
Setelah menerima kalung dan cincin tersebut Elena , beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamarnya untuk menyimpan barang barang tersebut
Lalu pak Andi pun mengikuti langkah Elena , setelah sampai di kamar Elena pun merebahkan badannya dan memejamkan matanya , tak lama setelah itu pak Andi pun mengejutkan Elena dengan memanggilnya sayang tepat di telinganya disertai hembusan nafas hangat oleh pak Andi
" sayang...."
" hah mas Andi ... jangan ngagetin dong , kan udah elena bilang jangan panggil sayang " kesal Elena dengan pak Andi yang tetap memanggilnya sayang dan mengejutkannya .
" hmm " pak Andi hanya menjawab dengan deheman saja , lalu ikut merebahkan dirinya di samping Elena,
" mas , besok ke sekolah gimana mas , masak iya aku berangkat bareng lagi sama mas nanti di kira aku godain mas lagi" ucap Elena yang memikirkan bagaimana cara dia berangkat ke sekolah tanpa di ketahui oleh semua orang yang ada di sekolah
" ya kamu maunya gimana sayang , hmm berangkat sama aja nanti turun di tempat biasa gimana , kamu maunya hubungan ini gk di ketahui kan"
ucap pak Andi pada Elena yang tahu maksud dari Elena mengatakan hal tersebut.
" ahh mas Andi gk gitu , ya ada bebernya juga sih kata mas , tapi klo mas mau kasih tahu semuanya ya itu terserah mas , tapi aku belum terbiasa mas dengan ini , butuh waktu bisa kan " jelas Elena pada suaminya itu
" baiklah sayang Elena ku ..." goda pak Andi lagi
" ihh mas suka banget sih panggil sayang risih tahu" ucap Elena yang belum terbiasa di panggil sayang oleh pak Andi
" sayang... sayang..." ucap pak Andi yang mengulangi panggilannya pada Elena, lalu terjadilah perang bantal antara Elena dan pak Andi .
" ihh nyebelin ..." teriak Elena sambil memukulkan bantal ke pada pak Andi
" aduh , kamu apa apaan sih sayang "
" jangan panggil sayang mas , gak mau... "
" ehh iya iya, udah dong jangan pukul lagi ."
mohon pak Andi agar Elena tidak memukulnya lagi menggunakan bantal tersebut , lalu Elena pun menghentikan aksinya dan turun dari ranjang lalu pergi ke luar .
" kemana kamu" tanya pak Andi saat Elena sampai di ambang pintu yang akan keluar
" ke luar , lah " jawab Elena yang masih kesal pada pak Andi , lalu langsung meninggalkan pak Andi dan keluar ke meja dapur untuk minum
" ehh sayang kamu kenapa nak " tanya mamah saat berada di dapur
" kesel mah , mas Andi ngeselin" ucap Elena yang masih cemberut lalu menuangkan air ke dalam gelas , dan di minumnya
__ADS_1
" emang itu anak kenapa sayang , mas mu itu ngapain kamu??" tanya mamah nya pak Andi yang sudah menyiapkan pemukul melalui entong yang di gunakan untuk mengambil nasi .
" aku cuman mau panggil sayang mah sama Elena, ehh tapi malah di pukul pakek bantal , kita tadi perang bantal di kamar" jelas pak Andi yang sudah keluar, ke dapur menyusul Elena yang keluar kamar tadi
" iihh mas udah di bilang juga ihh aku tuh risih dengernya.." ucap Elena yang merajuk seperti anak kecil
" hmm ternyata kalian hanya mempermasalahkan masalah kecil , gk jadi deh mamah mukul , udah di siapin pemukul nya , tapi kasian udah di pukul, gih lanjutkan saja mamah mau makan lagi " ucap sang mamah yang tahu jika anaknya sedang menggoda dan mengganggu menantu nya tersebut
Elena yang mengetahui pemikiran pak Andi yang selanjutnya adalah menggodanya dan mengganggunya hingga kesal pun , Elena mempunyai rencana untuk membuat pak Andi kesal juga ,
" sayang , ke taman yuk " ajak pak Andi pada Elena yang tetap memanggilnya sayang untuk menggoda nya dan membuat Elena kesal .
"hmm maaf pak saya mau buat kue kering mau makan kue pak saya" panggil Elena pada pak Andi dengan memanggilnya pak Andi.
