tipis sekali
" ehh iy iya Elena maaf , ayo turun" ucap pak Andi yang gelagapan karena takut jika ketahuan menendang elena dengan pandangan yang terpesona dengan penampilan Elena
Kemudian mereka turun dan menuju ke meja makan
" wahh elena kamu cantik sekali pakai ini , ini adalah baju mamah saat masih muda seumuran dengan kamu, beneran kan jeng putrimu sangat cantik malam ini"
ucap mamahnya pak Andi
" iya mar aku juga mikir gitu anak ku memang cantik , jadi ayo kita makan " ajak ibu nya Elena.
Lalu Elena dan pak Andi pun duduk , kemudian e
Elena mengambilkan piring serta nasi juga lauk pauk , serta sayur bening bayam yang di sajikan di depan untuk pak Andi
" Mas ini makanannya udah aku ambilkan, mas mau makan ini kan" ucap Elena sambil menaruh makanannya di depan pak Andi untuk pak Andi makan.
" kamu kok tahu saya ingin makan ini " tanya pak Andi yang sedikit terkejut , juga mamahnya pak Andi yang sedikit terkejut juga namun senang dan tersenyum melihat anaknya dan calon menantunya sangat dekat , ibunya elena pun juga turut senang dengan mereka
" mas lupa klo aku bisa tahu semuanya , walupun saat ini aku sedang malas untuk mengetahui semuanya" jawab pak Andi yang masih memegang piring yang kosong
" ahh iya maaf kan saya , saya lupa," jawab pak Andi , kemudian meletakkan piring yang kosong itu di meja Elena, lalu elena mengambil nasi dan lauk pauk , serta sayur bayam yang sama seperti pak Andi
__ADS_1
Lalu mereka semua makan dengan di selingi tawa karena cerita dari Elena dan juga pak Andi saat mereka pertama bertemu di sekolah dan insiden memalukan yang terjadi di taman sekolah
" Andi mamah melihat kalo elena hari ini sangat lelah kamu antar pulang ya , dan ibunya Elena akan ibu antar pulang melalui supir kita "
ucap mamahnya pak Andi pada Andi anaknya
" iya mah kalo gitu Andi mau ambil kunci mobil dulu di kamar" jawab pak Andi , lalu pergi dan menuju kekamarnya untukmu mengambil kunci mobilnya
" ibu Elena pulang duluan lagi , hmm Bu Elena kayaknya mau ibu menginap di sini aja deh Bu soalnya ibu kurang sehat dan Elena khawatir sama ibu " ucap Elena pada ibunya yang akhir-akhir ini memang sedikit tidak sehat
" Baiklah anak ku sayang ibu nginap di sini aja , juga sekalian ibu bisa mengobrol banyak hal sama teman lama ibu, Mungin lain hati ibu tidak bisa ada di sini lagi" jawab sang ibu pada Elena uang sedikit sedih , karena tahu bahwa Elena sudah tahu penyakitnya melalui pemikirannya yang sedang di fikirkan ya akhir akhir ini tanpa di beri tahunya elena pasti tahu ,juga elena tak ingin bertanya banyak hal pada ibunya karena tahu jika elena bertanya ibunya pasti akan sedih.
" jeng kamu sakit , " tanya Marisa ibunya pak Andi
" mar aku udah sakit sejak lama , mungkin penyakit ku kali ini tak bisa di selamatkan kata dokter tumor otak ku udah nyebar , tapi aku tak mau dioperasi biarlah karena aku ingin menikmati saat saat terakhir ku ini , jika nanti aku udah gk ada tolong jaga Elena anak ku ya " jelas ibunya elena yang sedih akan hal itu , dan elena pun berusaha tegar dan menahan air matanya , karena tak ingin melihat ibunya sedih dengan Elena menangis .
" Elena ayo saya antar pulang "
ucap pak Andi yang sudah keluar dari kamarnya dan mengajak elena untuk pulang ke rumah
Lalu pak Andi dan Elena pun memasuki mobil dan pulang ke rumah Elena
" elena kita sudah sampai , mau saya antar masuk ke dalam" tanya pak Andi pada Elena yang sejak tadi mereka memasuki mobil elena tampak murung dan sedih
" iya boleh " jawab elena , lalu mereka turun dari mobil
Pak Andi pun mengantar Elena masuk ke dalam rumah
" mas , mas bisa hari ini temenin aku di rumah , aku sendirian , ibu aku Siring nginap di rumah mas tadi " ucap Elena dengan suara parau nya yang menahan air mata dan sedih pada pak Andi
" boleh kamu tidur di kamar saja saya akan tidur di sofa "
" jangan mas tidur di kamar aja , aku tak mau tidur sendirian aku takut ,hari ini .. a aku .." ucapan Elena terpotong karena tak bisa melanjutkannya, air matanya sudah menetes dan elena pun menagis dalam diam
pak Andi yang tak tega melihat elena menagis langsung memeluknya
" Tenanglah Elena ,saya di sini , ada saya kamu jangan takut"
ucap pak Andi menenangkan Elena di dalam pelukannya yang terus menagis
" mas udah tahu semuanya ya , tadi mas denger ya , tapi tak langsung datang dan mas mendengarkan pembicaraan kami tadi" ucap Elena pada pak Andi dengan suara parau orang menangis karena elena membaca fikiran pak Andi walupun sangat lelah dan sedih , sambil terus memeluk pak Andi dan menagis
" iya maaf kalo saya tak sopan" ucap maaf pak Andi sambil terus menenangkan Elena yang sedang menagis
dan elena pun menjawab dengan gelengan kepala saja ,
setelah tenang merek berdua pun menuju ke kamar elena , elena pun tidur dengan di temani pak Andi yang tidur di samping Elena , dengan batasan guling panjang di tengah tengah mereka.
__ADS_1