
Keesokan harinya adalah hari Minggu , pak Andi dan Elena pun pergi ke taman komplek untuk lari pagi .
" Elena sayang ayo kita berangkat udah hampir siang ini" ucap pak Andi pada Elena yang masih mengantuk padahal matahari sudah terbit.
" kalian mau kemana pagi pagi " tanya sang mamah yang sedang duduk di teras sambil memandangi bunga bunga yang ada di pekarangan rumah .
" mau joging mah , mas Andi kan setiap weekend sama Minggu selalu lari pagi di taman komplek mah " jawab Elena malas yang sedang berjalan untuk berpamitan pada mamah mertuanya lalu menyusul pak Andi yang sudah berlari keluar,
" mas tungguin , cepet amat sih larinya ...." teriak Elena yang sedang berlari kecil untuk mengejar suaminya tersebut
" makanya cepetan dong , sayang..." ucap pak Andi yang melambatkan larinya , untuk mengimbangi Elena .
Lalu mereka pun lari pagi memutari taman di sekitar komplek tempat biasa pak Andi dan Elena saat lari pagi atau Joging,
sudah beberapa menit kemudian mereka pun menghentikan larinya karena Elena yang sudah merasa kelelahan , lalu pak Andi dan Elena pun membeli air minum di warung dekat taman .
setelah membeli minum mereka duduk di bangku taman sambil menikmati pemandangan yang ada.
Lalu Elena pun teringat akan satu hal ,
" ah iya mas lupa...toko ibu gimana udah lama tutup , di jual aja ya mas soalnya gk ada yang rawat nanti " ucap Elena pada pak Andi
" hmm bilang mamah aja dulu sayang , gimana "
Saran pak Andi pada Elena
" ya boleh lah ... nanti di bicarain sama mamah aja "
jawab Elena yang setuju dengan saran pak Andi .
lalu ada penjual Arum manis yang lewat depan Elena dan pak Andi , kebetulan tadi Elena membawa uang saku , jika seandainya ia ingin membeli sesuatu.
" Arum manis , Arum manis enak murah meriah ..." teriak si penjual , kemudian Elena pun berteriak memanggil ingin membelinya
" mang beli..." teriak Elena , dan pak Andi pun hanya melihat dan memperhatikan Elena, yang membeli Arum manis yang lewat di depannya tersebut.
" mang beli Arum manisnya satu yang besar ya ..." ucap Elena begitu penjual nya berhenti dan hendak menanyakan ingin membeli yang mana dan berapa
" oohh iya neng , mau bentuk apa neng " tanya si penjual Arum manis tersebut
" bentuk love aja mang " ucap Elena ,
__ADS_1
Setelah beberapa saat Arum manis pun jadi
" ini neng Arum manis nya udah jadi , " ucap si penjual , lalu memberikan Arum manis tersebut pada Elena.
" waah, makasih mang , berapa ya jadinya mang"
tanya Elena sambil menerima Arum manisnya dan mengeluarkan uang sepuluh ribu nya dari kantong
" lima ribu rupiah aja neng " ucap penjual Arum manis itu
" oohh ini mang , kembaliannya ambil aja , makasih " ucap Elena pada penjual Arum manis yang tahu jika tak mempunyai kembalian , setelah itu si penjual mengucapkan terimakasih pada Elena .
Lalu pergi melanjutkan penjualannya, dan Elena pun kembali duduk di bangku bersama pak Andi
" mas mau , ini enak Lo mas manis banget , pasti mas belum pernah coba kan..." tawar Elena pada suaminya itu yang sedang melihat nya dan Arum manis besarnya dengan mata yang berbinar binar
" Elena , sayang kamu tahu aja sih ya..." ucap pak Andi kemudian , lalu menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal karena Elena mengetahui bahwa dia belum pernah mencoba Arum manis dari dulu
" ya tahu lah mas , udah sini makan sama sama , kan ini banyak , "
ucap Elena , lalu mereka pun memakan Arum manis tersebut bersama.
Setelah lari pagi yang melelahkan dan duduk duduk di bangku sambil makan Arum manis tersebut, tak terasa waktu sudah siang dan matahari sudah berada di atas kepala , begitu teriknya dan panas , sehingga mereka pun berjalan pulang kerumah .
lalu mereka keluar dari kamar menuju halaman belakang untuk mencari mamahnya untuk membicarakan masalh toko ibu Elena, tetapi tidak ada , dan ternyata mamahnya pak Andi sedang keluar bersama teman teman sosialita di rumah teman mamahnya pak Andi ,setelah pak Andi mengirim pesan pada mamahnya.
Lalu mereka pun memutuskan untuk menonton tv drama Korea kesukaan Elena , sebenarnya pak Andi tak begitu suka Korea , tetapi istrinya itu sangat menyukai Korea , akhirnya dia mengalah dan ikut melihat Drakor kesukaan Elena .
