Tak Seperti Yang Terlihat

Tak Seperti Yang Terlihat
pernikahan


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit Elena dan pak Andi pun langsung memasuki gedung rumah sakit tersebut , dan kebanyakan tempat kamar inap yang di tempati oleh ibu Elena.


" permisi suster ibu saya dirawat di kamar nomer berapa ya" tanya elena pada suster yang berada di meja resepsionis rumah sakit,


" ee maaf MBK nama ibu MBK siapa ya"


" nama ibu saya Evelin Ajeng sus"


" ohh sebentar saya lihat kan kan dulu "


setelah beberapa saat kemudian suster tersebut, memberitahukan kamar inap tempat ibu Elena berada .


" ibu MBK ada di kamar mawar nomer delapan tetapi sekarang sedang berada di ruang ICU"


" ohh iya maksih suster "


Lalu Elena dan pak Andi pun langsung berjalan menuju ke ruang ICU tersebut .


" mamah "


" Andi , Elena, kalian datang "


" iya mah kita datang , Elena tadi bilang ibunya di rumah sakit"


" mah gimana keadaan ibu , " tanya elena pada mamah calon mertuanya itu dengan air mata yang sudah menetes dengan deras


"Elena, sayang,,,, ibu kamu...."


" ahh ibu... ibu ... , mas ibu .. hiks...hiks..hiks..." ucap Elena yang sudah tahu keadaan ibunya yang sangat kritis melalui fikiran dan rasa khawatir dari mamahnya pak Andi , kemudian langsung memeluk pak Andi dengan menangis


" sudah Elena kamu tenang ada saya , sama mamah di sini , ibu kamu pasti baik baik aja "


ucap pak Andi untuk menenangkan Elena yang sedang menangis di pelukannya .


Mamah pak Andi pun juga merasa sangat sedih dan menagis karena temannya itu sekarang sedang berjuang sendiri di dalam sana , lalu pak Andi pun ikut meneteskan air matanya , karena melihat dua orang yang sangat dia sayangi sedih dan menangis ,


Tak beberapa lama , dokter yang menangani pasien pun keluar dari dalam


" dengan keluarga pasien " tanya sang dokter


" saya dok bagaimana keadaan ibu saya dokter "

__ADS_1


tanya Elena pada dokter begitu dokter keluar dari dalam ruangan


" ibu MBK sudah mulai membaik sudah melewati masa kritis, tetapi masih harus kita pantau selama kurang lebih dua puluh empat jam " jelas dokter tersebut


" apakah kita boleh masuk dokter " tanya pak Andi pada dokter


" boleh tapi jangan sampai mengganggu kesehatan pasien " jawab sang dokter , lalu dokter tersebut pergi.


Kemudian elena , pak Andi , juga mamahnya pak Andi pun masuk ke dalam ruangan serba putih tersebut ,


" ibu ... kapan ibu sadar Elena di sini Bu.." ucap Elena dengan lirih sambil terus meneteskan air matanya walupun sudah di tahannya berkali kli tetapi tetap jatuh juga


Tidak lama , ibu elena pun sadar


" hmm E Elena , sayang anak ibu" ucap ibu elena sedikit kesulitan


" iya Bu Elena di sini Bu "


" mar , aku mau bicara sama anak ku " kata ibu elena pada temannya itu ketika melihat temannya , juga anaknya, bersama dengan pak Andi


" baik bicara lah jeng , kami akan ke luar sebentar"


" sayang ibu sudah tak kuat nak , kamu baik baik ya Elena, "


" ibu ibu jangan berkata seperti itu Bu .. hiks..hiks..hiks.."


" sayang ibu punya satu permintaan terakhir , kamu sama anak teman ibu harus menikah sekarang , ibu ingin melihat kalian menikah di sini"


" ibu... , ba baiklah Bu aku akan katakan sekarang ibu istirahat , " ucap Elena pada sang ibu ketika dia berbicara berdua dengan ibunya setelah mamah dan pak Andi keluar dari ruangan itu,


Kemudian Elena pergi keluar setelah mengatakan hal tersebut untuk memberitahukan pada mamahnya dan pak Andi mengenai permintaan ibu nya ,


" Elena ibu kamu " tanya mamahnya pak Andi


" hmm mah , mas , ibu bilang kita suruh nikah sekarang , permintaan terakhir ibu " ucap Elena dengan air mata yang menetes ketika mengatakan hal tersebut dan suara yang parau karena selalu menagis


" Elena kamu jangan nangis trs ibu kamu juga akan sedih nanti , baiklah mamah akan mencarikan orang untuk menikah kan kalian , sudah sekarang mamah pergi dulu , Andi tolong kamu jaga Elena ya "


ucap sang mamah dan di jawab anggukan oleh pak Andi .