" lho kok pak ini di rumah Elena bukan di sekolah "ucap pak Andi yang tak suka di panggil pak saat di luar sekolah
" terus harus manggil apa dong pak ,ehh bang , bukan bukan apa ... seharusnya aku panggil om aja ya .." ucap elena sambil tersenyum sambil memanggil pak Andi dengan sebutan om Andi
" sayang jangan panggil om Ding kan aku belum tua , kamu gk biasanya panggil saya om ," kata pak Andi disertai dengan nada kesal
" ya sudah kamu sendiri juga manggil akunya sayang ya akunya manggil kamu om lah"
"awas kamu kena tepung nanti aku lagi masak nih main peluk peluk aja kamu malu tahu " ucap Elena pada pak Andi yang tiba tiba memeluknya dari belakang saat dia mengaduk bahan roti yang di buatnya
" sayang ..." panggil pak Andi lagi pada Elena yang sekarang berada di pelukannya
" Elena yang tahu jika pak Andi tak kesal karena panggilan om nya ,lalu Elena pun hanya diam dan mengabaikannya
" Elena,...sayang... kamu dengarkan , " ucap pak Andi kembali karena tak ada jawaban dari Elena
" kamu buat roti ya ...roti apa " tanya pak Andi pada Elena lagi dan sekarang pak Andi sudah melepaskan pelukannya dari Elena
" sayang.. jawab dong kamu lagi buat apa??" tanya pak Andi sekali lagi pada Elena
" udah tanyanya mas" ucap Elena yang sudah sudah mengganti panggilannya seperti biasanya , tetapi nadanya terdengar cuek dan dingin.
" udah " jawab pak Andi singkat
" ya udah " ucap Elena , lalu melanjutkan aktivitasnya untuk membuat roti tersebut
" kamu kesel ya , ya udah mas minta maaf ya , jangan kesel lagi dong " ucap maaf pak Andi yang mulai jengkel dengan ke cuekan Elena padanya
__ADS_1
Namun Elena tak menjawab nya , setelah Elena selesai dengan kegiatan membuat roti churros tersebut , lalu Elena meletakkan di mangkuk dan membawanya ke meja makan beserta dengan coklat yang sudah di cairkan nya tadi
" sayang kamu mau kemana " ucap pak Andi yang masih memanggilnya sayang , dan Elena tahu jika pak Andi kini lebih suka memanggil nya sayang daripada memanggilnya Elena .
" ke meja makan mas , " jawab Elena pada pak Andi yang sudah mulai terbiasa dengan pak Andi yang memanggilnya sayang terus menerus, karena bagaimanapun juga jika Elena mengatakan kalau Elena tak suka pun pak Andi akan tetap memanggilnya sayang.
Lalu pak Andi pun berjalan mengikuti Elena ke meja makan dan duduk di depan Elena
" mas mau , makan aja mas , itu rotinya juga. umat mas makan bukan di lihatin doang , ini enak Lo mas" ungkap Elena yang sudah duduk dan memakan roti churros nya dengan di cocok coklat cair nya
Kemudian pak Andi pun ikut mencobanya dan memakan nya sama seperti yang di lakukan oleh Elena.
" enak kan " ucap Elena dengan senyuman yang sekarang sedang memandang pak Andi yang sedang memakan roti churros buatannya dengan begitu menikmatinya
" hmm enak , gurih , manis , renyah tapi lumer di dalamnya" ucap pak Andi pada Elena sambil terus memakan roti buatan Elena tersebut
" pelan pelan kali mas makannya , nanti kesedak Lo" peringat Elena agar pak Andi memakannya dengan pelan pelan. Dan di jawab dengan anggukan oleh pak Andi , lalu elena pun tersenyum melihat pak Andi yang begitu senang memakan roti yang di buatnya itu
Lalu Elena pun pergi untuk mengambilkan minum untuk pak Andi
" minum dulu mas " ucap Elena sambil memberikan air minumnya pada pak Andi , dan di terima oleh pak Andi , lalu langsung di minumnya
" ahh enak " ucap pak Andi setelah memakan roti tersebut hingga tersisa beberapa saja dan meminum air putih yang yang dibawakan oleh Elena
" assalamualaikum ayah pulang " terdengar suara bariton milik ayah pak Andi yang sudah pulang dari perjalanan bisnis mereka di luar kota selama sebulan lebih
" ayah ayah sudah pulang " ucap pak Andi yang berjalan menghampiri ayahnya karena mendengar suara ayahnya yang sudah pulang dari luar kota tersebut ,
begitupun dengan Elena yang mengikuti pak Andi untuk menyambut ayah mertuanya tersebut
" om sudah pulang" ucap Elena pada ayah mertuanya itu
" sudah dong sayang Elena , Andi , bagaimana ayah tidak pulang mendengar kabar kalo ibu Elena sudah tidak ada lagi dan kabar kalau kemaren kalian sudah menikah hmm" jelas nya pada anak dan menantunya tersebut
" Andi ibumu mana" tanya ayahnya pada Andi anaknya
" di kamar yah tadi habis makan "
jawab pak Andi pada ayahnya , lalu ayah pak Andi pun berjalan masuk ke rumah dan langsung menuju ke kamarnya
Pak Andi dan Elena pun juga masuk ke kamarnya karena hari sudah siang mereka berencana untuk tidur siang di kamar .
__ADS_1