" mass... ya mau drakor itu yang dokter dokter itu Lo... boleh kan .. udah lama aku gk nonton " bujuk ratu Elena agar di izinkan menonton Drakor medis kesukaannya tersebut
" hmm ya boleh deh " jawab pak Andi pasrah karna tak tahan melihat Elena dengan tatapan yang memohon padanya , seketika Elena pun girang dan langsung menyalakan laptop nya dan melihat drakor medis yang berjudul Doctor John .
" drama apa itu sayang kok operasi operasi semua , ngeri tahu ,sayang..." ucap pak Andi yang tak tahu dan merasa ngeri melihat adegan operasi yang di lakukan oleh dokter di drama tersebut
" ini itu drakor medis mas , dia gk bisa ngerasain sakit , atau gk peka terhadap rasa sakit , pokoknya ini drakor nya bagus banget aku suka.. udah mas nonton aja " jelas Elena panjang lebar pada suaminya yang bertanya pada nya .
Lalu tanpa sadar pak Andi pun mulai mengantuk melihat adegan operasi dan sebagainya di dalam drama itu , sehingga pak Andi pun tertidur sambil menyenderkan tubuhnya ke sofa , di rasa tak ada suara Elena pun melihat pak Andi , dan betapa kagetnya Elena melihat jika pak Andi sudah tertidur sambil duduk dan menyender di sofa , lalu Elena pun mem pouse drama nya dan berjalan kekamar untuk mengambil selimut untuk pak Andi Elena mengambil selimut yang tipis karena hari sangat panas ,
Setelah mengambil selimut Elena kembali ke tempatnya dan membaringkan pak Andi di sofa lalu menyelimutinya , setelah itu Elena menyalakan lagi dramanya dan menonton lagi .
" ahh soosweet , manisnya " ucap Elena dalam hati ketika melihat adegan yang manis di drama itu .
__ADS_1
Sampai sore elena menonton drama nya dan pak Andi pun juga sampai sore tidur di sofa , akhirnya Elena pun menyudahi acara menontonnya dan pak Andi pun bangun dari tidurnya .
" akhirnya selesai juga ,,, ahh mau mandi ahh gerah " fikir Elena lalu merapikan laptop dan barang barang yang ada di meja ruang tamu ,
" eghh hmm hoaammm, Elena sayang " ucap pak Andi yang baru bangun dari tidurnya dan duduk kembali di sofa
" iya kenapa mas.." jawab Elena pada pak Andi
" berapa lama tadi aku tidur " tanya pak Andi pada Elena
" lama banget sekitar 2 tiga jam mas kenapa , mas masih capek , kalo iya nanti aku buatin wedang jahe mau " tawar Elena pada pak Andi yang mengetahui jika pak Andi sedang capek dan kelelahan untuk beberapa hari ini
" boleh , " jawab pak Andi sambil mengangguk kan kepalanya
" ya udah klo gitu mas ma di sana dulu aku buatin minumannya " Ucap Elena
Lalu pak Andi pun berjalan ke kamarnya lalu mandi dan membersihkan dirinya lalu mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur yang hangat dengan motif jamur mushroom yang ada di film mushroom , setelah itu Paka. di menunggu Elena membuatkan minuman jahenya di ruang keluarga ,
Elena pun juga ke kamar dan membersihkan dirinya , dan mengganti pakaian nya , lalu membuatkan minuman jahe untuk pak Andi
tak lama mamahnya pak Andi pun datang
" hah capek nya ... lhoh Andi kamu kenapa nak , sakit " tanya mamahnya yang baru datang dan berjalan ke ruang kelurga untuk duduk dan mengistirahatkan tubuh nya
" gak tahu mah rasanya sih pusing , kecapean kali , nanti juga sembuh " jawab pak Andi sambil menonton tv
" Elena mana" tanya mamahnya
" di dapur mah "
Lalu mamahnya pun berjalan menuju dapur
" Elena kamu ngapain sayang?"tanya mamah mertuanya
" lagi bikin wedang jahe mah buat mas Andi , kayaknya mas Andi kecapean tadi tidur lama sekali ," ucap Elena yang sedang menuangkan wedang jahenya ke dalam gelas
" ohh iya udah mamah kekamar dulu ya nak , capek habis arisan seharian" ucap mamah mertuanya lalu pergi menuju kamar
hari pun sudah malam dan wedang jahenya juga sudah tidak terlalu panas , lalu Elena pun memberikan minuman jahe anget nya kepada pak Andi yang sedang menonton tv
" mas di minum dulu udah gk panas " ucap Elena lalu ikut duduk di sebelah pak Andi.
__ADS_1
Kemudian pak Andi pun meminum wedang jahe anget buatan Elena tersebut , setelah meminum nya badan pak Andi menjadi lebih hangat dan enakan .