Lalu mamahnya pak Andi pun pergi keluar guna untuk mencari seseorang yang bisa untuk menikahkan anak mereka dan Elena , kebetulan mamahnya pak Andi mempunyai kenalan teman dia bisa menikahkan anaknya , hari ini dia senggang kemudian mamahnya pak Andi pun menghubunginya dan mengatakan semuanya , setelah itu mamahnya Paka Andi kembali lagi kerumah sakit untuk memberi tahu mereka,

__ADS_1


di rumah sakit Elena tetap saja menangis air matanya tetap keluar walaupun sudah di tahan , karena tak kuasa elena menyenderkan kepalanya di bahu milik pak Andi dan memejamkan matanya untuk tidur sebentar agar air mata dan tangisannya bisa berhenti , pak Andi pun membiarkan Elena yang menyender di bahunya , karena tahu kalau Elena sekarang sangat sedih.


mamahnya Paka Andi sudah kembali ke rumah sakit dan memberitahukan semuanya pada pak Andi dengan pelan agar Elena tak bangun dan terganggu oleh pembicaraan mereka .


Selang beberapa jam kemudian teman dari mamahnya pak Andi pun datang dan berjalan menghampiri mamahnya pak Andi yang menelfonnya tadi.


" mar bagaimana kita lakukan sekarang atau nanti, aku sudah siapkan semua berkas berkasnya , juga keperluan yang akan kita gunakan setelah ijab qobul mereka " kata Mario teman mamahnya pak Andi


" trimakasih sebelumnya ya Mario kamu sudah repot repot datang kesini , kita lakukan saja sekarang , aku akan bicara pada anak anak dulu"


" ya baiklah silahkan aku akan menunggu kalian "


" Andi , tolong bangunkan Elena kita lakukan sekarang teman mamah sudah tiba nak dia sedang menunggu "


" iya mamah "


" mamah dan teman mamah menunggu kalian di dalam ya " ucap mamah pak Andi dan di jawab anggukan oleh pak Andi, kemudian pak Andi pun membangunkan Elena yang masih tertidur ,


Elena yang merasa terganggu dengan tiupan pak Andi di rambutnya pun membuka matanya dan segera membaca fikiran pak Andi seketika elena langsung bangun dari duduknya dan melangkah ke dalam .


" Elena tunggu saya , kamu sudah tahu "


" iya mas , tadi aku tahu dari dalam fikiran mas yang bilang di dalam hati "


" baiklah , kita masuk sekarang "


" iya"


Setelah Elena dan pak Andi masuk ke dalam , mereka berdua pun melakukan pernikahan yang di saksikan oleh ibu elena, mamahnya pak Andi , dokter serta suster yang kebetulan habis mengecek kondisi ibu Elena,


setelah sah Elena dan pak andi pun menandatangani surat surat pernikahan dan lain sebaginya , lalu Elena mencium tangan pak Andi , dan pak Andi pun mencium kening Elena , saat sudah selesai ibu Elena pun menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengatakan pada pak Andi untuk menjaga Elena dan menyayangi serta mencintai Elena ,


mamahnya pak Andi pun menagis tiada henti setelah melakukan permintaan terakhir temannya itu , dia meninggal dunia , temannya mamahnya pak Andi turut berduka cita , lalu pergi untuk mengurus surat pernikahan mereka , dokter ,, dan suster pun segera melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan kepada ibunya Elena , dan elena sendiri hanya terdiam tanpa Suara dan tangisan , seketika hatinya menjadi sakit dan sedih , ketika mengetahui bahwa Elena tak bisa menagis karena sebelum meninggal ibunya sempat berfikir dan mengatakan bahwa "elena tidak boleh menagis karena hal ini dia harus selalu bahagia jika mengais maka ibu juga akan sedih sayang , maaf ibu harus pergi sekarang , kamu sudah punya pak Andi dan mamah mertua yang sangat menyayangi mu semoga kalian selalu bahagia selamanya" kata kata ibunya terus terngiang di kepala elena dan sekuat tenaga Elena menahan tangisan itu ,


Lalu acara pemakaman ibu Elena pun di lakukan setelah mereka menyiapkan semuanya dan keluar dari rumah sakit untuk pemakaman ibu Elena, di pemakaman Elena mulai menagis karena sudah tidak tahan lagi , setelah berdoa untuk ibunya , dan acara nya selesai mereka , Elena, pak Andi dan mamahnya pun pulang ke rumah , untuk istirahat


Sudah jam dua belas malam mereka tiba di rumah , setelah membersihkan diri dan berganti pakaian mereka pun ingin membicarakan sesuatu tetapi tidak jadi, dilihatnya Elena yang sangat terpukul dengan kepergian ibunya , akhirnya pak Andi membawa Elena ke kamarnya dan akan membicarakannya besok saja,


mamahnya pak Andi pun juga tidur di kamarnya ,


lalu pak Andi dan Elena mereka tidur di kamar pak Andi mereka tidur dengan guling di tengah mereka seperti mereka tidur di rumah elena waktu itu .

__ADS_1


__ADS_2