Tak Seperti Yang Terlihat

Tak Seperti Yang Terlihat
selesai


__ADS_3

Kini aku sudah sudah


selesai kuliah dan aku kembali meneruskan pekerjaanku dan untuk S2 aku tidak


focus itu dulu aku fokus ke pekerjaanku dulu.


‘’Zar kamu kan sudah


lulu kamu gak berfikir untu nikah atau kamu sudah punya pacar gitu saat kamu


kuliah’’ Tanya Bibik.


‘’Zahra tidak punya


pacar dan Zahra juga tidak ada niatan untuk pacaran kalau jodoh pasti akan


datang ke rumah dan akan melamar langsung’’.jawab Zahra.


‘’Bibik ada teman dia


punya anak laki –laki dia bekerja sebagai pilot dia anak yang baik ,gimana


kalau Bibik kamu jodohkan dengan dia’’.ucap Bibik.


‘’terserah Bibik


saja’’.jawab Zahra.


‘’kalau gitu Bibik


telpon dulu teman Bibik untuk kasih kabar ini!’’.ucap Bibik.


Hari mulai sore aku


memutuskan untuk makan siang .dan Bibik ternyata meberitahuku bahwa keluarga


mereka akan mengadakan pertemuan dengan keluargaku minggu depan.


‘’Hi’’,sapa Bibik


kepada keluarga yang akan kami ketemui restoran tersebut.


‘’hi juga duduk dulu,


anak saya sedang pergi ke toilet !’’ucap orang yang di sapa Bibik.


‘’ini dia , ayo duduk


nak.’’ucap orang yang di sapa Bibik.


aku sedang fokus dengan


hpku aku karna aku sedang bahas kerjaan dengan Rani sekretarisku. saat aku


menengok ke depan .


‘’kamu’’.ucap Lintang


dan Zahra bersamaan.


‘’ternyata kalian udah


saling kenal !’’.ucap mama Lintang.


‘’kamu kenal Lintang


sejak kapan nak?’’. Tanya mama Lintang.


‘’aku sam Lintang dulu


satu sekolah saat SMA’’. Jawab Zahra.


‘’bagus dong berarti


kita gak usah lama – lama 2 bulan lagi kita langsungkan saja


pernikahannya’’.jawab Bibik dan mama Lintang.


Kini aku dan Lintang


sering chatingan di hp ala – ala  pendekatan sebentar lagi kita akan menikah dan tiap malem cahtingan kita

__ADS_1


juga sering ketemuan beberapa hari ini.


Dan kini adalah saat


yang aku nanti – nanti antara aku dan Lintang. Hari ini kita menikah dan istri


Kak Bagas sudah melahirkan dan masih kecil dia sangat imut.dia juga ikut


meramaikan acara pernikahanku.


‘’saya terima dan


kawinnya Zahra binti Tiara dengan seperangkat alat sholat di bayar


tunai’’.ucap  Lintang.


‘’alhamdulilah akhirnya


kalian sudah sah untuk menjadi suami istri’’.ucap Bibik dan mama Lintang.


Aku dan Lintang tinggal


di apartement kita sudah memutuskan di jauh – jauh hari.dan untuk membelinya


kita pakai uang kita sendiri.


‘’nanti malam aku ajak


kamu ke suatu tempat !’’.ucap Lintang.


‘’dimana itu?’’. Tanya


Zahra.


‘’nanti juga kamu


tau!’’.jawab Lintang.


Sejak aku menikah


dengan Lintang aku sudah agak mulai bicara awalnya aku agak gimana gitu!.


Berhubung aku kini adalah istrinya Lintang aku harus menjalin komunikasi


Kini mataku ditutup


oleh Lintang dan aku tidak bisa melihat keberadaanku sekarang.tapi aku


mendengar suara ombak .


‘’sekarang kamu boleh


buka penutup matamu?’’.perintah Lintang.


Dan benar dugaanku aku


kini sedang berada di pantai di sore hari sambil menikmati senja dan di depanku


ada makanan yang dihias dengan begitu cantiknya.


‘’apa hari ini adalah


hari special Lintang?’’.tanya Zahra.


‘’kamu lupa ini hari


ulang tahun kamu,saying?’’.jawab Lintang.


Pipi Zahra langsung


merona karena untuk pertama kalinya Lintang memanggilnya dengan sebutan sayang padahal dia tidak melakukan itu


padaku.


‘’aduh pipinya sampai


merah gitu aku bilang sayang’’. Goda Lintang ke istrinya.


Kemudian aku memegang


pipi aku karna malu tanpa aba – aba Lintang membuka kedua tanganku yang

__ADS_1


menghalangi pipiku kemudian dia mencium kedua pipiku yang sedang memerah itu.


‘’jujur aku dulu waktu


SMA aku sudah menyukai kamu, api aku malu mengungkap kannya padamu sampai


akhirnya aku bekerja sebagai pilot aku juga pernah berpacaran dengan pramugari


tapi itu bukan aku yang nembak tapi dia, aku menerimanya karna kasian kepadanya


tapi akhirnya aku memutuskanya karna aku takut nanti dia malah sakit hati


nanti’’.ucap Lintang.


Tiba – tiba air mata


Zahra mengalir.


‘’eh kamu ngapin


nangis?’’. Tanya Lintang.


‘’ternyata sebegitu


dalamnya cintamu kepadaku sampai akhirnya tidak disangka kita telah menjadi


pasangan’’. Ucap Zahra.


‘’Ehmmmm,ada yang lagi


saying – sayangan ini’’.ucap Bibik.


‘’heee’’. Jawab


Lintang.


‘’Lintang Bibikmu ingin


berbicara dulu sama Zahra sebentar?’’.ucap Bibik.


‘’ya Bik , gak


papa’’.jawab Lintang.


‘’kini sudah saatnya


kamu tau maaf Bibik baru cerita padamu semalam Bibik bermimpi disuruh ibumu


menjelaskan perihal tentang ayahmu’’.ucap Bibik .


‘’Bagaimana itu


Bik?’’.tanaya Zahra.


‘’jadi dulu Ayah dan


Ibumu itu saling mencintai tapi mereka tidak di restui awalnya akhirnya mereka


di restui dan menikah ,waktu Ibumu mengandungmu ternyata Ayahnya dan Ibunya


telah berkhianat padanya saat Ayahmu sedang diperjalan pulang ternyata remnya


blong dan semua itu adalah rencana dari mereka akhirnya mereka di penjara sampai


mati , tapi kasian Ibumu tidak diterima lagi di keluarga Ayahmu.dan untuk kedua


orangtua ayahmu mereka menghilang entah kemana.’’ucap Bibik.


‘’jadi gitu Bik’’.serga


Zahra.


Aku dan Lintang


menikmati kembang api sambil bernostalgia masa – masa SMA dengan saling pandang


satu sama lain.


Kini aku mempunyai bayi


kembar perempuan dua dan kami hidup bahagia meski aku harus mengalah karna

__ADS_1


pekerjaan Lintang yang sebai pilot.


__ADS_2